Home / Artikel

Kamis, 1 Mei 2025 - 05:41 WIB

MAKAN BERACUN GRATIS 

koransakti - Penulis

Koran Sakti.co.id- Makan Bergizi Gratis (MBG) itu nawaetunya mah baik. Memberi anak anak sekolah makan makanan bergizi. Maksudnya supaya fisiknya sehat dan otaknya hebat.

Tapi ingat tak selamanya niat baik itu berhasil baik.

Salah satu contoh yang akurat adalah, menolong orang berkelahi, kalau tidak hati-hati malah kita kenal bogem mentah.

Pun demikian dengan Makan Bergizi Gratis.

Belakangan ini viral dimana mana, telah terjadi ratusan korban keracunan pasca menyantap MBG.

Mereka sakit perut, pusing, mual dan muntah muntah.

Setidaknya ada 8 tempat yang dilaporkan mengalami kejadian itu sejak akhir 2024.

– Di Nganjuk Jawa Timur 7 siswa SDN Banaran kecamatan Bagor ambruk setelah menyantap MBG dengan lauk pauk nasi ayam goreng dan SOP,

– Sukoharjo Jawa Tengah (16) Januari 2025, 40 orang siswa dilarikan ke Puskesmas,

– Nunukan Kalimantan Utara 30 siswa

Baca juga :   PJ Bupati Kerinci Serahkan Penghargaan kepada Kepala Desa Berprestasi

– Pandeglang Banten (19 Januari ), 28 orang,

– Waingapu 29 orang,

– Tarakan 12 orang,

– Batang Jawa Tengah 60 orang,

– Cianjur Jawa Barat (22 April) 85 orang dan

– Bombana Sulawesi Tenggara ( 23 April) puluhan orang siswa.

Gejalanya hampir sama, sakit perut, pusing, mual dan muntah muntah.

Dinas Kesehatan kabupaten Cianjur telah menetapkan itu sebagai KLB (Kejadian Luar Biasa).

Banyak kritik terarah ke Badan Gizi Nasional.

ICW, DPR minta BGN mengevaluasi teknis MBG.

Kepala MBG Dadan Hindayana mengaku pihaknya berencana membuat Standard Operating Procedure (SOP). Kepala BGN Dadan Hindayana menilai kejadian itu kecil, hanya 0,5 %.

Dadan mengatakan, dari hasil penelitian di Cianjur dia mendapati sumber keracunan itu dari tempat makanan (food tray) yang dibuat dari plastik.

Secara umum racun itu terjadi dari tempat pengolahan dan penyimpanan sebelum saji.

Baca juga :   Petai Bau Tapi Digemari, Ini Manfaatnya

Dan untuk itu Dadan berniat membuat standar operasional.

Tapi pernyataan kepala BGN itu dikritik Koalisi Kawal Pendidikan Jakarta. Irwan Ardin dari Koalisi Kawal Pendidikan Jakarta menyebut Dadan Hindayana tidak sensitif. Ia dianggap tidak peduli dengan perasaan orang tua murid. Satu orang korbanpun bagi orang tua merupakan malapetaka yang harus dihindari.

Irwan juga menyebut dari hasil penelitiannya, banyak orang tua yang ingin menghindari MBG itu.

Koalisi Pendidikan Jakarta minta agar pemerintah pemilik program MBG segera melakukan evaluasi secata serius dan menyeluruh, termasuk wacana tindak pidana korupsi yang banyak terjadi. KPJ juga minta agar pejabat tidak alergi dengan kritik masyarakat.

La iyalah, jangan sampai itu program Makan Bergizi Gratis berubah makna menjadi Makan Beracun Gratis sama sama MBG .

Waduh bahaya tah.***

Berita ini 137 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

SIMBIOSISME SEKELUARGA, TEOLOGI, LOGIKA, NURANI DAN REGULASI 

Agama

AL-AZHAR DI ISBAT DARI NAMA PUTRI ROSUL
Pojok Sains: Habis Makan Enak Kok Malah Ngantuk Berat? Kenalan dengan "Food Coma" yang Sering Menyerang Saat Natal

Artikel

Pojok Sains: Kenapa Kita Selalu Ngantuk Berat Setelah Makan Kenyang? (Mengenal “Food Coma”)
Jangan Sampai Kehabisan! Promo Valentine Alfamart & Indomaret 13-15 Februari 2026: Silverqueen & Cadbury "Beli 1 Gratis 1", Sikat Malam Ini Buat Kado Ayang!

Artikel

Ngedate Mewah Budget Pelajar! Daftar Promo Makanan Spesial Valentine 14 Februari 2026: Sikat “Buy 1 Get 1” Minuman & Paket Couple Malam Ini!

Artikel

Energi Hijau dan Peluang Kerja: Menempatkan PLTN dalam Arus Utama Transisi Energi Nasional

Artikel

NAIK ANGKOT SAJA
Ngabuburit Anti Bosan: Rekomendasi 8 Series Marathon dan 8 Game RPG Raksasa untuk Temani Puasamu!

Artikel

Ngabuburit Anti Bosan: Rekomendasi 8 Series Marathon dan 8 Game RPG Raksasa untuk Temani Puasamu!
Review & Cara Dapat Uang dari TikTok Lite 2025: Nonton Video, Cair ke DANA (Lebih Cuan?)

Artikel

Review TikTok Lite 2026: Versi Ringan, Cuan Lebih Kencang! Scroll Video Pendek Dibayar Saldo DANA (Hemat Kuota)