Oleh: DEDI ASIKIN
Koran Sakti.co.id- Siapa berani memungkiri, bahwa Majapahit adalah kerajaan terbesar di pulau Jawa. Kejayaannya tak bisa dipalingkan. Ketika dipimpin Hayam Wuruk Majapahit mengklaim menguasai seluruh Nusantara. Nusantara itu adalah Indonesia plus. Republik Indonesia (sekarang) pulau semenanjung Malaka, sebagian Philipina dan Tumasek, Singapur sekarang
Itulah yang diklaim Gajah Mada dalam sumpah Palapa.
Hayam Wuruk itu generasi ke tiga. Dia naik tahta menggantikan ibunya Tribuana Tungga Dewi tahun 1350. Dia ( Hayam Wuruk) didampingi oleh Mahapatih Gajah Mada yang diangkat ibunya tahun 1334.
Raden Wijaya yang mendirikan kerajaan Majapahit tahun 1292-1293.
Ternyata berdarah Sunda.
Ayahnya Rakyan Jaya darma adalah putra mahkota Galuh sebenarnya Raden Wijaya adalah pewaris tahta kerajaan Sunda terbesar yang bermarkas di Astana Gede Kawali Ciamis.
Tapi Rakyan Jaya darma tewas dibunuh lawan politiknya dalam kemelut politik yang terjadi di kerajaan Galuh.
Raden Wijaya kemudian ikut ibunya Diyah Lembu Tal atau Diyah Singhamurti pulang ke Singosari pasca ayahnya wafat.
Diyah Lembu Tal itu adalah cucu dari Ken Arok/Ken Dedes pendiri dan raja pertama Singosari di Jawa Timur.
Raden Wijaya selanjutnya menetap dan bekerja di kerajaan Singosari.
Ketika Raden Kartanegara menjadi raja (terakhir) Singosari , Raden Wijaya diangkat sebagai senapati (panglima perang) dan menikahi sekaligus 4 puteri raja Kartanegara .
Raden Kartanegara meninggal dalam peperangan dengan Jayakatwang dari Kediri.
Raden Wijaya sempat menyelamatkan diri dan pergi ke Sumenep menemui sahabatnya untuk mengatur siasat. Kembali dari Madura Raden Wijaya menuju desa Trowulan yang berada di gupitan selat kali Berantas. Disitu dia dan pengikutnya membuka hutan dan membangun kerajaan
Pada tahun 1293 Raden Wijaya memproklamasikan berdirinya kerajaan Majapahit dengan ibu kota di Trowulan.
Kata Majapahit diambil dari buah maja yang rasanya pahit yang banyak tumbuh disana.
Kerajaan Majapahit berdiri selama lebih dari 2 abad (1293-1527).
Sempat mengalami kejayaan ketika dipimpin cucunya Hayam Wuruk didampingi oleh Mahapatih Gajah Mada.
Kemelut politik rebutan kekuasaan dan perang saudara, membuat Majapahit lumpuh dan akhirnya punah pada tahun 1527.















