Home / Internasional / Konflik / Politik

Senin, 22 September 2025 - 12:53 WIB

Inggris, Australia, dan Kanada Resmi Akui Negara Palestina; Israel Sebut Ini ‘Hadiah untuk Terorisme’

koransakti - Penulis

Genosida Israel ke Palestina (Sumber: EPA)

Genosida Israel ke Palestina (Sumber: EPA)

koransakti.co.id – Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, mengumumkan perubahan kebijakan luar negeri yang signifikan. Pada hari Minggu (21/9/2025), Inggris secara resmi mengakui negara Palestina. Langkah bersejarah ini dengan cepat diikuti oleh negara-negara sekutunya, yaitu Australia, Kanada, dan Portugal.

Pengumuman ini datang di saat upaya perdamaian di Timur Tengah menemui jalan buntu dan krisis kemanusiaan di Gaza semakin memburuk. Namun, keputusan ini langsung menuai kecaman keras dari pemerintah Israel.

 

Pesan Starmer: “Menjaga Kemungkinan Perdamaian”

Dalam sebuah pernyataan video, PM Starmer mengatakan bahwa keputusan ini diambil untuk menjaga harapan akan solusi dua negara tetap hidup. “Di tengah kengerian yang terus tumbuh di Timur Tengah, kami bertindak untuk menjaga kemungkinan perdamaian dan solusi dua negara,” ujarnya.

Baca juga :   Simulasi Luhut: Tarif Trump 19% Bisa Dongkrak Ekonomi RI

Starmer dengan tegas menolak anggapan bahwa pengakuan ini adalah “hadiah untuk Hamas”. Ia menegaskan bahwa visi solusi dua negara adalah kebalikan dari visi kebencian yang diusung oleh Hamas. Menurutnya, Hamas tidak memiliki masa depan dan peran dalam pemerintahan Palestina yang diakui.

 

Reaksi Keras dari Israel

Pemerintah Israel merespons keputusan ini dengan sangat marah. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa sebuah negara Palestina “tidak akan terjadi”.

“Anda memberikan hadiah besar bagi terorisme,” kata Netanyahu, merujuk pada serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Menteri sayap kanan Israel, Itamar Ben Gvir, bahkan bereaksi lebih ekstrem. Ia menyerukan agar Israel mencaplok Tepi Barat dan membubarkan Otoritas Palestina sebagai balasan.

Baca juga :   Presiden Prabowo Lakukan Pertemuan Bilateral dengan PM Lao PDR, Sonexay Siphandone

 

Dukungan dan Kritik dari Berbagai Pihak

Keputusan ini disambut baik oleh Presiden Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas. Ia mengatakan langkah ini akan membantu membuka jalan bagi “negara Palestina untuk hidup berdampingan dengan negara Israel dalam keamanan dan perdamaian.”

Namun, di Inggris sendiri, keputusan ini menuai kritik dari pihak oposisi. Pemimpin Konservatif, Kemi Badenoch, menyebut langkah ini “sangat membawa bencana”. Sementara itu, Forum Keluarga Sandera dan Hilang di Inggris mengutuk keputusan ini sebagai “pengkhianatan terhadap kemanusiaan” yang justru akan menguatkan Hamas.

Di sisi lain, Hamas menyambut baik pengakuan ini sebagai “langkah penting”, namun menuntut adanya “tindakan praktis” untuk mengakhiri perang.

Berita ini 27 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Penentuan Nasib di Paris: Link Live Streaming PSG vs AS Monaco Leg Kedua Liga Champions

Internasional

Penentuan Nasib di Paris: Link Live Streaming PSG vs AS Monaco Leg Kedua Liga Champions

Internasional

Geger Politik Thailand: PM Paetongtarn Shinawatra Dipecat Mahkamah Konstitusi

Internasional

Di Hadapan Puluhan Ribu Pelayat, Trump Sebut Charlie Kirk ‘Pahlawan Amerika’

Internasional

Skandal Naturalisasi Malaysia, Pengamat: Sanksi FIFA Kurang Keras, Harusnya Dilarang Bertanding

Kesehatan

Prabowo Tanggapi Kasus Keracunan MBG: Ini Masalah Besar, Akan Kita Selesaikan

Hukum

Pengeroyokan Sekuriti GMC Berakhir Damai, Korban Resmi Cabut LaporanĀ 

Bisnis

Streamer Malaysia Pecahkan Rekor, Jual Kartu MTG x Marvel Seharga Rp 417 Juta

Bungo

Menyantap Gulai Talang di Mersam, Akhiri Safari Politik Romi di Bungo, Merangin, Sarolangun dan Batanghari..Tuka Gubernur Membahana Lagi.