Home / Artikel

Kamis, 18 Desember 2025 - 18:25 WIB

MENYULAP SARITEM JADI DARAT TAUBAH

koransakti - Penulis

Oleh :Dedas

koransakti.co.id- Keberadaan komplek lokalisasi Saritem di kota Bandung sudah cukup bahkan sangat lama. Menurut catatan se jarah tempat bersenang senang laki laki yang tak selalu nyaman tinggal di rumah sudah ada sejak awal atau paruh waktu abad ke 18. Sama tuanya dengan stasiun kereta api Bandung yang  berdiri tahun 1834

Saritem sama kesohornya dengan gang Dolly di Surabaya atau Kramat Tunggak di Jakarta, yaitu tempat plesiran kaum laki laki ketika jengah tinggal di rumah

Tahun 1998 kawasan Saritem itu meliputi dua RW yaitu RW O7 dan 09 kelurahan Kebon jeruk kecamatan Andir kotamadya Bandung. Berada dalam gupitan Jl Gardujati sebelah Timur, Jl. Kebun Tangkil sebelah Barat jl Kebon jati sebelah utara dan jl Sudirman sebelah selatan.

Penduduknya bercampur baru. Ada pedagang, buruh, PNS (mungkin dapwhabat kota madya Bandung. Di sana tinggal pula 200 germo/mucikari dan 500 PSK sekedar mengais rezeki.

Baca juga: BABASAN ( SUNDA) NASIBMU KINI REGENERASI BUDAYA DAN KEARIFAN LOKAL YANG TERSENDAT

Dulu kawasan itu menjadi semarak di malam Minggu. Setiap akhir minggu, tuan tuan kebun (planters) dari Pengalengan, Jatinangor dan daerah lain seputar Bandung raya, suka memboyong keluarga berlibur ke kota Bandung.

Pada masa reformasi 1998 kawasan yang bernama Saritem (sinonim dari kata sari black, hitan manis atau blackawe dalam bahasa inggris. Sesungguhnya penduduk Saritem sudah lama resah tinggal di sana

Baca juga :   Safwandi Tegaskan: Mendapo Sudah Ada Sebelum Kolonial Belanda, Bukan Produk Penjajahan

Para pelajar di sekolah, mahasiswa di kampus atau PNS di kantor suka malu hati jika di ketahui tinggal di Saritem

Oh si hitam manis toh. Salam buat si blacksweeet dong, itulah kata kata ejekan yang harus siap masuk di telinga kiri, keluar sebelah kanan dan sebaliknya

Karena itu sudah lama mereka mendesak pemerintah agar menutup surga dunia itu.

Bukan tidak di dengar, karena walikota Oce Junnjunan ketika itu pernah mengeluarkan SK, memerintahkan penutupan lokasi gang Saritem. Yang terpenting tentu menutup kegiatan cinta sesaat itu.,! (prostitusi) itu. Tapi titah pak wali ternyata tidak bertuah. Bagai gayung tak bersambut, seperti pantun tak berbalas. Jika ada razia polisi PP, kegaian mereka hentikan (sementara). Para PSK cuti pulkam. Tapi diam diam tumbuh lagi.

Tapi akhirnya bersama gerakan reformasi (1998) seorang kiyai turun gunung.

Ia bernama KH Imam Sonhaji. Dia itu pemimpin pondok pesantren Sukamiskin tertua di Bandung sebelah timur kota Bandung.

Imam adalah generasi ke 4 dari KH Mohammad Alqo, pendiri Pondok Sukamiskin. Kebetulan pula Imam sedang menjabat ketua Forum komunikasi pondok pesantren pada pondok pesantren kotamadya Bandung .

Maka setelah membangun Komunikasi sana sini  tinju di kepalkan, tekad di bulatkan dan suara dilantangkan .

“Saritem harus di tutup !

Di bentuklah pula sebuah panitia.

Walikota saat itu Aa Tarmana bersikap tegas, berdiri di depan gerakan itu. Aa yang di kenal lebih daripada tentara  ngaluarken SK Walikota bernomor 17 tertanggal 2 Mei 2000 (persis hardiknas). Pak Wali minta agar sebelum deklarasi penutupan si hitam manis dilakukan dulu pembangunan pesantren yang baldatunwarobbur Gofur, yang merenah tur tumaninah. Imam Sonhadji segera memerintahkan panitia untuk mencari tanah yang bisa di beli di lokasi itu.

Baca juga :   SOAL PEMEKARAN WILAYAH (DOB), MENUNGGU GIBRAN TUMPAK KUDA 

Kebetulan ada Hj Uc. Dia baru saja pulang ibadah haji, akan menjual rumah mucikari nya. Hargapun di sepakati 350 juta.

Tapi ada kendala. Rupanya para mucikari sudah membuat OPS ( 0rganisaai Perusahaan Sejenis).

Mereka segera rapat kilat, super darurat.

Keputusannya membujuk Hj Uci agar membatalkan penjualan lahan kepada panitia atau pemuda dengan iming iming mereka akan bayar dua kali lipat.

Tapi rupanya Allah telah  membisik Bu haji dengan Hidayatullah

Ia tetap akan menjual kepada panitia.

Dan itulah yang terjadi, lahan itu di beli oleh paniita pembangunan Pondok pesantren Daarat Taubah, ( tempat bertaubat). Kekurangannya sebesar Rp 200 juta di bantu walikota dari anggaran perubahan Pemkot tahun 2000

Waktu pertama kali di buka konon ada 100 calon santri yang mendaftar. Tapi karena keterbatasan kobong, hanya 50 orang saja yang di terima sebagai santri angkatan pertama Pondok pesantren Daarat Taubah .

Acara pembukaan di meriahkan dengan pengajian Akbar

Ada sekitar 2000 ibu ibu hadir di sana. Hari itu sari black menjadi lautan kerudung.

Subhanallah Tabaraqallah. **”

Berita ini 33 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Minuman Alami untuk Atasi Sembelit, Ampuh dan Mudah Dibuat di Rumah

Artikel

LEBARAN, KETUPAT DAN SUNAN KALIJAGA 

Artikel

200 TAHUN BERPISAH, ADAM DAN HAWA BERTEMU DI JABAL RAHMAH

Artikel

Darah Tinggi Jangan Disepelekan! Ini Makanan Alami Penurun Tensi

Artikel

PAK WAMEN RAME RAME RANGJAB
Pojok Sains: Suka Minum Soda Pas Pesta? Ternyata Sensasi "Nyegrak" Itu Bukan Rasa, Tapi Reseptor Rasa Sakit! Ini Fakta Ilmiahnya

Artikel

Kenapa Minuman Soda Rasanya “Menggigit” Lidah? Kenalan dengan H2CO3 (Asam Karbonat), Si Pembuat Gelembung!

Artikel

KORUPTOR DISURUH TOBAT TOMAT KALI  HABIS TOMAT KUMAT LAGI

Artikel

AKI AKI PISAN