Home / Artikel

Selasa, 22 Oktober 2024 - 08:07 WIB

SANTRI ITU PEJUANG

koransakti - Penulis

Oleh : Dedi Asikin (Wartawan Senior)

Koran Sakti.co.id, Bandung- Dr. Soetomo (pendiri Boedi Oetomo) menyebut bahwa pesantren itu merupakan konservatorium patriotisme.

Banyak malah sangat banyak peperangan melawan penjajah yang didukung komunitas pondok pesantren.

Bahkan beberapa justru pesantren menjadi pelopor pergerakan dan peperangan.

Setidaknya ada 4 peperangan besar yang melibatkan santri.

Perlawanan santri di Suniba ( 1820-1828).

Perang Diponegoro (1825-1830)

Perang Barat laut Jawa (1840-1880),

Perang Aceh (1873-1903).

Perang Diponegoro adalah perang paling dahsyat. Seluruh santri dan komunitas pondok Tegalrejo dibawah kiyai Maja terlibat dalam perang yang juga disebut perang Jawa itu.

Ada 200 ribu masyarakat Jawa yang tewas. Pihak Belanda kehilangan 8000 pasukan mancung dan 7000 tentara berhidung pesek.

Perang inipun telah menyedot dana paling besar 20 juta gulden.Belanda uring uringan pasca perang terdahsyat itu.

Baca juga :   BERMULA DARI RUANG KECIL DI KAUMAN, MUHAMMADIYAH JADI THE BIG ISLAMIC ORGANIZATION 

Perang lain yang juga fenomenal adalah perang Sukamanah Singaparna Tasikmalaya.

Ratusan santri tewas, 23 orang dibawa ke Jakarta bersama pemimpin pondok KH Zaenal Musthofa dan dibunuh tentara Jepang di Tanjung Priuk tahun 1944.

Perang itu dipicu kerena Jepang mengharuskan kiyai dan para santri melakukan gerakan Siekerey yaitu menyembah dewa matahari. Hal yang dianggap musyrik menurut syar’i Islam.

Bukti lain keterlibatan santri dan pondok pesantren dalam perjuangan kemerdekaan, adalah perang melawan tentara sekutu di Surabaya antara Oktober sampai puncaknya 10 Nopember 1945.

Tentara sekutu ( diwakili Inggeris) sebagai pemenang perang pasifik (PD II), masuk ke Indonesia dengan maksud melucuti tentara Jepang, pecundang perang.

Resolusi Jihad 22 Oktober 1945 yang dikeluarkan KH Hasyim Asyari telah melecut gelora tempur laskar santri. Mereka berdatangan dari berbagai pondok di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Baca juga :   BEI Stop Perdagangan VKTR, ESTA, SOFA: Ini Alasannya

Dari Jawa Barat ada dua pasukan laskar santri yang berangkat ke Surabaya. Dari Babakan Cuwaringn dipimpin Kiyai Amin Sepuh dan dari Buntet dipimpin Kiyai Abas Jamil. Mereka berangkat ke sana dengan naik kereta api.

Mengacu pada momen resolusi jihad 22 Oktober itulah presiden Jokowi melalui Keppres 22 tahun 2015 menetapkan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

Jumlah santri pada 2024 sesuai data di Kemenag ada 4,9.

Mereka kini tidak berjuang dengan senjata ( bambu runcing), tapi dengan otak dan hati.

Jumlah pondok pesantren juga meningkat pesat.

Hanya dalam waktu 5 tahun setelah ada UU Pondok Pesantren (No 18 tahun 2019), bertambah 12.000 ( dari 29 ribu menjadi 41.000). Kini ponteren menjadi lembaga pendidikan terpilih oleh masyarakat.

Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober.

Berita ini 91 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Rahasia Sehat Alami: Keajaiban Serai dan Daun Salam untuk Tubuh Lebih Bugar

Artikel

Rahasia Sehat Alami: Keajaiban Serai dan Daun Salam untuk Tubuh Lebih Bugar
Emak-Emak Siapkan Dompet! Katalog Promo JSM Indomaret & Alfamart Spesial Ramadhan (20-22 Februari 2026): Sirup, Kurma, & Minyak Goreng Anjlok!

Artikel

Emak-Emak Siapkan Dompet! Katalog Promo JSM Indomaret & Alfamart Spesial Ramadhan (20-22 Februari 2026): Sirup, Kurma, & Minyak Goreng Anjlok!

Artikel

PLN Nahkoda Baru, Harapan Baru: Zonder Blackout

Artikel

Mengupas Tuntas Mitsubishi Xpander Cross: Mobil Keluarga Berjiwa Petualang
Menguak Misteri "Pedas", Kenapa Capsaicin (C18H27NO3) Bikin Lidah Terbakar? (Dan Kenapa Air Es Gak Mempan!)

Artikel

Menguak Misteri “Pedas”, Kenapa Capsaicin (C18H27NO3) Bikin Lidah Terbakar? (Dan Kenapa Air Es Gak Mempan!)

Artikel

INFORMASI PUBLIK YANG HARUS DIBERIKAN DAN BOLEH DIKECUALIKAN 

Artikel

Jambu Biji Merah: Sumber Kesehatan Alami yang Wajib Anda Ketahui!

Artikel

HUSNUL KHOTIMAH KETIBAN BERKAH