Koransakti.co.id- Masuk Islam pada usia 10 tahun bersama ayahnya Umar bin Khattab. Lalu bersama ayahnya pula ikut hijrah ke Madinah. Jalan kaki berjarak 400 km. Belum ada becak dan sepeda, apalagi impala dan Avanza.
Pada usia 11 tahun beliau ingin ikut perang Badar tapi di tolak rasul kerena usia terlalu muda.
Baru di bolehin ikut perang Khandak setelah usia 15 tahun dan saudara perempuanya Siti Hafsah menikah dengan Rasulullah.
Selanjutnya beliau terlibat dalam beberapa perang membela Islam. Perang Uhud , Baiat Ridwan pembebasan (Fathu) Makkah, menaklukan Afika, Mesir dan Basrah .
Selama menjadi salah satu santri As suffah beliau selalu dekat dengan Rasul. Kemana rasul pergi beliau selalu ikut.
Abdullah di kenal sangar piawai meniru langkah rasul, tempat shalat istirahat selalu di tempat dan waktu yang sama. Sampai akhirnya beliau mampu mengumpulkan rawi sebanyak 2.362 terbanyak kedua
Setelah Abu Hurairah yang me ngumpulin sumber Harits sebanyak 5.632. Setelah Fhu Mekkah Abdullah pulang ke Mekkah dan hidup tenang sebagai penduduk sipil.
Di hari tuanya ia menghindar kehidupan politik. Ia netral pada pertikaian Kelompok pendukung Ali bin Abi Thalib dengan kelompok demokratis yang ingin mengangkat Pemimpin melalui pemilihan.
Konflik itu selanjutnya memecah Islam menjadi dua golongan extreme Sunny dan Syiah .
Belakangan konflik itu itu melebar kepermusuhan Arab Saudi (pusat penganut Sunny) dengan Iran ( mayoritas Syi’ah).
Abdullah bin Umar yang sudah mulai tua memilih hidup sendiri tidak kesana tidak kemari.
Beliau wafat di Makkah pada tahun tahun 691 Masehi dalam usia 87 tahun.
Baca juga: AS SUFFAH KOBONG PERTAMA DI DUNIA
ILMU KANURAGAN, PERCAYA MONGGO TIDAK RAPOPO
Pendidikan Islam zaman Rosul : DARI DARUL ARQOM (Mekkah) SAMPAI AL SUFFAH (Madinah)















