koransakti.co.id – Pernahkah Anda berpikir ke mana perginya sampah plastik di lautan? Limbah tersebut tidak hilang, melainkan terurai menjadi potongan kecil tak kasat mata yang disebut mikroplastik.
Tanpa kita sadari, partikel kecil ini bisa kembali ke tubuh kita melalui makanan yang kita konsumsi, seperti ikan, garam, atau bahkan air minum. Mari kita kenali apa itu mikroplastik dan dampaknya bagi kesehatan.
Apa Itu Mikroplastik?
Mikroplastik adalah potongan plastik dengan diameter sangat kecil, kurang dari 5 milimeter. Ada dua jenis utama:
Mikro Primer: Plastik yang sengaja diproduksi berukuran kecil (misalnya, microbeads dalam sabun, deterjen, atau kosmetik).
Mikro Sekunder: Berasal dari penguraian sampah plastik besar (kantong, botol, jaring ikan) oleh sinar matahari dan air laut.
Partikel ini dapat bertahan di lingkungan dalam waktu yang sangat lama.
Bagaimana Mikroplastik Masuk ke Tubuh Manusia?
Mikroplastik di perairan sering tertelan oleh plankton. Plankton kemudian dimakan oleh ikan kecil, lalu ikan besar, dan akhirnya masuk ke meja makan manusia.
Selain melalui konsumsi ikan, penelitian (Eka Chlara Budiarti, Ecological Observation and Wetlands Conservation) menemukan mikroplastik bisa masuk melalui:
Pencernaan: Dari garam laut (yang terkontaminasi), penggunaan wadah makanan plastik yang terkelupas, atau air minum kemasan.
Pernapasan: Dari serat plastik (debu) yang ada di udara, sering berasal dari serat pakaian (tipe serat).
Jenis Kimia Berbahaya dalam Mikroplastik
Mikroplastik juga bertindak seperti ‘magnet’ yang mengikat bahan kimia beracun dari lingkungan. Beberapa kontaminan umum yang ditemukan dalam mikroplastik antara lain:
Bisphenol-A (BPA): Bahan pembuat plastik polikarbonat (wadah makanan).
Ftalat (Phthalate): Bahan pelentur plastik agar transparan dan tahan lama.
Dioksin: Produk sampingan herbisida yang mencemari lingkungan.
Polietilen (PET, HDPE) & Polipropilen (PP): Bahan dasar botol minum dan kemasan makanan.
Dampak Mikroplastik Bagi Kesehatan (Bahaya Jangka Panjang)
Karena merupakan benda asing, tubuh tidak dapat mencerna atau menyerap mikroplastik. Akibatnya, partikel ini akan mengendap di saluran pencernaan, pernapasan, atau organ lain.
Endapan ini dapat menimbulkan iritasi. Jika terjadi terus-menerus dalam waktu lama, iritasi ini bisa berkembang menjadi peradangan kronis yang dapat memicu timbulnya tumor bahkan kanker.
Cara Mengurangi Paparan Mikroplastik (Tips Harian)
Kita tidak bisa sepenuhnya terhindar, namun kita bisa mengurangi paparannya secara signifikan dengan cara berikut:
Jangan Panaskan Makanan di Wadah Plastik: Panas (termasuk microwave) membuat plastik lebih mudah terurai dan larut ke dalam makanan.
Utamakan Wadah Non-Plastik: Gunakan wadah kaca, keramik, atau stainless steel untuk menyimpan makanan dan minuman, terutama yang panas.
Hindari Botol Minum Plastik (PET): Kurangi penggunaan botol air kemasan sekali pakai. Gunakan tumbler non-plastik.
Kurangi Penggunaan Plastik: Selalu bawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong plastik dan bungkus makanan.
Baca juga:















