Home / Internasional / Kesehatan / Pemerintahan

Sabtu, 27 September 2025 - 20:39 WIB

WHO Beri Penghargaan pada 12 Negara atas Aksi Inovatif Atasi Krisis Obesitas

koransakti - Penulis

Perwakilan negara-negara penerima penghargaan UNIATF 2025 atas upaya mereka dalam mengurangi obesitas. (Sumber: WHO/UNIATF/Enrique Shore)

Perwakilan negara-negara penerima penghargaan UNIATF 2025 atas upaya mereka dalam mengurangi obesitas. (Sumber: WHO/UNIATF/Enrique Shore)

koransakti.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama dengan Satuan Tugas Antar-Lembaga PBB (UNIATF) memberikan penghargaan kepada 12 negara dan 7 organisasi non-pemerintah atas aksi inovatif dan multisektoral mereka dalam menangani krisis obesitas. Penghargaan ini diberikan pada 25 September 2025, dalam pertemuan tingkat tinggi di sela-sela Sidang Umum PBB di New York.

Para pemenang ini dinilai berhasil menerapkan berbagai strategi yang efektif, mulai dari kebijakan fiskal yang berani seperti pajak gula, hingga penggunaan alat digital canggih dan program makanan di sekolah berskala nasional.

Krisis Obesitas Global yang Mendesak

Penghargaan ini menyoroti urgensi penanganan obesitas secara global. Menurut WHO, angka obesitas telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam tiga dekade terakhir. Saat ini, satu dari delapan orang di seluruh dunia hidup dengan obesitas.

Baca juga :   Rugi Bandar

Kondisi ini secara langsung mendorong peningkatan penyakit tidak menular lainnya seperti diabetes, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker. “Obesitas sebagian besar dapat dicegah. Namun jutaan orang di seluruh dunia menghadapi lingkungan yang membuat berat badan lebih mudah naik dan lebih sulit untuk tetap sehat,” kata Dr. Jeremy Farrar, Asisten Direktur Jenderal WHO.

Daftar Negara dan Organisasi Pemenang

WHO dan UNIATF memberikan penghargaan kepada kementerian kesehatan atau lembaga pemerintah dari 12 negara berikut:

  • Mesir
  • Yunani
  • Malaysia
  • Meksiko
  • Portugal
  • Filipina
  • Qatar
  • Arab Saudi
  • Seychelles
  • Afrika Selatan
  • Spanyol
  • Timor-Leste
Baca juga :   Laporan Baru WHO: Kontrasepsi Tak Hanya Cegah Kehamilan, tapi Juga Berdayakan Perempuan

Selain itu, 7 organisasi non-pemerintah, akademisi, dan yayasan dari berbagai negara juga menerima penghargaan, termasuk dari Belgia, Kamerun, Kanada, Kolombia, Georgia, Rusia, dan Afrika Selatan.

Dr. Farrar menambahkan bahwa para pemenang ini telah menunjukkan bahwa kemajuan dalam melawan obesitas adalah hal yang mungkin dicapai. “Kepemimpinan mereka menginspirasi tindakan kolektif untuk menghentikan obesitas di seluruh dunia,” pungkasnya.

Berita ini 44 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Bandung

Terungkap! Bakteri Salmonella Jadi Penyebab Keracunan Massal Siswa di Bandung Barat

Pemerintahan

Di Hadapan Saudagar Bugis Makassar, Mentan Amran Tegaskan Hilirisasi Kunci Indonesia Jadi Negara Kuat

Internasional

Presiden Prabowo Lakukan Pertemuan Bilateral dengan PM Lao PDR, Sonexay Siphandone

Pemerintahan

Penutupan Sungai Penuh Kanuhai 2023 Dalam Rangka HUT Kota Sungai Penuh Dibanjiri Lautan Massa

Internasional

Partai Pro-Uni Eropa Menang Telak di Pemilu Moldova di Tengah Tuduhan Intervensi Rusia

Advetorial

Wawako Antos Hadiri Peringatan Hari Air Dunia Ke-30 Di Jambi

Advetorial

Wakili Pemkot Sungai Penuh, Kadis PUPR Terima Jalan Rabat Beton dari PT KMH

Internasional

Kisah Epidemiolog Filipina dan Kursus Gratis WHO yang Mengubah Wajah Kesehatan Mental