Koran Sakti.co.id- Ada postingan, tidak tahu dari mana, 4 orang aktivis 1998 yang dulu ikut naik atap gedung DPR, terlibat korupsi di Pertamina.
Namanya juga disebut sebut tuh.
Mereka ikut menikmati hasil oplosan pertalite jadi Pertamax yang merugikan (entah negara atau rakyat ?) Rp. 193,7 trilyun.
Saya tak mau sebut nama ke 4 orang itu. Kata pak ustadz jangan menyebar aib orang.Apalagi besok mau puasa.
Lagian saya tak ikut juga itu postingan viral kemana mana.
Sejatinya saya tidak kaget ex aktivis mahasiswa jadi koruptor. Itu hal yang bukan hil.
Sejak jadi mahasiswa dan ikut demo juga mereka sudah korup.
Ada cerita keponakan saya. Dia juga aktivis 98. Ikut manjat di atas gedung DPR juga dia.
Dia cerita, ditugasi menyiapkan nasi kotak untuk makan siang para pendemo.
Dana Rp.5.000,- dia beliin Rp.3.000,- , Mark up 2.000. Dari 100 kotak dia dapat Rp.200.000,-
Korupsi itu terjadi ketika niat dan kesempatan berkolaborasi.
Itu pergumulan antara setan dan malaikat yang dimenangkan setan.
Wah kalau di Pertamina apalagi, ladang basah itu mah.
Banyak kawan , tak ada pengawasan , sikat abis dah. Itu Rp. 193,7 trilyun, kata Jaksa Agung dalam setahun. Kalau 5 tahun ?
Tanya anak SD kelas 2, pasti tahu dia.***















