Oleh: DEDI ASIKIN
Koransakti.co.id- Teman teman saya di Pokja Liputan Kementerian Agama Jawa Barat mengeluh, lebih cenderung kecewa terhadap sikap Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Dudu Rohman S.Ag.,M.Si. Empat bulan setelah di lantik (Agustus 2025), belum ada tanda tanda mau orientasi dengan para wartawan liputan Kemenag
Sepertinya mereka mau kembangkan sistim kekebalan institusi, teriak Bambang BK. wartawan senior di Bandung. Jargon atau semboyan kemitraan Pers dengan pemerintah sepertinya tak ada di pikiran mereka tambah Bambang yang berdahi lebar.
Bingung saya jadinya. Bagaimana nasib ummat di provinsi tersebut jika penyelenggara negara alfa memanfaatkan wartawan sebagai media informasi. Apakah mereka menganggap cukup dengan memanfaatkan TOA (spiker) masjid ? Padahal itupun banyak yang protes, tak setuju.
Padahal menteri Agama Yaqut atas nama moderasi dan kerukunan telah membatasi cara cara penggunaan Toa di atas menara mesjid itu, terutama di waktu subuh ketika banyak orang masih asyik ngarengkol memeluk bantal sambil berbungkus selimut.
Masa sejadul itu alam fikir kepala Kanwil Kemenag di era tingginya teknologi ?.
Eh dalam kegamangan itu tiba tiba sesuatu yang selalu datang tak di undang dan pergi tanpa permisi itu menghampiri tidur saya malam kemarin.
Dalam mimpi itu saya sebagai wartawan mendatangi kantor Kepala Kanwil di tingkat tiga Jl Jendral Sudirman no 644 Bandung .
Sambil bersalaman seraya saya memperkenalkan diri sebagai wartawan sejumlah media on-line di Jawa Barat.
Waduh ini yang saya tunggu tunggu.
Apa yang dapat pers berikan kepada kami sebagai penyelenggara negara ?
Ada dua, dukungan dan pentungan.
Saya melihat, dahi Dudu berkerut kerut.
Saya teruskan ucapan saya
Pers itu memiliki tiga fungsi sosial & Supporting, controlling dan partisipating
Silakan saja kami kontrol. Kami tak alergi terhadap kritik. Tapi koreksi yang benar dan konstruktif. Bukan yang tendensius apalagi hoax dan fitnah
Sebagai media komunikasi, kami punya puluhan ribu penyuluh agama di lapangan
Kemitraan harus di bangun dengan kemandirian. Nanti kami di bilang tidak loyal ketika tidak memberi bantuan atau amplop Liputan
Saya terkesiap dan berniat mau memberi penjelasan.
Tapi yaitu sang mimpi keburu pergi tanpa permisi.















