Home / Internasional / Sains

Kamis, 25 September 2025 - 20:29 WIB

WHO Luncurkan Dasbor Baru untuk Pantau Ancaman Resistensi Antimikroba Global

koransakti - Penulis

Dasbor GLASS terbaru dari WHO menyediakan data resistensi dan penggunaan antimikroba dari 141 negara. (Sumber: WHO)

Dasbor GLASS terbaru dari WHO menyediakan data resistensi dan penggunaan antimikroba dari 141 negara. (Sumber: WHO)

koransakti.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (25/9/2025) meluncurkan versi terbaru dari dasbor Global Antimicrobial Resistance and Use Surveillance System (GLASS). Peluncuran ini merupakan langkah maju yang signifikan dalam upaya global untuk memantau ancaman resistensi antimikroba (AMR) dan penggunaan antimikroba (AMU) di seluruh dunia.

Dasbor yang telah disempurnakan ini menyediakan akses data yang transparan dan komprehensif, mencakup periode 2016–2023 dari 141 negara, wilayah, dan area (CTA) yang berpartisipasi dalam inisiatif pengawasan global WHO.

Akses Data Transparan dari 141 Negara

Dasbor GLASS yang baru memungkinkan para peneliti, pembuat kebijakan, dan publik untuk mengakses langsung data mentah yang digunakan dalam laporan-laporan WHO. Terdapat dua dasbor utama yang disajikan:

  • Dasbor GLASS-AMR (Resistensi): Mencakup lebih dari 23 juta episode infeksi yang dikonfirmasi secara bakteriologis dari 110 negara. Dasbor ini menyajikan data resistensi terhadap 23 jenis antibiotik pada delapan patogen bakteri yang umum ditemukan.
  • Dasbor GLASS-AMU (Penggunaan): Menampilkan data nasional tentang penggunaan antimikroba sistemik, termasuk antibiotik, antijamur, dan antivirus. Penggunaan diukur dalam Defined Daily Doses (DDD) dan diklasifikasikan menurut sistem AWaRe dari WHO.
Baca juga :   WHO dan India Akan Gelar KTT Global Kedua Pengobatan Tradisional di New Delhi

Temuan Kunci: Target Penggunaan Antibiotik Belum Tercapai

Salah satu temuan kunci dari data tahun 2023 yang disorot oleh WHO adalah mengenai penggunaan antibiotik. Secara global, penggunaan antibiotik dari kategori ‘Access’—yaitu antibiotik lini pertama yang paling direkomendasikan—hanya mencapai 57%.

Baca juga :   Ethiopia Raih Status Penting dari WHO untuk Sistem Regulasi Obat

Lebih mengkhawatirkan lagi, hanya sepertiga negara (34% atau 22 dari 65 negara pelapor) yang berhasil memenuhi target WHO, yaitu setidaknya 70% dari total penggunaan antibiotik nasional berasal dari kategori ‘Access’.

Peluncuran dasbor ini diharapkan dapat mendorong transparansi dan membantu negara-negara di seluruh dunia untuk mengembangkan strategi yang lebih efektif dalam memerangi ancaman resistensi antimikroba yang semakin meningkat.

Baca WHO news origin di Updated WHO dashboard offers new insights on antimicrobial resistance and use

Berita ini 28 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pojok Sains: Kenapa Memberi Kado Terasa Lebih Nikmat daripada Menerima? Efek "Warm Glow" di Otak Anda

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Memberi Kado Terasa Lebih Nikmat daripada Menerima? Efek “Warm Glow” di Otak Anda
Pojok Sains: Fenomena Pareidolia, Kenapa Kita Sering Melihat 'Wajah' di Benda Mati?

Fakta Unik

Pojok Sains: Fenomena Pareidolia, Kenapa Kita Sering Melihat ‘Wajah’ di Benda Mati?
Sang Raja Lautan yang "Terkutuk": Kenapa Hiu Akan Mati Lemas Jika Berhenti Berenang Sedetik Saja? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Artikel

Sang Raja Lautan yang “Terkutuk”: Kenapa Hiu Akan Mati Lemas Jika Berhenti Berenang Sedetik Saja? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Internasional

BMW Recall Ratusan Ribu Mobil Global, Dinamo Starter Bisa Picu Kebakaran
Pojok Sains: Kenapa Kita Suka Nunggu "Senin" atau "Tanggal 1" Buat Berubah? Ini Kekuatan Magis "The Fresh Start Effect"!

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Kita Suka Nunggu “Senin” atau “Tanggal 1” Buat Berubah? Ini Kekuatan Magis “The Fresh Start Effect”!
Pojok Sains: Habis Makan Enak Kok Malah Ngantuk Berat? Kenalan dengan "Food Coma" yang Sering Menyerang Saat Natal

Artikel

Pojok Sains: Kenapa Kita Selalu Ngantuk Berat Setelah Makan Kenyang? (Mengenal “Food Coma”)

Internasional

Data Baru WHO: Lebih dari 1 Miliar Orang di Dunia Hidup dengan Gangguan Mental

Internasional

WHO Luncurkan Panduan Baru Atasi Krisis Kesehatan Mental di Tengah Bencana Global