Home / Fakta Unik / Infografis

Jumat, 20 Maret 2026 - 12:17 WIB

Ekuinoks Maret 2026: Matahari Tepat di Khatulistiwa, Ini Dampak yang Terasa di Indonesia

koransakti - Penulis

Koransakti.co.id- Warga Indonesia hari ini dibuat merasakan panas yang tidak biasa. Ternyata, kondisi ini berkaitan dengan fenomena ekuinoks Maret 2026, saat Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa.

Fenomena ini terjadi pada Jumat (20/3/2026) dan menjadi momen langka ketika posisi Matahari seolah “tepat di atas kepala” wilayah tropis, termasuk Indonesia.

Matahari Tepat di Atas Kepala, Ini Penyebabnya

Ekuinoks merupakan peristiwa astronomi yang terjadi dua kali dalam setahun, yakni Maret dan September. Pada fase ini, Matahari melintasi garis ekuator, membuat penyinaran ke Bumi menjadi merata.

Baca juga :   Ternyata Bukan Kuning! Inilah Warna Asli Matahari dan Rahasia di Balik Cahayanya

Akibatnya, durasi siang dan malam di hampir seluruh dunia berlangsung hampir sama, sekitar 12 jam.

Namun bagi Indonesia, dampaknya terasa lebih ekstrem.

Kenapa Terasa Lebih Panas?

Saat ekuinoks, sinar Matahari jatuh hampir tegak lurus ke permukaan Bumi. Inilah yang membuat suhu udara terasa lebih terik dari biasanya, terutama pada siang hari.

Bahkan, di beberapa daerah bisa terjadi fenomena unik yang disebut hari tanpa bayangan. Pada momen ini, bayangan benda tampak sangat pendek atau hampir menghilang.

Tak heran jika banyak warga merasa cuaca “lebih menyengat” dibanding hari-hari biasa.

Baca juga :   Menembus Batas Langit: Alasan Sains dan Strategis di Balik Ambisi Manusia Menuju Bulan

Jangan Panik, Ini Fenomena Normal

Meski terasa lebih panas, masyarakat tidak perlu khawatir. Ekuinoks adalah fenomena alam yang rutin terjadi setiap tahun dan bukan pertanda bencana atau perubahan iklim ekstrem.

Para ahli memastikan kondisi ini merupakan bagian dari siklus pergerakan Bumi mengelilingi Matahari.

Fenomena Global, Bukan Cuma Indonesia

Ekuinoks juga berdampak pada belahan Bumi lainnya. Di wilayah utara, fenomena ini menandai awal musim semi, sementara di selatan menjadi awal musim gugur.

Artinya, peristiwa ini adalah bagian penting dari siklus musim global.

Berita ini 35 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Alasan Tersembunyi di Balik Absennya Guling di Kamar Hotel Berbintang

Fakta Unik

Alasan Tersembunyi di Balik Absennya Guling di Kamar Hotel Berbintang
Kenapa Jagung Popcorn Bisa Meledak "Duar" Saat Dipanaskan? Ternyata Ada Bom Uap di Dalamnya!

Artikel

Kenapa Jagung Popcorn Bisa Meledak “Duar” Saat Dipanaskan? Ternyata Ada Bom Uap di Dalamnya!

Fakta Unik

Misteri Sosok Mona Lisa: Siapa Perempuan di Balik Lukisan Da Vinci?

Fakta Unik

Rahasia Di Balik Kilau Putih Salju: Mengapa Kristal Bening Bisa Menghasilkan Hamparan Putih?
Pojok Sains: Kenapa Tombol "Next Episode" Sangat Sulit Ditolak? Ini Bedah Ilmiah Apa yang Terjadi di Otak Saat Anda "Binge-Watching"

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Tombol “Next Episode” Sangat Sulit Ditolak? Ini Bedah Ilmiah Apa yang Terjadi di Otak Saat Anda “Binge-Watching”
Pojok Sains: Kado Natal Udah Dibuka, Kok Kucing Malah Milih Kardusnya? Ini Alasan Ilmiahnya!

Fakta Unik

Pojok Sains: Kado Natal Udah Dibuka, Kok Kucing Malah Milih Kardusnya? Ini Alasan Ilmiahnya!

Fakta Unik

5 Serangga Pemilik Senjata Kimia Paling Mematikan di Dunia (Ada Lebah Madu!)

Infografis

Sepanjang 1.900 Km Sesar Besar Sumatra; Bisakah Bergeser Sekaligus Seperti di Myanmar?