Home / Internasional / Kesehatan

Selasa, 7 Oktober 2025 - 12:38 WIB

Laporan WHO: Pengguna Rokok Turun, tapi 100 Juta Orang Kini Kecanduan Vape

koransakti - Penulis

Aksesibilitas produk tembakau dan nikotin, termasuk rokok elektrik, menjadi sorotan utama dalam laporan terbaru WHO. (Sumber: WHO)

Aksesibilitas produk tembakau dan nikotin, termasuk rokok elektrik, menjadi sorotan utama dalam laporan terbaru WHO. (Sumber: WHO)

koransakti.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis laporan global terbaru mengenai tren penggunaan tembakau. Laporan tersebut menunjukkan adanya kabar baik: jumlah pengguna tembakau di seluruh dunia telah turun secara signifikan dari 1,38 miliar pada tahun 2000 menjadi 1,2 miliar pada tahun 2024.

Namun, di balik kabar baik ini, WHO juga memberikan peringatan keras mengenai ancaman baru yang mengkhawatirkan: ledakan jumlah pengguna rokok elektrik atau vape.

Ancaman Baru: 100 Juta Orang di Dunia Kecanduan Vape

Untuk pertama kalinya, WHO merilis estimasi global penggunaan rokok elektrik, dan angkanya dinilai “mengkhawatirkan”. Saat ini, diperkirakan ada lebih dari 100 juta orang di seluruh dunia yang menggunakan vape. Rinciannya adalah:

  • Sedikitnya 86 juta orang dewasa.
  • Sedikitnya 15 juta anak-anak (usia 13–15 tahun).
Baca juga :   Sukseskan Capaian Vaksinasi Di Kerinci, Kapolsek Kayu Aro Jemput Bola Ke Desa-Desa

WHO menyoroti bahwa di banyak negara, anak-anak rata-rata sembilan kali lebih mungkin menggunakan vape dibandingkan orang dewasa.

“Rokok elektrik memicu gelombang baru kecanduan nikotin,” kata Dr. Etienne Krug, Direktur Departemen Promosi dan Pencegahan Kesehatan WHO. “Produk ini dipasarkan sebagai pengurangan bahaya, namun pada kenyataannya, produk ini membuat anak-anak kecanduan nikotin lebih awal dan berisiko merusak kemajuan puluhan tahun.”

Jumlah Perokok Turun, tapi Masih 1 dari 5 Orang Dewasa

Meskipun jumlah totalnya menurun, epidemi tembakau masih jauh dari selesai. Saat ini, satu dari lima orang dewasa di seluruh dunia masih mengonsumsi tembakau, yang memicu jutaan kematian yang dapat dicegah setiap tahunnya.

Laporan ini juga menemukan bahwa perempuan menjadi garda terdepan dalam upaya berhenti merokok. Tingkat penggunaan tembakau di kalangan perempuan turun drastis dari 11% pada 2010 menjadi hanya 6,6% pada 2024. Sebaliknya, laju penurunan di kalangan pria dinilai terlalu lambat.

Baca juga :   Ahli Jantung Peringatkan: Segera Hentikan 4 Aktivitas Sore Hari Berikut Ini

Peta Tembakau Global: Eropa Jadi Wilayah dengan Prevalensi Tertinggi

Secara regional, Eropa kini menjadi wilayah dengan prevalensi (persentase) pengguna tembakau tertinggi di dunia, yaitu 24,1%. Sementara itu, Asia Tenggara menunjukkan kemajuan paling pesat dan menyumbang lebih dari separuh penurunan global.

Menanggapi hal ini, WHO mendesak pemerintah di seluruh dunia untuk bertindak “lebih cepat dan lebih kuat” dalam menerapkan kebijakan pengendalian tembakau yang sudah terbukti, termasuk meregulasi produk nikotin baru seperti rokok elektrik secara ketat.

Berita ini 137 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Hiburan

Taylor Swift Cetak Sejarah Lagi, ‘The Fate of Ophelia’ Pecahkan Rekor Streaming Harian Spotify

Internasional

Gagah! Barcelona Pecahkan Rekor 16 Tahun Silam di Semifinal Piala Dunia 2026
The 7 Best Protein Powders of 2025 for Every Fitness Goal

Fitness

The 7 Best Protein Powders of 2025 for Every Fitness Goal

Hukum

Ukraina Resmi Gabung Mahkamah Pidana Internasional Sebagai Negara ke-125

Internasional

Penampilan TNI di Bastille Day 2025 Disambut Meriah Warga Paris

Artikel

Khasiat Daun Katuk: Daun Lokal dengan Segudang Manfaat untuk Kesehatan

Hukum

Buntut Kasus Kudeta, Putra Jair Bolsonaro Didakwa Atas Tuduhan Koersi di Brasil

Internasional

Perkokoh Sinergi Pertahanan Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin Lakukan Kunjungan  ke Papua Nugini