Home / Fakta Unik / Pendidikan / Sains

Selasa, 16 Desember 2025 - 13:35 WIB

Pojok Sains: Kenapa Es Batu Mengapung? Mengenal “Anomali Air” yang Menyelamatkan Bumi

koransakti - Penulis

Satu-satunya benda padat yang bisa mengapung di cairan asalnya sendiri. Keajaiban kecil ini adalah alasan kenapa ikan tidak mati membeku di musim dingin. (Sumber: Freepik/koransakti.co.id)

Satu-satunya benda padat yang bisa mengapung di cairan asalnya sendiri. Keajaiban kecil ini adalah alasan kenapa ikan tidak mati membeku di musim dingin. (Sumber: Freepik/koransakti.co.id)

koransakti.co.id – Pernahkah Anda berpikir, kenapa es batu di gelas teh manis Anda selalu mengapung di atas? Kenapa tidak tenggelam ke dasar gelas?

Pertanyaan ini terdengar sepele, tapi jawabannya menyimpan salah satu rahasia terbesar alam semesta yang disebut Anomali Air.

Secara hukum fisika umum, sebuah benda akan menyusut dan menjadi lebih berat (padat) jika didinginkan. Sebaliknya, benda akan memuai jika dipanaskan. Contohnya besi: jika cair ia ringan, jika beku (padat) ia berat dan pasti tenggelam dalam lelehannya sendiri.

Tapi, Air (H2O) itu “pemberontak”. Dia melanggar aturan tersebut.

Apa Itu Anomali Air?

Anomali air adalah sifat ketidakteraturan air dalam merespon perubahan suhu.

  • Saat air didinginkan dari suhu tinggi sampai 4°C, dia patuh pada hukum fisika: volumenya menyusut dan massa jenisnya memberat.

  • TAPI, begitu suhu turun dari 4°C ke 0°C (titik beku), air malah MEMUAI (volumenya membesar).

Baca juga :   Bahaya Mikroplastik: Tak Terlihat, Ini Dampaknya (Kanker) & Cara Mengurangi Paparannya

Inilah kenapa botol kaca berisi air penuh bisa pecah jika ditaruh di freezer. Air di dalamnya “mengembang” saat menjadi es dan mendesak botol hingga pecah.

Penjelasan Ilmiah (Versi Simpel)

Kenapa bisa begitu? Karena struktur molekul air (Ikatan Hidrogen).

Saat berbentuk cair, molekul air bergerak bebas dan berdesak-desakan. Namun saat membeku menjadi kristal es, molekul-molekul tersebut mengatur diri menjadi pola heksagonal (segi enam) yang berongga.

Rongga-rongga udara di dalam struktur es inilah yang membuat volume es bertambah sekitar 9% dibandingkan saat ia masih cair. Akibatnya, es menjadi lebih ringan (massa jenis lebih rendah) daripada air cair. Karena lebih ringan, maka ia mengapung!

Efeknya Bagi Kehidupan (Real Fact)

Bayangkan jika air tidak punya sifat anomali ini. Bayangkan jika es lebih berat dari air (seperti zat lainnya).

  1. Di musim dingin, lapisan es yang terbentuk di permukaan danau/laut akan tenggelam ke dasar.

  2. Permukaan air yang baru akan terekspos udara dingin, membeku lagi, lalu tenggelam lagi.

  3. Lama-kelamaan, seluruh danau dan lautan akan membeku total dari dasar hingga ke permukaan.

Baca juga :   Korban Keracunan MBG Tembus 10.482 Anak, JPPI Desak Pemerintah Tutup Semua Dapur

Jika itu terjadi, semua ikan, terumbu karang, dan makhluk laut akan mati terperangkap dalam balok es raksasa.

Berkat Anomali Air, es yang terbentuk tetap mengapung di atas. Lapisan es ini justru bertindak sebagai “selimut” atau isolator yang menahan suhu dingin udara luar, sehingga air di bawahnya tetap cair dan hangat (sekitar 4°C). Ikan-ikan pun selamat melewati musim dingin.

Jadi, es batu di gelas Anda bukan sekadar penyegar dahaga, tapi bukti keajaiban desain alam yang menjaga kehidupan di Bumi tetap berlangsung.

Baca juga:

  1. Rahasia Awet Muda & Langsing? Ini 12 Manfaat Ajaib Teh Hijau yang Jarang Diketahui
  2. Bukan Cuma Buat Kulit Glowing! Ini 6 Manfaat Kolagen & Makanan Sumbernya
Berita ini 129 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Internasional

WHO Luncurkan Dasbor Baru untuk Pantau Ancaman Resistensi Antimikroba Global

Edukasi

Radar Alami Nyamuk: Alasan Mengapa Kamu Tetap Digigit di Ruang Gelap
Pojok Sains: Kenapa Tombol "Next Episode" Sangat Sulit Ditolak? Ini Bedah Ilmiah Apa yang Terjadi di Otak Saat Anda "Binge-Watching"

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Tombol “Next Episode” Sangat Sulit Ditolak? Ini Bedah Ilmiah Apa yang Terjadi di Otak Saat Anda “Binge-Watching”

Inspiratif

MPLS Ramah 2026 Resmi Dimulai, SMP Negeri 2 Sungai Penuh Sambut 227 Peserta Didik Baru dengan Semangat Belajar

Sains

Menilik Sejarah Waktu: Mengapa Satu Jam Harus 60 Menit dan Sehari 24 Jam?

Advetorial

Ketua Komisi IV,Fadli Sudria Serap Aspirasi SMAN 3 Muaro Jambi
Pojok Sains: Fenomena Pareidolia, Kenapa Kita Sering Melihat 'Wajah' di Benda Mati?

Fakta Unik

Pojok Sains: Fenomena Pareidolia, Kenapa Kita Sering Melihat ‘Wajah’ di Benda Mati?

Budaya

Memahami Peristiwa 1965: 6 Rekomendasi Buku yang Wajib Dibaca