koransakti.co.id – Perawatan kulit (skincare) kini sudah menjadi gaya hidup. Banyak produk menjanjikan kulit glowing dan bersih. Namun, terlepas dari iklan, penting bagi kita untuk cermat membaca label bahan (ingredients).
Faktanya, ada beberapa kandungan skincare yang harus dihindari karena berpotensi berbahaya bagi kesehatan, menyebabkan iritasi, atau memicu masalah hormon.
Sebelum Anda membeli produk baru, pastikan produk tersebut tidak mengandung bahan-bahan berbahaya di bawah ini.
16 Kandungan Skincare Berbahaya yang Harus Dihindari
1. Paraben (Methylparaben, Propylparaben, dll)
- Fungsi Asli: Bahan pengawet agar produk tidak cepat jamuran.
- Bahaya: Dapat meniru hormon estrogen, berpotensi menyebabkan ketidakseimbangan hormon, masalah reproduksi, dan dikaitkan dengan kanker payudara.
- Ditemukan di: Pelembap, deodorant, sabun, losion, sampo.
2. Parfum / Pewangi Buatan (Fragrance)
- Fungsi Asli: Memberi aroma wangi pada produk.
- Bahaya: Seringkali merupakan campuran dari puluhan bahan kimia (karsinogen, alergen) yang bisa memicu iritasi, alergi, dan mengganggu endokrin.
- Tips: Hindari produk dengan aroma yang terlalu menyengat.
3. SLS & SLES (Sodium Lauryl/Laureth Sulfate)
- Fungsi Asli: Detergen yang membuat produk berbusa (sabun, sampo).
- Bahaya: Dapat mengikis lapisan minyak alami kulit (skin barrier), menyebabkan kulit kering, iritasi, dan memicu alergi.
- Ditemukan di: Sabun, sampo, pembersih wajah, pasta gigi.
4. Phthalates
- Fungsi Asli: Bahan kimia untuk melembutkan plastik, sering dipakai sebagai campuran pewangi.
- Bahaya: Dikenal sebagai pengganggu endokrin (hormon) dan dikaitkan dengan masalah reproduksi.
- Ditemukan di: Cat kuku, hair spray.
5. Toulene
- Fungsi Asli: Pelarut petrokimia.
- Bahaya: Beracun bagi sistem imun, bisa menyebabkan cacat lahir jika terhirup (mudah menguap), dan dikaitkan dengan pemicu keguguran.
- Ditemukan di: Pewarna rambut, cat kuku.
6. Formaldehyde (Formalin)
- Fungsi Asli: Bahan pengawet yang sangat kuat untuk mencegah bakteri.
- Bahaya: Karsinogen (penyebab kanker) yang kuat, dapat memicu iritasi, alergi, sakit kepala, dan nyeri sendi. Sudah dilarang di Eropa.
- Ditemukan di: Losion, sampo, perawatan rambut keratin.
7. Oxybenzone (dan Chemical Sunscreen Lainnya)
- Fungsi Asli: Filter UV kimiawi dalam sunscreen.
- Bahaya: Dapat mengganggu fungsi endokrin (hormon) dan tiroid. Hindari juga bahan seperti PABA, octinoxate, dan homosalate.
- Ditemukan di: Tabir surya, losion dengan SPF, lip balm.
8. Triclosan
- Fungsi Asli: Agen antibakteri.
- Bahaya: Dapat memicu resistensi antibiotik (membuat tubuh kebal terhadap antibakteri) dan mengganggu hormon tiroid.
- Ditemukan di: Sabun antibakteri, obat jerawat, pasta gigi.
9. DEA, MEA, TEA (Ethanolamine)
- Fungsi Asli: Pengatur pH atau bahan pembuat busa.
- Bahaya: Dapat membentuk nitrosamin karsinogenik yang mudah diserap tubuh. Studi pada hewan menunjukkan DEA dapat menghambat perkembangan otak.
- Ditemukan di: Sabun mandi, sampo, pembersih wajah.
10. Aluminium
- Fungsi Asli: Bahan aktif dalam antiperspirant (penahan keringat).
- Bahaya: Logam beracun yang memiliki efek seperti estrogen, berpotensi mengganggu sistem endokrin.
- Ditemukan di: Deodoran (terutama antiperspirant).
11. DMDM Hydantoin & Urea (Imidazolidinyl)
- Fungsi Asli: Pengawet yang melepaskan formaldehyde (formalin) secara perlahan.
- Bahaya: Memiliki bahaya yang sama dengan Formaldehyde (alergi kulit, iritasi, sakit kepala).
- Ditemukan di: Kondisioner, sampo, kosmetik.
12. PEG (Polyethylene Glycol) & Propylene Glycol
- Fungsi Asli: Pelarut atau penstabil tekstur produk.
- Bahaya: Dapat menjadi karsinogen, merusak kulit, dan dikaitkan dengan kanker.
- Ditemukan di: Losion, makeup, parfum, foundation.
13. Siloxane (Cyclomethicone, dll)
- Fungsi Asli: Bahan untuk melembutkan dan menghaluskan (biasa di produk rambut atau primer makeup).
- Bahaya: Mengandung racun yang dapat mengganggu endokrin, memicu tumor rahim, dan gangguan sistem saraf.
- Ditemukan di: Pelembap, deodoran, produk rambut.
14. Phenoxyethanol
- Fungsi Asli: Pengawet (sering dipakai sebagai pengganti Paraben).
- Bahaya: Dilarang di Jepang dan Eropa dalam konsentrasi tinggi karena dapat memicu toksisitas dan masalah reproduksi.
- Ditemukan di: Pembersih wajah, losion.
15. BHT (Butylated Hydroxytoluene)
- Fungsi Asli: Antioksidan sintetis dan pengawet agar produk awet.
- Bahaya: Bisa mengganggu keseimbangan hormon dan memicu kerusakan liver.
- Ditemukan di: Lipstik, pelembap, krim popok.
16. Lead (Timbal)
- Fungsi Asli: Sering ditemukan sebagai kontaminan pada pigmen warna.
- Bahaya: Logam berat karsinogenik yang sangat beracun, mudah menyerap ke tubuh dan menumpuk di tulang.
- Ditemukan di: Lipstik, lip gloss, eyeliner, pewarna rambut.
Bahan Berbahaya Lainnya yang Perlu Diwaspadai:
- Methylisothiazolinone
- Acrylates (ethyl acrylate, ethyl methacrylate)
- Alkohol (terutama jika di 5 urutan pertama ingredients untuk kulit kering)
- Coal Tar
- 1,4-DIOXANE
- Mercury (Merkuri)
- Mineral Oil (jika Anda rentan komedo)
Selalu baca label kemasan produk skincare Anda dengan teliti. Jangan hanya melihat apa yang ditampilkan dalam promosi.
Baca juga: 10 Bahan Aktif Skincare Terpopuler 2025 & Manfaatnya (Niacinamide, Retinal, Ceramide)

Lebih bijak dalam memilih produk skincare. (Foto: Freepik.com)















