Home / Artikel / Fakta Unik / Sains

Sabtu, 17 Januari 2026 - 21:51 WIB

Pojok Sains: Kenapa Kita Jadi Mudah Marah dan Galak Saat Sedang Lapar? (Kenalan dengan “Hangry”)

koransakti - Penulis

Hangry (Lapar + Marah) adalah respons fisiologis tubuh saat kadar glukosa turun drastis, memicu pelepasan hormon stres. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

Hangry (Lapar + Marah) adalah respons fisiologis tubuh saat kadar glukosa turun drastis, memicu pelepasan hormon stres. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

koransakti.co.id – Pernahkah Anda bertengkar hebat dengan pasangan atau teman hanya gara-gara masalah sepele, padahal sebenarnya Anda belum makan siang?

Begitu makanan masuk ke mulut, tiba-tiba amarah itu hilang dan Anda menyesal. “Duh, maaf ya, tadi aku cuma lapar.”

Fenomena ini nyata dan punya nama ilmiah: Hangry (gabungan dari Hungry dan Angry). Di Pojok Sains Sabtu ini, kita akan bedah kenapa perut kosong bisa bikin otak “konslet“.

Otak Kehabisan “Bensin” (Glukosa)

Karbohidrat, protein, dan lemak yang kita makan akan diubah menjadi gula sederhana (Glukosa). Ini adalah bahan bakar utama otak.

Saat Anda telat makan, kadar glukosa dalam darah turun drastis (drop).

  • Otak menganggap ini sebagai Situasi Bahaya.
  • Fungsi otak yang mengatur kontrol diri dan emosi menjadi lemah. Akibatnya, Anda jadi sulit menahan sabar dan mudah tersinggung.
Baca juga :   Pojok Sains: Membedah "Pembangkit Listrik" di Kepala Kita, Bagaimana Otak Menghasilkan Energi Setara Lampu LED?

Hormon Stres Mengambil Alih

Karena stok glukosa menipis, otak memerintahkan organ lain untuk melepaskan cadangan energi. Namun, perintah ini juga memicu pelepasan dua hormon “petarung”:

  1. Adrenalin (Hormon Fight or Flight).
  2. Kortisol (Hormon Stres).

Kedua hormon ini biasanya keluar saat kita sedang menghadapi ancaman (seperti dikejar anjing). Jadi, saat lapar, tubuh Anda secara kimiawi berada dalam kondisi Tegang dan Siap Bertarung. Tidak heran jika ada yang menyenggol sedikit saja, Anda langsung “meledak”.

Gen “Serakah” Nenek Moyang

Secara evolusi, Hangry adalah mekanisme bertahan hidup (Survival Mode). Bagi manusia purba, jika mereka lapar tapi “santuy”, mereka akan mati kelaparan. Rasa agresif saat lapar mendorong mereka untuk berburu lebih gigih dan berani berebut makanan dengan hewan lain demi kelangsungan hidup.

Baca juga :   Pojok Sains: Mengapa Kembang Api Bisa Berwarna-warni? Ini Rahasia Kimia di Balik Ledakan Indah Tahun Baru

Jadi, rasa galak itu sebenarnya adalah insting purba Anda yang sedang berusaha menyelamatkan nyawa Anda.

Kesimpulan

Jika pasangan atau teman Anda tiba-tiba diam dan wajahnya masam saat jalan-jalan, jangan ditanya “Kamu kenapa?”. Itu hanya akan memperburuk suasana. Langsung saja belikan makanan atau minuman manis. Saat glukosa naik, naga yang sedang marah itu akan kembali menjadi kucing yang manis.

Baca Juga:Pojok Sains: Kenapa Lidah Gatal & Perih Saat Makan Nanas? (Ternyata Nanas Sedang ‘Memakan’ Lidahmu!)

Berita ini 52 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

KISAH MAUNG YANG CUMA MENGAUM HUS ITU MAH OOM KAMU
Pojok Sains: Kenapa Nyamuk Suka Sekali Berdengung di Telinga Kita? (Bukan Mau Curhat!)

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Nyamuk Suka Sekali Berdengung di Telinga Kita? (Bukan Mau Curhat!)

Artikel

Kisah KMB: Saat Belanda Enggan Mengakui Kedaulatan Indonesia

Artikel

ORANG EROPA DARI MENCARI REMPAH REMPAH SAMPAI MENJAJAH

Artikel

Xiaomi 15T dan 15T Pro Resmi Diumumkan: Bawa Layar dan Baterai Lebih Besar

Artikel

REV Media Group dan Remix Berkolaborasi untuk Revolusi Pemasaran Afiliasi di Malaysia

Artikel

WISATALAH SAMPE KE NEGERI CINA
Menguji Nyali Lewat Rumus "Lima AT" Menjadi Wartawan Hebat

Artikel

Revolusi Indonesia Terjadi Tapi Tak Rapi