koransakti.co.id- Surat edaran gubernur Jawa Barat KDM NOMOR 187/PM.O5.01.02/PEREK menuai kritik Guru Besar IPB. Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APSAKINDO) menyebut keputusan bapak aing itu tidak berbasis kajian ilmiahnya. Popsi menuduh kebijakan itu cenderung pencitraan dan bermuatan politis.
Guru besar IPB menyebut tidak benar sawit menyerap air tanah untuk kepentingan masyarakat. Terbukti tanaman sawit di kabupaten Sukabumi dan Bogor tumbuh dengan baik dan memberi nilai ekonomis kepada para petani.
Di kabupaten Sukabumi luas tanaman mencapai 6546 hektar di kecamatan Cikidang dengan produksi mencapai 944.438 ton setiap tahun atau setara 50% produksi CPO Jawa Barat. Sementara di kabupaten Bogor kebun sawit ada di empat kecamatan,yaitu Cigudeg, Jasinga, Sukaja, Rancabungur. Lahan CPO di kabupaten Bogor berada di area HGU PTPN VII yang di garap rakyat seluas 4.060 hektar dengan produksi hampir 250 ribu ton setiap tahun.
Kalau tidak egois , pencitraan dan politis seperti di tuduh POPSI, maka sebaiknya GUBERNUR KDM mengoreksi keputusan dengan melakukan kajian ulang atas kondisi tanah di Jawa Barat secara ilmiah dan melibatkan para pakar dan akademisi.
Dalam kaitan itu. saya juga ingin menyatakan bahwa temuan kami waktu pulang dari Jambi dengan adanya pohon pohon sawit di Cilelerdan Cibeber kabupaten Lebak sama sekali bukan berdasar kajian ilmiah. Itu melalui asumsi masyarakat secara tebak tebakan saja.
Saya pikir memang gubernur Jawa Barat sebaiknya melakukan kajian ilmiah seperti di usulkan para pengkritik. Jangan sampai selain kepentingan politik dan pupujieun bin pencitraan di anggap diskriminatif terhadap masyarakat lain yang secara gebyah uyah di larang total.
Terakhir saya mendengar bahwa lahan seluas 5006 hektare di kecamatan Cjasinga kebupaten Bogor akan di sulap jadi sports center bertaraf Nasional dengan teknologi dunia
Wallahu alam bishawab .Saya cuman orang awam dan bahkan cuma orang kampung.
Nyuwun sewwu. *
Baca juga:Bapa Aing Mah Tegas, Jawa Barat No Sawit!
Apakah sekitar Rp 1.600 triliun hasil ekspor sawit dan tambang kembali ke Indonesia?















