Home / Internasional / Kesehatan / Sains

Minggu, 28 September 2025 - 21:22 WIB

Laporan WHO: 1,4 Miliar Orang Hidup dengan Hipertensi, Mayoritas Tak Terkontrol

koransakti - Penulis

Seorang perawat memeriksa tekanan darah pasien di Zimbabwe. Hipertensi yang tidak terkontrol menjadi penyebab utama serangan jantung dan stroke di seluruh dunia. (Sumber: WHO/Tafadzwa Ufumeli)

Seorang perawat memeriksa tekanan darah pasien di Zimbabwe. Hipertensi yang tidak terkontrol menjadi penyebab utama serangan jantung dan stroke di seluruh dunia. (Sumber: WHO/Tafadzwa Ufumeli)

koransakti.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis Laporan Hipertensi Global kedua yang mengungkapkan data mengkhawatirkan: sebanyak 1,4 miliar orang hidup dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi pada tahun 2024. Namun, hanya satu dari lima orang di antaranya yang kondisinya terkontrol dengan baik.

Laporan yang dirilis di sela-sela Sidang Umum PBB ini menyoroti krisis kesehatan global yang seringkali diabaikan, padahal dapat dicegah dan diobati.

Krisis Senyap yang Mematikan

Hipertensi merupakan penyebab utama serangan jantung, stroke, penyakit ginjal kronis, dan demensia. Menurut Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, krisis ini memiliki dampak yang mematikan.

“Setiap jam, lebih dari 1.000 nyawa melayang akibat stroke dan serangan jantung dari tekanan darah tinggi, dan sebagian besar kematian ini dapat dicegah,” ujar Dr. Tedros.

Baca juga :   Jangan Abaikan Maag, Bisa Jadi Tanda Gastritis yang Berbahaya

Tanpa tindakan segera, jutaan orang akan terus meninggal sebelum waktunya, dan negara-negara akan menghadapi kerugian ekonomi yang besar. Diperkirakan, penyakit kardiovaskular—termasuk hipertensi—akan merugikan negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah sekitar US$ 3,7 triliun dari tahun 2011 hingga 2025.

Akses Obat Jadi Kendala Utama di Negara Miskin

Salah satu penghalang terbesar dalam pengendalian hipertensi adalah kesenjangan akses terhadap obat-obatan. Laporan ini mengungkap fakta yang mencolok:

  • Hanya 28% negara berpenghasilan rendah yang melaporkan ketersediaan semua obat hipertensi yang direkomendasikan WHO.
  • Sebagai perbandingan, 93% negara berpenghasilan tinggi memiliki akses yang memadai.

“Obat-obatan yang aman, efektif, dan berbiaya rendah untuk mengontrol tekanan darah itu ada, tetapi terlalu banyak orang yang tidak bisa mendapatkannya,” kata Dr. Tom Frieden, Presiden & CEO Resolve to Save Lives.

Baca juga :   Rahasia Berat Awan: Mengapa Benda Seberat Ratusan Ton Bisa Melayang di Langit?

Kisah Sukses dari Berbagai Negara

Meskipun tantangannya besar, laporan ini juga menunjukkan bahwa kemajuan sangat mungkin dicapai. Beberapa negara telah menunjukkan keberhasilan signifikan, di antaranya:

  • Bangladesh: Meningkatkan tingkat kontrol hipertensi dari 15% menjadi 56% di beberapa wilayah dengan mengintegrasikan layanan hipertensi ke dalam paket layanan kesehatan esensial.
  • Filipina: Secara efektif menerapkan paket teknis HEARTS dari WHO di tingkat layanan masyarakat secara nasional.
  • Korea Selatan: Mencapai tingkat kontrol tekanan darah nasional yang tinggi (59%) melalui reformasi kesehatan, termasuk menyediakan obat antihipertensi dengan biaya rendah.

WHO menyerukan kepada semua negara untuk memasukkan program pengendalian hipertensi ke dalam reformasi jaminan kesehatan universal (UHC) mereka, sebagai langkah krusial untuk mencegah jutaan kematian dini.

Berita ini 282 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Hukum

Lawan Teori Konspirasi, Presiden Prancis dan Istri Akan Serahkan Bukti Ilmiah ke Pengadilan AS
Pojok Sains: Benarkah Tidak Ada Dua Keping Salju yang Sama Persis? Ini Rahasia "Teori Chaos" di Balik Kristal Es

Fakta Unik

Pojok Sains: Benarkah Tidak Ada Dua Keping Salju yang Sama Persis? Ini Rahasia “Teori Chaos” di Balik Kristal Es
6 Kebiasaan Malam yang Diam-diam Merusak Ginjal, Nomor 2 Sering Anda Lakukan!

Gaya Hidup

6 Kebiasaan Malam yang Diam-diam Merusak Ginjal, Nomor 2 Sering Anda Lakukan!

Kebijakan

Wamentan Sudaryono : Pusvetma Harus Jadi Motor Produksi Vaksin Nasional

Internasional

Libatkan 22 Negara, WHO Gelar Pelatihan Online Perdana untuk Wujudkan Kota yang Lebih Sehat
Pojok Sains: Mengapa Kembang Api Bisa Berwarna-warni? Ini Rahasia Kimia di Balik Ledakan Indah Tahun Baru

Fakta Unik

Pojok Sains: Mengungkap Rahasia “Bom Waktu” di Langit! Bagaimana Kembang Api Bisa Membentuk Pola Wajah & Huruf Secara Presisi?

Edukasi

Alasan Ilmiah Mengapa Langit Indonesia Tidak Pernah Dihiasi Aurora

Internasional

Kejutan Liga Europa: Nottingham Forest Tumbang di Kandang, Lyon Selamatkan Poin di Spanyol