Home / Artikel

Minggu, 18 Mei 2025 - 05:50 WIB

DEDI MULYADI TIPE PEMIMPIN GADO GADO

koransakti - Penulis

Oleh : Dedi Asikin

Koran Sakti.co.id, Jabar- Agak sulit memastikan tipe kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Ada yang nyebut komplek. Dia memiliki berbagai karakter khas yang tidak dimiliki orang lain.

Misalnya soal selotokan masuk ruang publik berkasta bawah. Menyantuni dan membantu orang susah.

Berani mengambil langkah yang diyakini dirinya, itulah yang benar dan harus dilakukan. Kadang tanpa meminta pendapat dan pertimbangan orang lain.

Ada banyak tipe pemimpin yang sudah menjadi literasi dan dipahami banyak orang.

– Otokratis atau otoriter , mengambil keputusan sendiri dan memerintah dengan tegas,

– Demokratis, mengajak orang lain berbicara sebelum mengambil keputusan,

– Lauser-Faire, memberi kebebasan kepada staf/ bawahan untuk mengambil keputusan dan melaksanakannya.

– Transformatif, menginspirasi staf/ bawahan melakukan perubahan untuk perbaikan ke depan.

– Suportif, memberi dukungan kepada staf/bawahan mengambil keputusan,

– Visioner, berpikir dan melempar ide untuk masa depan,

– Pelayanan/Servant leadership, mengutamakan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan publik

– Delegatif, memberi wewenang kepada orang lain untuk mengambil keputusan,

– Militeristik, menekankan disiplin dan formalistik,

– Birokratis, menekankan pemenuhan aturan dan prosedur

Masih ada tipe kepemimpinan yang lain yang variatif.

Mungkin Dedi Mulyadi termasuk tipe yang komplek yang variatif. Kata Cecep Juhanda, Dedi itu , gubernur dengan tipe kepemimpinan gado gado.

Tapi beberapa resiko telah dia hadapi. Misalnya, Pelarangan studi tour, acara wisuda dan berbagai kegiatan ekstra di sekolah , masih resistensi. Beberapa sekolah membangkang dan siap menghadapi resiko pemecatan kepala sekolah serta penghentian bantuan Pemprop.

Baca juga :   Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan Tubuh

Kebijakan ujug ujug itu juga mendapat reaksi dari sejumlah pengusaha hotel dan restoran yang terancam kehilangan income perusahaan. Juga tidak sejalan dengan sikap Kementerian Dikdasmen yang membolehkan acara ekstrakurikuler itu.

Pemberantasan premanisme. Dia berhadapan dengan organisasi preman semacam Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya. Padahal organisasi yang dipimpin Hercules, (mantan preman Tanah abang) itu teman sekandang di partai Gerindra dan pendukung kuat Prabowo Subianto.Tentu juga dengan kelompok preman lain yang mulai diusik polisi. Bahkan tentara ikut ikutan.

Dedi juga dituduh militeristik, ketika menggiring orang orang yang dianggap berperilaku aneh suraneh, ke barak militer. Dulu dwifungsi ABRI, militer masuk ke ranah sipil, sekarang, Dedi Mulyadi membawa sipil ke barak tentara.

Dedi juga masih meneruskan slotokan ke ruang publik. Di banyak kunjungan dia nyelonong menemui orng orang yang menarik perhatiannya. Tak peduli, ajudan dan pengawal panik dibuatnya.

Langkah ini membuat , ada media merasa terampas hak liputannya. Sampai sampai ada reaksi keras dari sebuah komunitas wartawan yang menamakan diri Kawani ( Komunitas Aliansi Wartawan Investigatif Gedung Sate Indonesia). Itu adalah sebuah perkumpulan jurnalis jurnalis senior yang sudah memiliki jejak panjang jauh sebelum Dedi Mulyadi datang dan tandang.

Baca juga :   Wako Alfin Ajak BKMT Peduli Lingkungan Sebagai Bagian Dakwah Islam

Kawani merasa ranah liputan dan kebebasan control atas jalannya pemerintahan dipreteli gubernur anyar itu.

Dengan konten yang dilakukan gubernur, hak wartawan diambil alih oleh kegiatan slotokan dibalik acara resmi yang diatur secara protokoler.

Sampai sampai kata Kawani, terkesan, gubenur tak mau Wartawan mengikuti kegiatannya. Tapi Gubernur tetap bangga dan ora enge (tidak peduli) protes yang didengarnya.

Bahkan kepada seorang gubernur ( Kaltim) yang meledeknya sebagai gubernur konten, Dedi Mulyadi berkilah bahwa kegiatan ekstra protokoler itu memberi faedah. Ia sebutkan biaya promosi bisa ditekan dari Rp. 50 milyar selama ini menjadi Rp. 3 milyar saja.

Tapi jangan lupa sebagai konten kreator, penghasilan Dedi Mulyadi katanya berkisar antara Rp.60 sampai Rp .200 juta sebulan. (Dari Youtube , TikTok dan situs lainnya). Wallahu alam , saya tak sempat ikut ngitung. Dan , Alhamdulillah tak kebagian,. he he he.

Kawani sampai sampai membuat pernyataan sikap menentang langkah pak Gub itu.

Ada banyak langkah langkah kontroversi yang diambil politisi kawakan itu.

Tapi dia termasuk tipe pemimpin tahan banting. Sejak jadi bupati Purwakarta Dedi berani ambil resiko atas keputusan yang diambilnya.

Tentu saja, tak jarang orang mengawatirkannya termasuk bossnya , Presiden Prabowo Subianto.

Baru baru ini mantan Danjen kopassus itu memerintahkan agar Kopassus ikut mengawal gubenur Jawa Barat itu.

Segitunya heboh gubenur gado gado itu.***

Berita ini 152 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

JANGAN ABAIKAN PONDOK PESANTREN 

Artikel

INFORMASI PUBLIK YANG HARUS DIBERIKAN DAN BOLEH DIKECUALIKAN 

Artikel

KEJAHATAN ITU TAK BISA HILANG  ITU CIPTAAN ALLAH MERUPAKAN HUKUM PERIMBANGAN 

Artikel

Ubi Jalar: Makanan Sederhana, Kandungan Nutrisi Luar Biasa

Artikel

Panduan Lengkap untuk Pemilik Baru: Arti Semua Tombol di Mitsubishi Xpander Cross

Artikel

Kerak Membandel di Kamar Mandi? Ini 3 Cara Ampuh Membersihkannya dengan Bahan Dapur!
Sering Salah Kaprah! Langit Berwarna Biru Bukan Karena Pantulan Air Laut, Tapi Karena Fenomena Fisika "Hamburan Rayleigh". Ini Penjelasannya!

Artikel

Sering Salah Kaprah! Langit Berwarna Biru Bukan Karena Pantulan Air Laut, Tapi Karena Fenomena Fisika “Hamburan Rayleigh”. Ini Penjelasannya!

Artikel

Kedaulatan Negara Harga Mati: Urgensi “Adequate Budget”