Home / Artikel / Fakta Unik / kimia / Sains

Sabtu, 7 Februari 2026 - 06:46 WIB

Nostalgia Masa Kecil: Kenapa Tanaman Putri Malu (Mimosa pudica) Menutup Saat Disentuh? Bukan Karena Punya Perasaan, Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Tiara - Penulis

Gerakan menutup daun ini adalah mekanisme pertahanan diri tercanggih di dunia tanaman untuk menghindari predator. (Foto: pppm.doc/koransakti.co.id)

Gerakan menutup daun ini adalah mekanisme pertahanan diri tercanggih di dunia tanaman untuk menghindari predator. (Foto: pppm.doc/koransakti.co.id)

koransakti.co.id – Sabtu, 7 Februari 2026 – Selamat hari Sabtu! Siapa di sini yang waktu kecil (atau sampai sekarang) hobi jongkok di pinggir jalan cuma buat toel-toel tanaman Putri Malu?

Rasanya ada kepuasan tersendiri melihat daun-daun kecil itu menutup serentak seperti domino saat kita sentuh. Tanaman yang bernama latin Mimosa pudica ini memang unik. Tapi pernahkah Anda berpikir: “Kok bisa tanaman bergerak secepat itu? Padahal dia nggak punya otot dan saraf kayak hewan?”

Jawabannya ada pada sistem hidrolik (air) di dalam batangnya. Yuk, kita bedah!

1. Sistem Hidrolik: Tekanan Turgor

Tanaman tidak punya otot. Mereka bergerak menggunakan Air. Di pangkal setiap tangkai daun Putri Malu, ada bagian gembung bernama Pulvinus. Pulvinus ini isinya penuh dengan air yang menekan dinding sel, membuat tangkai daun jadi kaku dan tegak. Kondisi ini di sebut Tekanan Turgor Tinggi.

Baca juga :   Kenapa Digigit Semut Rasanya Panas & Gatal? Kenalan dengan Asam Formiat (CH2O2), Senjata Kimia si Kecil!

Bayangkan seperti selang air yang keras karena airnya penuh.

2. Efek Sentuhan (Kaget!)

Saat Anda menyentuh daunnya, getaran itu di deteksi oleh tanaman sebagai ancaman. Seketika itu juga, tanaman mengirim sinyal listrik (mirip saraf) ke bagian Pulvinus tadi.

Perintahnya satu: “BUANG AIRNYA SEKARANG!”

Secara kimia, sel-sel di Pulvinus akan memompa keluar Ion Kalium (K+) dan Ion Klorida. Karena hukum osmosis, air akan ikut keluar mengikuti ion-ion tersebut.

3. Kempes Mendadak

Akibat airnya keluar, Tekanan Turgor jadi anjlok (kempes). Karena pangkalnya lemas/kempes, tangkai daun tidak kuat lagi menopang beban daun, akhirnya Terkulai Layu (menutup). Proses ini terjadi sangat cepat, hanya dalam hitungan detik. Fenomena gerak ini di sebut Seismonasti.

4. Kenapa Harus “Malu”?

Sebenarnya dia bukan pemalu. Dia sedang Mempertahankan Diri. Ada dua alasan kenapa dia menutup:

  1. Menakuti Predator: Hewan pemakan tumbuhan (herbivora) akan kaget melihat daun yang tiba-tiba bergerak, di kira hewan hidup, jadi nggak jadi makan.

  2. Terlihat Layu: Saat menutup, dia terlihat seperti tanaman mati/layu yang tidak enak di makan.

Baca juga :   Tidur Berkualitas, Kunci Hidup Produktif di Tengah Rutinitas Padat

5. Membuka Lagi

Setelah 10-20 menit dan di rasa aman, sel-sel Pulvinus akan memompa Ion Kalium dan Air masuk kembali. Perlahan-lahan, tekanan turgor naik, dan daun pun tegak kembali. Siap untuk di isengin lagi!

Kesimpulan

Putri Malu adalah bukti keajaiban teknik sipil alami. Tanpa otot, hanya bermodal air dan ion kimia, dia bisa bergerak lincah. Jadi kalau ketemu di jalan nanti, jangan lupa sapa “Si Pemalu” yang canggih ini ya!

Baca juga: Bukan Cuma Sopan Santun! Ini Alasan Ilmiah Kenapa Semut Selalu “Salaman” Saat Berpapasan & Rahasia Senjata Kimia Asam Format (HCOOH)

Berita ini 109 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Penjelasan Dokter Zaidul Akbar Mengenai Peran Puasa dalam Menghambat Sel Kanker

Artikel

Penjelasan Dokter Zaidul Akbar Mengenai Peran Puasa dalam Menghambat Sel Kanker

Artikel

NYANTRI YES, NARKOBA NO !
TNI-Rakyat Bersihkan Langgar Al Falah Jambi, Perkuat Gotong Royong Sambut Ramadan

Artikel

TNI-Rakyat Bersihkan Langgar Al Falah Jambi, Perkuat Gotong Royong Sambut Ramadan

Artikel

THOMAS SITEPU SPESIALIS DEMO SORANGAN WAE SEMPAT DIGEBUKIN PASPAMPRES 
Tidur dengan Satu Mata Terbuka? Ini Rahasia Ilmiah Bagaimana Lumba-Lumba Tidur Tanpa Takut Tenggelam!

Artikel

Tidur dengan Satu Mata Terbuka? Ini Rahasia Ilmiah Bagaimana Lumba-Lumba Tidur Tanpa Takut Tenggelam!

Artikel

BANJIR BALEENDAH DAN LILI SUMANTRI

Artikel

DUA ABAH DIBALIK NAMA PONDOK PESANTREN SURYALAYA 

Artikel

WORD ECONOMIC DALAM KAIDAH JURNALISTIK