Home / Lingkungan / Nasional / Sains / Teknologi

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 11:00 WIB

Siap-siap! BMKG Prakirakan La Nina Tiba di Indonesia Akhir 2025, Musim Hujan Datang Lebih Awal

koransakti - Penulis

Ilustrasi. BMKG memprakirakan fenomena La Nina akan menyebabkan peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia pada akhir tahun. (Sumber: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Ilustrasi. BMKG memprakirakan fenomena La Nina akan menyebabkan peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia pada akhir tahun. (Sumber: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

koransakti.co.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini mengenai potensi kedatangan fenomena iklim La Nina di Indonesia pada akhir tahun 2025. Akibatnya, sebagian besar wilayah di Tanah Air diprediksi akan mengalami musim hujan yang datang lebih awal dan berlangsung lebih lama dari biasanya.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Musim Hujan Datang Lebih Awal

Berdasarkan laporan Prediksi Musim Hujan 2025/2026, BMKG memprediksi bahwa sekitar 47,6 persen wilayah Indonesia atau 333 zona musim (ZOM) akan memasuki musim hujan lebih awal, yaitu antara bulan September hingga November 2025.

Bahkan, beberapa wilayah di sebagian Sumatera dan Kalimantan diperkirakan telah memasuki musim hujan sebelum bulan September.

“Puncak musim hujan 2025/2026 diprediksi banyak terjadi pada bulan November hingga Desember 2025 di Indonesia bagian barat, dan Januari hingga Februari 2026 di bagian selatan dan timur,” jelas BMKG dalam laporannya.

Baca juga :   Prabowo Tanggapi Kasus Keracunan MBG: Ini Masalah Besar, Akan Kita Selesaikan

Penyebab: La Nina dan IOD Negatif

La Nina adalah fenomena pendinginan Suhu Muka Laut (SML) di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Kondisi ini secara historis menyebabkan peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia.

Potensi hujan yang lebih tinggi ini juga diperkuat oleh kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) yang saat ini berada pada fase negatif dan diperkirakan akan bertahan hingga November 2025.

“BMKG memprediksi La Nina lemah akan mulai muncul pada akhir tahun 2025, berdasarkan sebagian kecil model iklim global,” kata Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG.

Prediksi La Nina Lemah, Namun Tetap Waspada

Meskipun La Nina yang diprediksi kali ini bersifat “lemah”, dampaknya tetap perlu diwaspadai. Layanan Cuaca Nasional Amerika Serikat (NWS) juga mengonfirmasi bahwa fenomena La Nina telah kembali sejak September 2025.

Baca juga :   Kenapa Mengiris Bawang Bikin Mata Menangis? Kenalan dengan Gas C3H6OS, Senjata Pertahanan Diri Tanaman!

NWS memperkirakan ada 55 persen kemungkinan La Nina akan kembali ke fase netral pada periode Januari-Maret 2026. Meskipun La Nina yang lemah cenderung memiliki dampak terbatas pada cuaca ekstrem global, sejarah menunjukkan bahwa fenomena ini tetap dapat memperburuk kekeringan di beberapa wilayah dunia, sekaligus menyebabkan banjir di wilayah lain seperti Indonesia.

BMKG juga memprediksi durasi musim hujan kali ini akan lebih panjang dari biasanya, meskipun secara umum intensitas curah hujannya masih berada dalam kategori normal.

read on CNN Prakiraan La Nina Tiba di RI Akhir Tahun, Curah Hujan Diprediksi Naik

Berita ini 75 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Industri

Program UMK Academy, Pertamina Gelontorkan Bantuan Ratusan Juta Bagi UMKMĀ 
Kenapa Kapur Barus di Lemari Bisa Hilang Sendiri Tanpa Bekas? Kenalan dengan Naftalena (C10H8) dan Misteri Sublimasi!

Artikel

Kenapa Kapur Barus di Lemari Bisa Hilang Sendiri Tanpa Bekas? Kenalan dengan Naftalena (C10H8) dan Misteri Sublimasi!

Advetorial

Divhumas Polri Raih Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)

Bandung

Mahasiswi ITB Terjerat UU ITE Usai Sebar Meme Prabowo-Jokowi

Ekonomi

Trenggono Tegaskan Dana Kapal Bukan dari APBN
Pojok Sains: Kopi Tidak Memberi Energi! Ini Fakta Mengerikan Cara Kafein "Membohongi" Otak Anda

Fakta Unik

Pojok Sains: Kopi Tidak Memberi Energi! Ini Fakta Mengerikan Cara Kafein “Membohongi” Otak Anda

Nasional

Menko Polkam: Sekolah Rakyat Perkuat Ketahanan Ideologi Bangsa ke Depan

Fisika

Mengapa Kita Tidak Merasakan Putaran Bumi yang Super Cepat?