Home / Budaya / Internasional

Kamis, 17 Juli 2025 - 18:26 WIB

Wastra Nusantara Jadi Simbol Diplomasi Budaya Indonesia di UNESCO

koransakti - Penulis

Menbud Fadli Zon when handing over wastra nusantara (Doc. Kemenbud)

Menbud Fadli Zon when handing over wastra nusantara (Doc. Kemenbud)

Wastra Nusantara jadi simbol diplomasi budaya Indonesia dalam ajang internasional di markas besar UNESCO, Paris. Dalam kunjungan ke organisasi dunia tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon secara resmi menyerahkan empat kain tradisional Indonesia sebagai wujud pelestarian budaya dan promosi warisan leluhur ke tingkat global.

Kain-kain yang diserahkan terdiri dari batik Sawunggaling asal Jawa Tengah yang melambangkan kekuatan, serta kain tenun ikat dari Pulau Sumba yang proses pembuatannya memakan waktu berminggu-minggu. Kedua kain ini dipilih karena mewakili keragaman dan ketekunan dalam budaya tekstil Nusantara.

“Wastra Nusantara bukan sekadar warisan, tetapi bentuk ekspresi dan bahasa visual yang mampu membangun dialog budaya tanpa kata,” ujar Fadli Zon di hadapan perwakilan UNESCO.

Baca juga :   Buntut Kasus Kudeta, Putra Jair Bolsonaro Didakwa Atas Tuduhan Koersi di Brasil

Koleksi kain tersebut akan dipamerkan di “Indonesia Corner”, sebuah ruang khusus di markas UNESCO yang didedikasikan untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada komunitas internasional. Langkah ini dinilai strategis karena memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi budaya global serta membuka ruang kerja sama lintas negara di bidang pelestarian warisan budaya.

Jennifer Linkins, Asisten Direktur Jenderal UNESCO, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah Indonesia. Ia menyebut penyerahan kain tradisional tersebut sebagai contoh nyata komitmen pelestarian budaya dan menjadi inspirasi bagi negara lain dalam menjaga warisan mereka.

Kunjungan ini juga bertepatan dengan keikutsertaan Presiden Prabowo Subianto dalam perayaan Bastille Day 2025 di Paris. Di sela-sela agenda kenegaraan, Menteri Fadli Zon juga bertemu dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, untuk membahas kerja sama bilateral di bidang kebudayaan, termasuk restorasi museum dan pengembangan ekonomi kreatif.

Baca juga :   KSP Gandeng KOWANI, Siap Dorong Eksistensi Perempuan Indonesia di Kancah Internasional

Diplomasi budaya yang dilakukan melalui promosi wastra ini bukan hanya tentang mempertahankan identitas nasional, tetapi juga memperluas pengaruh Indonesia secara halus (soft power) di panggung dunia. Kain tradisional seperti batik, tenun, dan songket kini menjadi alat diplomasi yang efektif, sekaligus bagian dari kampanye global Indonesia untuk melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa.

Berita ini 100 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Hiburan

Irlandia Ancam Mundur dari Eurovision 2026 Jika Israel Tetap Ikut Serta
Mahkota Putih Nusantara: Menelusuri Keajaiban, Budidaya, dan Filosofi Mendalam Bunga Melati

Budaya

Mahkota Putih Nusantara: Menelusuri Keajaiban, Budidaya, dan Filosofi Mendalam Bunga Melati

Internasional

Laporan WHO/UNICEF: Miliaran Orang Masih Dilayani Faskes Tanpa Air Bersih dan Listrik
Kabar Buruk di Anfield: Liverpool Tersingkir dari Liga Champions, Hugo Ekitike Terancam Absen di Piala Dunia 2026

Internasional

Kabar Buruk di Anfield: Liverpool Tersingkir dari Liga Champions, Hugo Ekitike Terancam Absen di Piala Dunia 2026

Internasional

PM Spanyol Serukan Israel Dilarang Ikut Kompetisi Olahraga Internasional
Momen Hangat Valentine 2026: Meghan Markle Bagikan Foto Langka Pangeran Harry dan Putri Lilibet

Internasional

Momen Hangat Valentine 2026: Meghan Markle Bagikan Foto Langka Pangeran Harry dan Putri Lilibet

Internasional

Skandal Naturalisasi Malaysia, Pengamat: Sanksi FIFA Kurang Keras, Harusnya Dilarang Bertanding

Budaya

7 Pelajaran Hidup Paling Berharga dari Anime Naruto