Home / Internasional / Kesehatan / Sains

Kamis, 9 Oktober 2025 - 11:44 WIB

WHO Peringatkan Krisis: Riset Antibiotik Baru Melambat, Bakteri Kebal Obat Makin Mengancam

koransakti - Penulis

Laporan terbaru WHO menyoroti kurangnya inovasi dalam pengembangan antibiotik dan alat diagnostik untuk melawan bakteri yang kebal terhadap obat. (Sumber: WHO)

Laporan terbaru WHO menyoroti kurangnya inovasi dalam pengembangan antibiotik dan alat diagnostik untuk melawan bakteri yang kebal terhadap obat. (Sumber: WHO)

koransakti.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis dua laporan terbaru yang memberikan peringatan keras mengenai ancaman resistensi antimikroba (AMR) atau bakteri yang kebal terhadap obat. Laporan tersebut mengungkap adanya krisis ganda: riset untuk menemukan antibiotik baru berjalan lambat dan tidak inovatif, sementara alat diagnostik yang dibutuhkan untuk mendeteksi infeksi juga sangat kurang.

WHO menegaskan bahwa tanpa tindakan segera, dunia akan kesulitan mengatasi penyebaran infeksi bakteri yang kebal obat.

Pipa Riset Antibiotik ‘Bocor’: Inovasi Melambat

Laporan pertama WHO menganalisis kandidat-kandidat antibakteri yang sedang dalam tahap pengembangan klinis dan praklinis. Temuannya sangat mengkhawatirkan:

  • Jumlah Kandidat Menurun: Jumlah antibakteri dalam jalur pengembangan klinis menurun dari 97 pada tahun 2023 menjadi hanya 90 pada tahun 2025.
  • Kurang Inovatif: Dari 90 kandidat tersebut, hanya 15 yang dianggap benar-benar inovatif.
  • Tidak Efektif Lawan Bakteri Kritis: Hanya 5 dari 90 kandidat yang terbukti efektif melawan setidaknya satu jenis bakteri dalam kategori “kritis” WHO, yaitu kategori patogen paling berbahaya.
  • Ekosistem Riset Rapuh: 90% perusahaan yang terlibat dalam riset praklinis adalah perusahaan kecil, yang menunjukkan betapa rapuhnya ekosistem R&D antibiotik saat ini.
Baca juga :   WHO Luncurkan Panduan Baru Atasi Krisis Kesehatan Mental di Tengah Bencana Global

Kesenjangan Kritis pada Alat Diagnostik

Laporan kedua menyoroti pentingnya alat diagnostik dalam mengendalikan AMR, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Namun, WHO menemukan adanya kesenjangan yang persisten, di antaranya:

  • Tidak adanya alat yang bisa mendeteksi infeksi aliran darah secara cepat tanpa melalui proses kultur.
  • Kurangnya akses terhadap tes sederhana untuk membedakan antara infeksi bakteri dan virus (yang sering menyebabkan penggunaan antibiotik yang tidak perlu).
  • Terbatasnya alat diagnostik yang simpel dan mudah digunakan di fasilitas kesehatan tingkat pertama.
Baca juga :   Laporan WHO: 1,4 Miliar Orang Hidup dengan Hipertensi, Mayoritas Tak Terkontrol

Seruan Aksi Mendesak dari WHO

Asisten Direktur Jenderal WHO, Dr. Yukiko Nakatani, menyatakan bahwa situasi ini sangat mendesak. “Resistensi antimikroba terus meningkat, tetapi jalur penemuan pengobatan dan diagnostik baru tidak cukup untuk mengatasi penyebaran infeksi bakteri yang kebal obat,” ujarnya.

“Tanpa investasi lebih besar dalam R&D… infeksi yang kebal obat akan terus menyebar,” tegasnya.

WHO secara spesifik menyerukan investasi yang lebih besar pada alat-alat yang dirancang untuk negara dengan sumber daya terbatas. Kedua laporan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi para peneliti, industri, dan pemerintah untuk mengarahkan kembali fokus dan investasi mereka guna mengatasi ancaman AMR secara lebih efektif.

Berita ini 46 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Bernardo Silva Ungkap Penyebab Man City Sering Tergelincir

Internasional

Bernardo Silva Ungkap Penyebab Man City Sering Tergelincir
Kenapa Main HP Sebelum Tidur Bikin Insomnia? Kenalan dengan Melatonin (C13H16N2O2), Si "Vampir" Takut Cahaya!

Artikel

Kenapa Main HP Sebelum Tidur Bikin Insomnia? Kenalan dengan Melatonin (C13H16N2O2), Si “Vampir” Takut Cahaya!

Internasional

Ronaldo Cegah Casemiro ke Klub Messi, Al-Nassr Dorong Reuni Eks Real Madrid
Pojok Sains: Kopi Tidak Memberi Energi! Ini Fakta Mengerikan Cara Kafein "Membohongi" Otak Anda

Fakta Unik

Pojok Sains: Kopi Tidak Memberi Energi! Ini Fakta Mengerikan Cara Kafein “Membohongi” Otak Anda

Lingkungan

Siap-siap! BMKG Prakirakan La Nina Tiba di Indonesia Akhir 2025, Musim Hujan Datang Lebih Awal
Spiderman Dunia Nyata! Terungkap Alasan Ilmiah Kenapa Cicak Tidak Jatuh Saat Merayap di Plafon (Ternyata Kakinya Tidak Lengket!)

Artikel

Spiderman Dunia Nyata! Terungkap Alasan Ilmiah Kenapa Cicak Tidak Jatuh Saat Merayap di Plafon (Ternyata Kakinya Tidak Lengket!)

Internasional

WHO Luncurkan Panduan Baru Atasi Krisis Kesehatan Mental di Tengah Bencana Global
The 7 Best Protein Powders of 2025 for Every Fitness Goal

Fitness

The 7 Best Protein Powders of 2025 for Every Fitness Goal