Home / Kesehatan / Nasional / Pendidikan / Peristiwa

Rabu, 8 Oktober 2025 - 18:02 WIB

Korban Keracunan MBG Tembus 10.482 Anak, JPPI Desak Pemerintah Tutup Semua Dapur

koransakti - Penulis

Ilustrasi (Foto: Bankom Semarang)

Ilustrasi (Foto: Bankom Semarang)

koransakti.co.id – Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) merilis data terbaru yang mengkhawatirkan mengenai kasus keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga 4 Oktober 2025, JPPI mencatat total korban keracunan telah mencapai 10.482 anak di seluruh Indonesia.

Melihat lonjakan kasus yang terus terjadi, JPPI mendesak pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengambil langkah tegas dengan menutup seluruh dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara nasional.

Jumlah Korban Justru Meningkat Pasca Penutupan Sebagian

Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, memaparkan bahwa kebijakan penutupan sebagian SPPG yang bermasalah sama sekali tidak efektif. Ia mengungkap fakta bahwa dalam sepekan setelah BGN menutup beberapa dapur (29 September – 3 Oktober), jumlah korban baru justru meningkat tajam.

“Jumlah korban keracunan MBG naik menjadi 1.833 anak, lebih tinggi dari rata-rata korban mingguan selama September yakni 1.531 anak per minggu,” kata Ubaid dalam keterangannya.

Baca juga :   74 Siswa di Agam Keracunan MBG, Gubernur Sumbar Hentikan Operasional Dapur SPPG

JPPI juga menemukan bahwa kasus keracunan kini telah menyebar ke dua provinsi baru, yaitu Sumatera Barat (122 anak) dan Kalimantan Tengah (27 anak). Lima provinsi dengan korban terbanyak dalam sepekan terakhir adalah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

“Kegagalan Sistemik, Bukan Sekadar Masalah”

Menurut Ubaid, temuan-temuan ini membuktikan bahwa masalah MBG bukanlah sekadar insiden sporadis, melainkan sebuah kegagalan sistemik dalam tata kelola gizi nasional.

“BGN tidak bisa lagi berpura-pura mengendalikan situasi dengan langkah setengah hati. Keselamatan anak jauh lebih penting daripada pencitraan kebijakan,” tegasnya.

Baca juga :   Tekad Warga Dusun Suru Kab Nganjuk Menimba Ilmu

JPPI juga menyoroti munculnya gelombang penolakan program MBG dari sekolah dan orang tua di berbagai daerah, serta adanya laporan intimidasi terhadap pihak-pihak yang bersuara kritis mengenai kasus ini.

Tuntutan Tegas untuk Pemerintah

Sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap keselamatan anak-anak, JPPI mengajukan beberapa tuntutan mendesak kepada BGN:

  1. Menutup seluruh dapur MBG (SPPG) secara nasional dan melakukan audit program secara menyeluruh.
  2. Menghapus kebijakan yang mewajibkan guru untuk mencicipi sampel makanan, karena dianggap merendahkan martabat profesi guru.
  3. Memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang membiarkan praktik berbahaya dalam program MBG terus berlangsung.

“MBG ini seharusnya menjadi simbol perhatian negara terhadap anak, bukan bukti abainya negara terhadap nyawa mereka. Janganlah jadikan anak sebagai kelinci percobaan,” pungkas Ubaid.

Berita ini 48 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pojok Sains: Kenapa Es Batu Mengapung? Mengenal "Anomali Air" yang Menyelamatkan Bumi

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Es Batu Mengapung? Mengenal “Anomali Air” yang Menyelamatkan Bumi

Nasional

International Women’s Day, Jurnalis Independen Bersatu Ungkapkan 9 Kesimpulan Dialog Bersama Muballighoh, Nawaning & Akademisi

Internasional

Pidato Prabowo di PBB Tuai Pujian, Penulis Pidato SBY: Bangga dan Terharu
Mengenang Donny Fattah: Pilar Kokoh dan Pencipta Roh Musik Rock God Bless

Musik

Mengenang Donny Fattah: Pilar Kokoh dan Pencipta Roh Musik Rock God Bless

Artikel

Kiblat Pendidikan Indonesia, Kiblat Sendiri / Tak Berkiblat?
Jaga Jantung Saat Ramadan: 6 Rekomendasi Makanan Rendah Garam untuk Sahur dan Berbuka

Artikel

Jaga Jantung Saat Ramadan: 6 Rekomendasi Makanan Rendah Garam untuk Sahur dan Berbuka

Kesehatan

Diskusi Publik Bagaimana Pengelolaan Penanganan TBC yang Ada di Indonesia

Jakarta

Kornas Kawan Indonesia Desak Klarifikasi Penghapusan Kewenangan TNI dalam Pemberantasan Narkotika