Home / Artikel

Senin, 20 Oktober 2025 - 15:59 WIB

WISATALAH SAMPE KE NEGERI CINA

koransakti - Penulis

Oleh : DEDI ASIKIN

koransakti.co.id, Sungai Penuh- Dahulu di Arab Saudi ada adagium, semacam pepatah, “Carilah ilmu sampai ke negeri China. Itu bukan ayat Qur’an juga bukan hadits.

Awalnya dari Malik bin Anas berdasarkan sumber dari Aisah Tapi para Ulama hadits menyebut narasumber (Aisah) orangnya suka berbohong, sehingga adagium itu di katagorikan sebagai hadits dha’if atau lemah, bahkan batil (palsu).

Bagi konglomerat Indonesia atau rada rada konglomerat tuh ada adagium, ‘Tamasyalah sampai ke negeri Cina. Dalam tulisan saya kemarin sebaiknya, sektor wisata tak usah di sentuh dulu sebelum ekonomi masyarakat secara luas berkembang dengan Ciri ciri antara lain pertumbuhan ekonomi di atas 5 %.

Baca juga :   Bupati Adirozal Pimpin Peringatan Sumpah Pemuda ke-94

Ada banyak destinasi wisata di luar negeri tirai bambu itu.

Ada

– Tembok besar

– benteng kuno sepanjang 20 ribu km yang di bangun secara berkelanjutan sampai abad 17

– Kota terlarang

– ( Forbidden City)

– bekas istana kaisar selama 500 tahun di Beijing

Baca juga :   Bupati Monadi Serahkan Bantuan Program Kerinci Cerdas

– Tentara Terakota

– 8.099 patung tentara dari tanah liat di makam Kaisar Gib Shi Huang

– Sungai Li dan Guilin

Pemandangan dengan lanskap yang indah bisa dilalui dengan naik perahu

– Terasering padi/ sawah yang spektakuler di Yuan Yang, sangat indah jika di lihat saat terbit dan terbenam matahari

Silahkan pergi kaum konglomerat. Tahan diri orang melarat.

Tamasyalah sampai negeri Cina

Jangan tanya sumber hukumnya, Al Qur’an atau Al hadits. ***

 

Berita ini 46 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Bila Takdir datang Terima dengan Tawakal

Artikel

Bila Takdir datang Terima dengan Tawakal

Artikel

Malaka Menjelma Menjadi Sentra Berobat Orang Indonesia

Artikel

REGENERASI PONDOK PESANTREN SEBUAH TANTANGAN 

Artikel

Tuntutlah Ilmu sampai ke Negeri China

Artikel

Darah Tinggi Jangan Disepelekan! Ini Makanan Alami Penurun Tensi

Artikel

KETIKA SUHARTO MENCARI KENDARAAN 

Artikel

KEMBALI KE LAUT

Artikel

Kisah Bedil Pusaka Depati Parbo, Simbol Perlawanan Rakyat Kerinci