koransakti.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis sebuah laporan bukti baru yang menegaskan kembali dampak transformatif dari penggunaan alat kontrasepsi bagi kesehatan dan status sosial ekonomi perempuan. Laporan yang disusun berdasarkan enam tinjauan sistematis ini menunjukkan bahwa kontrasepsi modern tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan, tetapi juga menjadi kunci pemberdayaan perempuan.
“Bukti ini menegaskan kembali bahwa akses terhadap kontrasepsi bukan sekadar intervensi kesehatan, melainkan landasan kesetaraan gender, pembangunan ekonomi, dan kesehatan masyarakat,” ujar Pascale Allotey, Direktur Program Khusus PBB untuk Reproduksi Manusia (HRP) dan WHO.
Manfaat Kesehatan: Dari Ibu Hingga Pencegahan Kanker
Laporan tersebut menyoroti sejumlah manfaat kesehatan signifikan dari penggunaan kontrasepsi. Perempuan yang menggunakan kontrasepsi modern memiliki kemungkinan 30% lebih rendah untuk mengalami kehamilan berisiko tinggi.
Lebih lanjut, kontrasepsi hormonal terbukti memberikan perlindungan terhadap beberapa jenis kanker. Pengguna kontrasepsi oral memiliki risiko 36% lebih rendah terkena kanker ovarium dan 44% lebih rendah terkena kanker endometrium. Selain itu, kesehatan menstruasi juga membaik, dengan berkurangnya gejala nyeri haid dan pendarahan abnormal.
Dampak pada Kesehatan Mental yang Perlu Diperhatikan
Laporan ini juga menemukan hasil yang beragam terkait kesehatan mental. Bagi perempuan dengan kondisi kesehatan mental yang sudah ada sebelumnya, penggunaan kontrasepsi dapat mengurangi gejala depresi dan kecemasan.
Namun, beberapa metode hormonal seperti implan dan IUD hormonal dapat sedikit meningkatkan risiko depresi pada perempuan yang tidak memiliki riwayat masalah kesehatan mental. Hal ini menggarisbawahi pentingnya konseling kontrasepsi yang dipersonalisasi dan mempertimbangkan kesehatan mental.
Kunci Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender
Secara krusial, bukti-bukti yang ada menegaskan bahwa kontrasepsi memberdayakan perempuan. Akses dan penggunaan kontrasepsi terbukti meningkatkan kekuatan perempuan dalam mengambil keputusan, mengontrol sumber daya, serta berpartisipasi dalam pendidikan dan dunia kerja.
Pada remaja dan perempuan muda, intervensi pemberdayaan yang terkait dengan akses kontrasepsi berhasil mengurangi angka kehamilan remaja hingga lebih dari separuhnya. Laporan ini diakhiri dengan seruan untuk memastikan akses universal terhadap layanan keluarga berencana yang berkualitas sebagai bagian integral dari pembangunan.
Baca juga Pidato Prabowo di PBB Tuai Pujian, Penulis Pidato SBY: Bangga dan Terharu – Koran Sakti















