Home / Artikel / Pendidikan / Sains

Kamis, 18 Desember 2025 - 13:04 WIB

Pojok Sains: Membedah “Pembangkit Listrik” di Kepala Kita, Bagaimana Otak Menghasilkan Energi Setara Lampu LED?

koransakti - Penulis

Setiap detik, miliaran sinyal listrik melesat di dalam kepalamu, menciptakan pikiran, memori, dan gerakan. (Foto: Freepik/Koransakti)

Setiap detik, miliaran sinyal listrik melesat di dalam kepalamu, menciptakan pikiran, memori, dan gerakan. (Foto: Freepik/Koransakti)

koransakti.co.id – Seringkali di film kartun, saat karakter mendapatkan ide cemerlang, muncul gambar bola lampu yang menyala di atas kepalanya. Ternyata, metafora ini memiliki landasan ilmiah yang sangat kuat.

Manusia pada dasarnya adalah makhluk bio-listrik. Tanpa dicolok ke stopkontak pun, tubuh kita khususnya otak terus-menerus memproduksi listrik. Para ilmuwan mengestimasi bahwa otak manusia dalam keadaan sadar menghasilkan daya listrik antara 12 hingga 25 Watt.

Angka ini mungkin terdengar kecil jika dibandingkan dengan microwave, namun 25 Watt sudah cukup untuk menyalakan sebuah lampu bohlam LED modern dengan terang. Pertanyaannya, dari mana listrik itu berasal? Apakah ada baterai di kepala kita?

Mekanisme “Potensial Aksi”: Kimia Menjadi Listrik

Listrik di rumah Anda berasal dari aliran elektron di dalam kabel tembaga. Namun, listrik di tubuh manusia berasal dari pergerakan zat kimia bermuatan yang disebut Ion.

Otak kita memiliki sekitar 86 miliar sel saraf (neuron). Setiap neuron ini ibarat kabel canggih. Di dalam dan di luar sel neuron, terdapat cairan yang mengandung:

  • Ion Natrium (Sodium/Na+)

  • Ion Kalium (Potassium/K+)

  • Ion Klorida (Chloride/Cl-)

Baca juga :   Pojok Sains: Kenapa Tombol "Next Episode" Sangat Sulit Ditolak? Ini Bedah Ilmiah Apa yang Terjadi di Otak Saat Anda "Binge-Watching"

Dalam keadaan istirahat, neuron memiliki muatan negatif di dalam. Namun, ketika ada rangsangan (misalnya Anda mencubit tangan atau berpikir), pintu gerbang di dinding sel terbuka. Ion Natrium yang bermuatan positif berbondong-bondong masuk ke dalam sel.

Perubahan mendadak dari negatif ke positif ini menciptakan ledakan listrik mikro yang di sebut Potensial Aksi (Action Potential). Ledakan ini merambat sepanjang neuron dengan kecepatan hingga 120 meter per detik!

Sinapsis: Jembatan Komunikasi

Listrik ini tidak berhenti di satu sel. Saat sinyal listrik sampai di ujung neuron, ia memicu pelepasan zat kimia (neurotransmitter) ke celah sempit bernama Sinapsis.

Zat kimia ini menyeberang ke neuron berikutnya dan memicu “ledakan” listrik baru di sana. Proses ini terjadi miliaran kali setiap saat. Inilah yang terjadi saat Anda membaca tulisan ini: mata menangkap cahaya -> diubah jadi listrik -> dikirim ke otak -> otak menerjemahkannya menjadi makna. Semua adalah listrik.

Baca juga :   Studi Harvard: Konsumsi Minyak Zaitun Turunkan Risiko Kematian Akibat Demensia hingga 28%

Aplikasi Nyata: Membaca Pikiran?

Karena otak memancarkan listrik, aktivitas ini bisa di tangkap dari luar kulit kepala. Inilah prinsip kerja alat EEG (Electroencephalogram) yang digunakan dokter untuk mendeteksi epilepsi atau gangguan tidur.

Bahkan di tahun 2025 ini, teknologi Brain-Computer Interface (BCI) semakin maju. Para ilmuwan bisa memasang sensor yang menangkap sinyal listrik otak untuk menggerakkan tangan robotik bagi penyandang disabilitas, hanya dengan kekuatan pikiran (listrik otak).

Jadi, otak Anda adalah generator paling canggih di dunia yang bahan bakarnya hanya nasi dan lauk pauk!

Baca juga:

  1. Pojok Sains: Kenapa Burung yang Bertengger di Kabel Listrik Tegangan Tinggi Tidak Kesetrum?
  2. Pojok Sains: Benarkah Madu Tidak Bisa Basi? Makanan Firaun yang Masih Bisa Dimakan Setelah 3.000 Tahun
Berita ini 94 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pojok Sains: Merasa Tahun 2025 Isinya Cuma Masalah? Otakmu Sedang Terjebak "Negativity Bias"! Ini Cara Meretasnya

Fakta Unik

Pojok Sains: Merasa Tahun 2025 Isinya Cuma Masalah? Otakmu Sedang Terjebak “Negativity Bias”! Ini Cara Meretasnya

Artikel

PARADIGMA BARU TRANSMIGRASI PENINGKATAN KUALITAS HIDUP
Sang Raja Lautan yang "Terkutuk": Kenapa Hiu Akan Mati Lemas Jika Berhenti Berenang Sedetik Saja? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Artikel

Sang Raja Lautan yang “Terkutuk”: Kenapa Hiu Akan Mati Lemas Jika Berhenti Berenang Sedetik Saja? Ini Penjelasan Ilmiahnya!
Sering Salah Kaprah! Langit Berwarna Biru Bukan Karena Pantulan Air Laut, Tapi Karena Fenomena Fisika "Hamburan Rayleigh". Ini Penjelasannya!

Artikel

Sering Salah Kaprah! Langit Berwarna Biru Bukan Karena Pantulan Air Laut, Tapi Karena Fenomena Fisika “Hamburan Rayleigh”. Ini Penjelasannya!

Artikel

BUBAT, PERANG MEMBELA MARTABAT 

Artikel

10 Rekomendasi Drama Korea Fantasi yang Wajib Anda Tonton
Jakpat (Jajak Pendapat)

Artikel

Review Jakpat 2026: Aplikasi Survei Asli Indonesia, “Jual Suara” Anda Ditukar Pulsa & Saldo E-Wallet (Pasti Cair!)

Artikel

Menonton Film Horor Ternyata Bisa Membakar Kalori