Home / Internasional / Kesehatan / Pendidikan

Jumat, 10 Oktober 2025 - 14:00 WIB

Kisah Epidemiolog Filipina dan Kursus Gratis WHO yang Mengubah Wajah Kesehatan Mental

koransakti - Penulis

 Kisah Emmanuel Sevilleja, seorang epidemiolog dari Filipina, menjadi sorotan WHO dalam upaya global memerangi stigma kesehatan mental. (Sumber: WHO)

Kisah Emmanuel Sevilleja, seorang epidemiolog dari Filipina, menjadi sorotan WHO dalam upaya global memerangi stigma kesehatan mental. (Sumber: WHO)

koransakti.co.id – Bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia pada 10 Oktober, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengangkat kisah inspiratif dari seorang epidemiolog di Filipina, Jesus Emmanuel A. D. Sevilleja. Kisahnya menyoroti bagaimana sebuah kursus online gratis dari WHO mampu mengubah perspektif dan praktik dalam penanganan kesehatan mental.

Bagi Emmanuel, bekerja di sektor kesehatan mental bukan hanya tantangan ilmiah, tetapi juga sebuah “misi kemanusiaan” untuk memperjuangkan kesetaraan, pemberdayaan, dan hak asasi manusia.

Dari Riset ke Misi Kemanusiaan

Awalnya, Emmanuel terinspirasi untuk terjun ke dunia kesehatan mental setelah berinteraksi langsung dengan para penyandang disabilitas psikososial, intelektual, dan kognitif.

“Pertemuan ini memungkinkan saya untuk menghargai realitas hidup mereka, termasuk stigma, diskriminasi, dan pengucilan yang sering mereka hadapi,” ungkap Emmanuel. “Kisah mereka mengungkapkan kebutuhan mendesak untuk mengubah tidak hanya ilmu kesehatan mental, tetapi juga budaya perawatannya.”

Baca juga :   WHO Peringatkan Krisis: Riset Antibiotik Baru Melambat, Bakteri Kebal Obat Makin Mengancam

Mengubah Perspektif Melalui Kursus ‘QualityRights’

Didorong oleh keinginan tersebut, Emmanuel mengikuti kursus online gratis dari WHO yang bernama ‘QualityRights in Mental Health’. Kursus ini dirancang untuk menantang stigma dan mempromosikan pendekatan yang berpusat pada pemulihan serta hak asasi manusia.

“Kursus ini membentuk kembali cara saya memandang kesehatan mental,” katanya. Ia kini berkomitmen untuk tidak lagi memandang pasien sebagai subjek penelitian pasif, melainkan sebagai “rekan-kreator aktif dalam menciptakan solusi”.

Dedikasinya yang luar biasa membuatnya berhasil menempati peringkat teratas dari total 141.000 peserta kursus di seluruh dunia.

Dampak Global: Terbukti Mengurangi Stigma

Kisah Emmanuel sejalan dengan hasil evaluasi global terhadap kursus ‘QualityRights’. Studi tersebut menunjukkan hasil yang luar biasa:

  • Sikap terhadap orang dengan kondisi kesehatan mental meningkat sebesar 22,78% secara keseluruhan setelah menyelesaikan kursus.
  • Tingkat penyelesaian kursus mencapai 54,17%, jauh di atas rata-rata kursus online pada umumnya (10-30%).
Baca juga :   Momen Hangat Valentine 2026: Meghan Markle Bagikan Foto Langka Pangeran Harry dan Putri Lilibet

Emmanuel sangat merekomendasikan kursus ini karena sifatnya yang praktis dan inklusif, tidak hanya untuk tenaga kesehatan, tetapi juga untuk pasien, keluarga, dan masyarakat umum.

“Yang terpenting, kursus ini memberdayakan pesertanya untuk menjadi agen perubahan,” pungkasnya.

Anda dapat menemukan kursus ‘QualityRights in Mental Health’ dan berbagai kursus kesehatan gratis lainnya di platform whoacademy.org.

read the article on WHO news Learner spotlight: Emmanuel’s mental health mission in the Philippines

Berita ini 31 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Geopolitik

Sindir Parade Militer Tiongkok, Presiden Taiwan: Kami Tidak Rayakan Damai dengan Moncong Senjata

Kebijakan

Wamentan Sudaryono : Pusvetma Harus Jadi Motor Produksi Vaksin Nasional

Artikel

Jangan Anggap Sepele, Kenali Gejala Kanker Pada Anak

Advetorial

Penghargaan Pengabdian Guru Nasional Di Serahkan Pada Acara HUT PGRI

Artikel

Daftar Lengkap Pemenang The Fact Music Awards (TMA) 2025: Stray Kids Borong 4 Piala Termasuk Daesang

Bandung

IKA UNPAD SINERGI VAKSINASI COVID-19 JAWA BARAT SLB NEGERI CICENDO, 26 FEBRUARI 2022

Kesehatan

Hipertensi Bisa Dicegah, Asal Gaya Hidup Diubah

Internasional

Presiden Prabowo dan Pangeran MBS Tandatangani Minutes of Meeting Dewan Koordinasi Tertinggi Indonesia–Arab Saudi