Home / Daerah / Kesehatan / Peristiwa

Kamis, 2 Oktober 2025 - 11:24 WIB

74 Siswa di Agam Keracunan MBG, Gubernur Sumbar Hentikan Operasional Dapur SPPG

koransakti - Penulis

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, saat mengonfirmasi penghentian sementara dapur SPPG di Agam pasca-insiden keracunan MBG, Kamis (2/10/2025). (Sumber: ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, saat mengonfirmasi penghentian sementara dapur SPPG di Agam pasca-insiden keracunan MBG, Kamis (2/10/2025). (Sumber: ANTARA/Muhammad Zulfikar)

koransakti.co.id – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, mengambil langkah tegas setelah 74 siswa di Kabupaten Agam diduga mengalami keracunan usai menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah Provinsi (Pemprov) langsung menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan tersebut.

Insiden ini terjadi pada Rabu (1/10/2025) dan menambah daftar panjang kasus serupa yang terjadi di berbagai daerah.

Gubernur Hentikan Sementara Operasional Dapur

Dalam rapat koordinasi pelaksanaan MBG di Padang pada hari Kamis (2/10), Gubernur Mahyeldi mengonfirmasi penghentian operasional dapur SPPG yang berlokasi di Nagari Kampung Tangah, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam.

Baca juga :   Gubernur Al Haris Minta Pembangunan SPPG di Daerah 3T Jambi Dipercepat

“Operasional dapur SPPG itu sudah kita hentikan sementara,” kata Mahyeldi.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah mengambil langkah ini sebagai respons cepat untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, sementara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan MBG langsung melakukan investigasi untuk mencari penyebab pasti keracunan.

28 Korban Masih Dirawat Intensif

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Muhammad Lutfi Ar, memberikan perkembangan terbaru mengenai kondisi para korban. Hingga Kamis pagi, sebanyak 28 korban masih menjalani perawatan intensif di tiga pusat pelayanan kesehatan yang berbeda.

Baca juga :   Update Keracunan MBG Bandung Barat: 1.244 Orang Sembuh, 65 Masih Dirawat

“Sebanyak 28 korban ini merupakan pelajar, guru, kakak dan adik siswa yang berasal dari Nagari Manggopoh dan Kampung Tangah,” sebut Lutfi Ar.

Gubernur Mahyeldi juga berjanji akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di setiap daerah di Sumatera Barat. Ia ingin memastikan program unggulan Presiden Prabowo ini dapat berjalan dengan baik dan aman, tanpa ada lagi insiden keracunan di kemudian hari.

 

baca Koran Sakti – Informasi Akurat Terpercaya

Berita ini 36 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Daerah

Pemprov Jatim Terapkan WFH ASN Mulai Rabu, Khofifah Hindari Efek Long Weekend

Advetorial

Bupati Kerinci Adirozal Serahkan Hadiah Pemenang Lomba Peringatan HUT RI Ke-77

Jambi

Wakapolda Membuka Acara Asosiasi Puskeu dan Asistensi Puskeu Polri

Sungai Penuh

Pemkot Sungai Penuh Buka Seleksi Terbuka 7 Jabatan Eselon II, Pendaftaran hingga 25 Desember 2025

Peristiwa

Berduaan dalam Ruangan Terkunci, Integritas Direktur RSUD Dipertanyakan
Danrem 042/Gapu Pimpin Kenaikan Pangkat Perwira, Tegaskan Ini Bukan Sekadar Formalitas

Jambi

Danrem 042/Gapu Pimpin Kenaikan Pangkat Perwira, Tegaskan Ini Bukan Sekadar Formalitas

Advetorial

Pemkot Sungai Penuh Serahkan Dana Hibah Pengamanan Pilkada Serentak 2024

Inspiratif

Amrizal: TMMD ke-126 di Sungai Penuh Pacu Pembangunan Desa