Hasil uji coba di berbagai daerah di Cina menunjukkan bahwa padi abadi mampu memberikan hasil panen yang stabil hingga tiga musim berturut-turut hanya dari satu kali tanam.
Koran Sakti.co.id- Padi abadi merupakan terobosan mutakhir yang lahir dari hasil riset para ilmuwan di Cina.
Berbeda dengan padi konvensional yang harus ditanam ulang setiap musim tanam, varietas ini memiliki kemampuan untuk tumbuh kembali secara alami setelah dipanen.
Padi abadi dikembangkan melalui persilangan antara padi tahunan (Oryza sativa) dan padi liar abadi (Oryza longistaminata), yang secara genetik memiliki siklus hidup yang lebih panjang.
Salah satu keunggulan utama dari padi abadi adalah efisiensinya. Karena tidak perlu ditanam ulang setiap musim, kebutuhan akan benih baru pun menurun drastis. Hal ini tentu menghemat tenaga kerja, biaya produksi, dan waktu tanam.
Frekuensi penanaman yang lebih rendah juga berarti lebih sedikit penggunaan alat berat seperti traktor.
Implikasinya, emisi karbon dapat ditekan, dan struktur tanah pun lebih terjaga dari kerusakan akibat aktivitas pertanian berulang.
Pengurangan biaya produksi memungkinkan petani untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar.
Selain itu, waktu yang biasanya digunakan untuk menanam ulang bisa dialihkan untuk aktivitas lain yang lebih produktif di sektor pertanian.
Hasil uji coba di berbagai daerah di Cina menunjukkan bahwa padi abadi mampu memberikan hasil panen yang stabil hingga tiga musim berturut-turut hanya dari satu kali tanam.
Selain produktivitas yang konsisten, varietas ini juga berkontribusi dalam mengurangi erosi tanah dan menciptakan ekosistem sawah yang lebih stabil bagi keanekaragaman hayati.
Keberhasilan padi abadi di Cina membuka peluang besar bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia yang berada di wilayah tropis.
Di tengah tantangan perubahan iklim, degradasi lahan, dan ancaman terhadap ketahanan pangan, padi abadi menjadi harapan baru bagi masa depan pertanian yang berkelanjutan.















