Home / Artikel / Fakta Unik / Sains

Rabu, 4 Februari 2026 - 22:17 WIB

Sang Raja Lautan yang “Terkutuk”: Kenapa Hiu Akan Mati Lemas Jika Berhenti Berenang Sedetik Saja? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Tiara - Penulis

Berbeda dengan ikan mas di akuarium yang bisa diam di tempat, Hiu harus terus bergerak maju untuk

Berbeda dengan ikan mas di akuarium yang bisa diam di tempat, Hiu harus terus bergerak maju untuk "menabrak" air agar oksigen bisa masuk ke insangnya. (Foto: unsplash/tribunnews/koransakti.co.id)

koransakti.co.id – Rabu, 4 Februari 2026 – Bayangkan jika Anda punya kondisi aneh: Jantung Anda hanya berdetak kalau kaki Anda berlari. Kalau Anda duduk diam, jantung berhenti. Mengerikan, kan?

Itulah nasib yang dialami oleh sebagian besar spesies Hiu, seperti Hiu Putih Besar (Great White) dan Hiu Mako. Mereka adalah mesin pembunuh yang sempurna, tapi mereka punya satu kelemahan fatal: Mereka tidak bisa berhenti bergerak.

Bahkan saat tidur pun, mereka harus meluncur di arus laut. Jika mereka berhenti, mereka akan tenggelam ke dasar laut dan mati kehabisan napas (Hypoxia). Kenapa nasib mereka setragis itu?

1. Ikan Biasa vs Hiu (Pompa Pipi vs Tabrak Lari)

Untuk memahami ini, kita harus lihat cara ikan bernapas.

  • Ikan Biasa (Ikan Mas/Lele): Mereka menggunakan teknik Buccal Pumping (Pompa Pipi). Coba lihat ikan di akuarium, mulutnya buka-tutup terus kan? Itu mereka sedang “memompa” air masuk ke mulut, lalu menekannya keluar lewat insang. Jadi, meskipun mereka diam di pojokan akuarium, mereka tetap bisa bernapas.

  • Hiu (Ram Ventilators): Hiu tidak punya otot pipi yang kuat untuk memompa air. Mereka menggunakan teknik Ram Ventilation. Mereka harus berenang maju dengan cepat dan mulut terbuka, supaya air “Menabrak” (Ram) masuk ke mulut dan mengalir melewati insang secara otomatis karena dorongan arus.

Baca juga :   BERMULA DARI RUANG KECIL DI KAUMAN, MUHAMMADIYAH JADI THE BIG ISLAMIC ORGANIZATION 

2. Bergerak atau Mati

Karena Hiu mengandalkan gerakan tubuh untuk mendorong air masuk ke insang, maka rumusnya sederhana:

  • Bergerak = Air Mengalir = Dapat Oksigen.

  • Berhenti = Air Diam = Oksigen Putus.

Jadi, Hiu sebenarnya tidak pernah “berhenti” seumur hidupnya. Dari lahir sampai mati, mereka adalah nomad abadi.

3. Lho, Kalau Tidur Gimana?

Kalau Hiu harus terus berenang, kapan tidurnya? Sama seperti Lumba-lumba yang kita bahas siang tadi, Hiu juga tidak tidur pulas. Mereka hanya masuk ke mode “Hemat Daya” (Idle Mode). Mereka akan mencari arus laut yang kencang, lalu berenang santai mengikuti arus itu. Jadi air tetap mengalir ke insang dengan usaha minimal.

Baca juga :   TASBIH ALHAOQULLAH MENUJU MEJA BEDAH

4. Tidak Punya Pelampung (Swim Bladder)

Masalah Hiu bukan cuma napas. Ikan biasa punya Kantung Renang (Swim Bladder) berisi gas yang bikin mereka bisa mengapung diam di satu titik (seperti balon). Hiu TIDAK PUNYA kantung renang. Tubuh mereka padat dan berat. Satu-satunya yang bikin mereka tidak tenggelam adalah Gaya Angkat (Lift) dari sirip mereka saat berenang (prinsipnya sama seperti sayap pesawat terbang). Kalau pesawat berhenti, dia jatuh. Kalau Hiu berhenti, dia tenggelam ke dasar laut yang gelap dan bertekanan tinggi.

Kesimpulan

Di balik keganasannya, Hiu sebenarnya adalah makhluk yang menjalani hidup yang melelahkan. Mereka divonis alam untuk terus bergerak maju tanpa henti. Mungkin ini pelajaran buat kita: Just Keep Swimming! Terus bergerak, dan hidup akan terus berjalan.

Baca juga: Tidur dengan Satu Mata Terbuka? Ini Rahasia Ilmiah Bagaimana Lumba-Lumba Tidur Tanpa Takut Tenggelam!

Berita ini 101 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Koran & Tarbiyah Santri

Artikel

Kedamaian dan Ketenangan Hidup

Sains

Menilik Sejarah Waktu: Mengapa Satu Jam Harus 60 Menit dan Sehari 24 Jam?
Paket Lengkap! 30+ Ucapan Imlek 2577 & Menyambut Ramadhan 1447 H (2026): Cocok Buat Status WA, Grup Keluarga, dan Caption Instagram

Artikel

Paket Lengkap! 30+ Ucapan Imlek 2577 & Menyambut Ramadhan 1447 H (2026): Cocok Buat Status WA, Grup Keluarga, dan Caption Instagram
Musim durian tiba! Meski enak, hati-hati "mabuk durian". Kandungan kalori dan gas sulfur (C2H6S) di dalamnya bisa bikin gula darah melonjak dan perut kembung.

Artikel

Musim Durian Tiba! Kenapa Buah Ini Baunya Minta Ampun & Bikin “Mabuk”? Kenalan dengan Senyawa Sulfur (C2H6S) & Bahayanya Jika Kalap!

Artikel

BOLA PINGPONG DAN TELOR ASIN DARI BREBES 

Artikel

Rahasia Sukses Budidaya Stroberi di Dataran Tinggi: Peluang Emas Agribisnis 2026
Bila Takdir datang Terima dengan Tawakal

Artikel

Bila Takdir datang Terima dengan Tawakal