koransakti.co.id – Para pemimpin dunia telah menunjukkan dukungan kuat terhadap deklarasi politik global pertama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang secara terintegrasi menangani penyakit tidak menular (PTM) dan kesehatan mental. Deklarasi ini akan dipertimbangkan untuk persetujuan akhir pada sidang Majelis Umum PBB ke-80 pada Oktober 2025.
Dukungan ini disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Majelis Umum PBB keempat tentang PTM dan kesehatan mental yang berlangsung di New York.
Beban Global PTM dan Kesehatan Mental
Deklarasi ini dianggap krusial mengingat PTM—seperti penyakit kardiovaskular, penyakit paru-paru, kanker, dan diabetes—merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia. Pada tahun 2021 saja, PTM merenggut nyawa 43 juta orang, dengan 82% kematian prematur (di bawah usia 70 tahun) terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Di sisi lain, kondisi kesehatan mental juga mempengaruhi lebih dari satu miliar orang secara global.
Target Ambisius untuk 2030
Deklarasi yang berjudul “Equity and Integration” ini menetapkan beberapa target global yang ambisius untuk dicapai pada tahun 2030, di antaranya:
- 150 juta lebih sedikit pengguna tembakau.
- 150 juta lebih banyak penderita hipertensi yang kondisinya terkontrol.
- 150 juta lebih banyak orang yang mendapatkan akses perawatan kesehatan mental.
Cakupan Lebih Luas, Termasuk Ancaman Digital
Deklarasi ini memperluas cakupan area PTM dengan memasukkan isu-isu seperti kesehatan mulut, kesehatan paru-paru, kanker pada anak, dan penyakit langka. Secara signifikan, deklarasi ini juga untuk pertama kalinya mengakui ancaman modern.
Ancaman tersebut mencakup faktor lingkungan seperti polusi udara dan bahan kimia berbahaya, serta bahaya digital yang berkembang dari paparan media sosial, waktu layar berlebihan, konten berbahaya, serta risiko misinformasi dan disinformasi.
Selain itu, terdapat fokus regulasi yang lebih tajam pada rokok elektrik, pemasaran makanan tidak sehat kepada anak-anak, dan penghapusan lemak trans.
baca juga Pidato Prabowo di PBB Tuai Pujian, Penulis Pidato SBY: Bangga dan Terharu – Koran Sakti















