Home / Internasional / Kesehatan / Politik

Sabtu, 27 September 2025 - 11:59 WIB

PBB Siapkan Deklarasi Global Pertama untuk Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Mental

koransakti - Penulis

Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, berbicara dalam pertemuan tingkat tinggi PBB tentang penyakit tidak menular dan kesehatan mental. (Sumber: WHO)

Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, berbicara dalam pertemuan tingkat tinggi PBB tentang penyakit tidak menular dan kesehatan mental. (Sumber: WHO)

koransakti.co.id – Para pemimpin dunia telah menunjukkan dukungan kuat terhadap deklarasi politik global pertama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang secara terintegrasi menangani penyakit tidak menular (PTM) dan kesehatan mental. Deklarasi ini akan dipertimbangkan untuk persetujuan akhir pada sidang Majelis Umum PBB ke-80 pada Oktober 2025.

Dukungan ini disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Majelis Umum PBB keempat tentang PTM dan kesehatan mental yang berlangsung di New York.

Beban Global PTM dan Kesehatan Mental

Deklarasi ini dianggap krusial mengingat PTM—seperti penyakit kardiovaskular, penyakit paru-paru, kanker, dan diabetes—merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia. Pada tahun 2021 saja, PTM merenggut nyawa 43 juta orang, dengan 82% kematian prematur (di bawah usia 70 tahun) terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Di sisi lain, kondisi kesehatan mental juga mempengaruhi lebih dari satu miliar orang secara global.

Baca juga :   Kalori Harian: Cara Aman Mengatur untuk Kesehatan Optimal

Target Ambisius untuk 2030

Deklarasi yang berjudul “Equity and Integration” ini menetapkan beberapa target global yang ambisius untuk dicapai pada tahun 2030, di antaranya:

  • 150 juta lebih sedikit pengguna tembakau.
  • 150 juta lebih banyak penderita hipertensi yang kondisinya terkontrol.
  • 150 juta lebih banyak orang yang mendapatkan akses perawatan kesehatan mental.

Cakupan Lebih Luas, Termasuk Ancaman Digital

Deklarasi ini memperluas cakupan area PTM dengan memasukkan isu-isu seperti kesehatan mulut, kesehatan paru-paru, kanker pada anak, dan penyakit langka. Secara signifikan, deklarasi ini juga untuk pertama kalinya mengakui ancaman modern.

Baca juga :   Simulasi Luhut: Tarif Trump 19% Bisa Dongkrak Ekonomi RI

Ancaman tersebut mencakup faktor lingkungan seperti polusi udara dan bahan kimia berbahaya, serta bahaya digital yang berkembang dari paparan media sosial, waktu layar berlebihan, konten berbahaya, serta risiko misinformasi dan disinformasi.

Selain itu, terdapat fokus regulasi yang lebih tajam pada rokok elektrik, pemasaran makanan tidak sehat kepada anak-anak, dan penghapusan lemak trans.

baca juga Pidato Prabowo di PBB Tuai Pujian, Penulis Pidato SBY: Bangga dan Terharu – Koran Sakti

Berita ini 32 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Hukum

Hakim AS Perintahkan Deportasi Aktivis Pro-Palestina Mahmoud Khalil

Politik

Ahmadi Zubir-Ferry Raih Rekomendasi PDIP untuk Pilwako Sungai Penuh

Internasional

WHO Beri Penghargaan pada 12 Negara atas Aksi Inovatif Atasi Krisis Obesitas
Waspada! 4 Jenis Makanan Ini Ternyata Mampu Mempercepat Risiko Katarak pada Mata Anda

Kesehatan

Waspada! 4 Jenis Makanan Ini Ternyata Mampu Mempercepat Risiko Katarak pada Mata Anda

Internasional

Drama Adu Penalti di Sevilla: Real Sociedad Bungkam Atletico Madrid untuk Rengkuh Gelar Keempat Copa del Rey
Viral Rombongan AHY Salip Mobil Sultan HB X, Stafsus: Itu Fitnah, Kami Pulang 30 Menit Lebih Dulu!

Nasional

Viral Rombongan AHY Salip Mobil Sultan HB X, Stafsus: Itu Fitnah, Kami Pulang 30 Menit Lebih Dulu!

Internasional

Laporan WHO: Pengguna Rokok Turun, tapi 100 Juta Orang Kini Kecanduan Vape

Internasional

Italia di Persimpangan Jalan: Ini Skenario Lolos ke Piala Dunia 2026 Lewat Playoff