koransakti.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama dengan Satuan Tugas Antar-Lembaga PBB (UNIATF) memberikan penghargaan kepada 12 negara dan 7 organisasi non-pemerintah atas aksi inovatif dan multisektoral mereka dalam menangani krisis obesitas. Penghargaan ini diberikan pada 25 September 2025, dalam pertemuan tingkat tinggi di sela-sela Sidang Umum PBB di New York.
Para pemenang ini dinilai berhasil menerapkan berbagai strategi yang efektif, mulai dari kebijakan fiskal yang berani seperti pajak gula, hingga penggunaan alat digital canggih dan program makanan di sekolah berskala nasional.
Krisis Obesitas Global yang Mendesak
Penghargaan ini menyoroti urgensi penanganan obesitas secara global. Menurut WHO, angka obesitas telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam tiga dekade terakhir. Saat ini, satu dari delapan orang di seluruh dunia hidup dengan obesitas.
Kondisi ini secara langsung mendorong peningkatan penyakit tidak menular lainnya seperti diabetes, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker. “Obesitas sebagian besar dapat dicegah. Namun jutaan orang di seluruh dunia menghadapi lingkungan yang membuat berat badan lebih mudah naik dan lebih sulit untuk tetap sehat,” kata Dr. Jeremy Farrar, Asisten Direktur Jenderal WHO.
Daftar Negara dan Organisasi Pemenang
WHO dan UNIATF memberikan penghargaan kepada kementerian kesehatan atau lembaga pemerintah dari 12 negara berikut:
- Mesir
- Yunani
- Malaysia
- Meksiko
- Portugal
- Filipina
- Qatar
- Arab Saudi
- Seychelles
- Afrika Selatan
- Spanyol
- Timor-Leste
Selain itu, 7 organisasi non-pemerintah, akademisi, dan yayasan dari berbagai negara juga menerima penghargaan, termasuk dari Belgia, Kamerun, Kanada, Kolombia, Georgia, Rusia, dan Afrika Selatan.
Dr. Farrar menambahkan bahwa para pemenang ini telah menunjukkan bahwa kemajuan dalam melawan obesitas adalah hal yang mungkin dicapai. “Kepemimpinan mereka menginspirasi tindakan kolektif untuk menghentikan obesitas di seluruh dunia,” pungkasnya.















