Home / Artikel

Rabu, 10 Desember 2025 - 16:40 WIB

Pendidikan Islam zaman Rosul : DARI DARUL ARQOM (Mekkah) SAMPAI AL SUFFAH (Madinah)

koransakti - Penulis

Oleh : Dedi Asikin

Koransakti.co.id- Usai menerima SK Pengangkatan sebagai rosul dalam kegelapan malam di gua Hira Muhammad langsung merancang penyebaran agama Islam kepada seluruh ummat melalui pendidikan.

Maka mulailah didirikan lembaga pendidikan Islam yang di beri nama Darul Arqam. Tempatnya menggunakan rumah AlArqom bin Abi Arqom. Pertimbanganya tempat itu berada di kesunyian bukit Safa jauh dari intaian kaum kafir Quraisy yang mengancam terus kegiatan rosul. Al Arqom ini seorang pemuda belia (16 tahun) yang telah ikrar menjadi pengikut rosul, masuk Islam. Padahal dia ini keponakan Abu Jahal dedengkot kaum Quraisy.

Di madrasah Al Arqom itu muridnya masih terbatas sahabat sahabat dekat yang mendukung perjuangan rosul mengembangkan agama baru. Umar bin Khattab masuk Islam di tempat itu dan menjadi pilar 4 sahabat utama.

Materi yang di berikan pun masih terbatas pada prinsip aqidah tentang keesaan kebesaran dan kekuasaan Allah.

Madrasah Darul Arqom hanya berjalan 3 tahun. Selanjutnya di tinggalkan ketika rosul dan para pengikut setia hijrah ke Madinah.

Baca juga :   Nggak Perlu Stok Barang! Modal Share Link Baju Lebaran & Hampers di WA Bisa Cair Jutaan Rupiah, Begini Cara Main Shopee & TikTok Affiliate 2026!

Madrasah Al Suffah:

Yang pertama kali dilakukan rosul begitu sampai di Madinah adalah membangun masjid (Nabawi). Lalu di masjid yang berukuran 1000 m2 itu rosul menyisihkan ruangan sekitar 200m2, Ruangan itu di gunakan sebagai pusat Pendidikan Islam pertama di dunia dengan nama madrasah Al Suffah. Murid murid angkatan pertama adalah putra dari para pengikut hijrah.

Menurut catatan, angkatan pertama itu jumlahnya cukup banyak, ada sekitar 400 orang.

Metode pembelajaran di madrasah Al Suffah sudah meningkat. Tak hanya soal tauhid, kepercayaan kepada keberadaan dan kebesaran Allah SWT, tapi mulai meningkat pada praktek ibadah. Baca Qur’an dengan makhraj dan tajwid yang benar, cara sholat sesuai dengan ajaran Allah kepada rosul. Caranya ada khalaqah (melingkar) mengelilingi rosul, tanya jawab untuk meningkatkan pemahaman.

Ada beberapa nama yang kemudian menjadi sahabat terdekat Rosul.

Ada Abu Hurairah. Ia berasal dari suku Makzun Yaman. Ia termasuk miskin bahkan sengsara. Datang ke Madinah dengan perut lapar, lalu di ambil dan di jadikan murid kesayangan di madrasah Al Suffah. Nama aslinya Abu Syamsyi. Kemudian di beri nama Hurerah oleh Rosul kerena kegemarannya memelihara kucing kecil

Baca juga :   Mewakili Dandim 0417/Kerinci, Danramil 04/Stl Hadiri Apel Peringatan Ulang Tahun Santri Nasional.

Hampir setiap keberadaan Rosul selalu ada Abu Hurairah. Ia menjadi pengumpul (perawi) terbanyak diantara para sahabat dekat rosul. Tercatat rekor berhasil merawi hadits 5734 riwayat.

Abdullah bin Umar, atau Ibnu Umar. Dia putra dari Umar bin Khattab. Masuk Islam pada usia 10 tahun dan ikut hijriah Pada usia 23 tahun, ia merapatkan diri ikut perang Uhud. Tapi di tolak kerena di anggap masih anak anak. Ia baru boleh ikut perang ketika usia 15 tahun. Selanjutnya terlibat dalam berbagai perang menumpaskan bangsa lain untuk menerima ajaran Islam, seperti Mesir, Spanyol, Iran dan Persia.

Wafat di Mekkah pada usia 78 tahun dan Ibnu Umar juga terlibat kekerabatan dengan Rosul ketika kakak perempuannya Siti Hafshah dinikahi Rosul.

Berita ini 55 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

WR SUPRATMAN TAK IKUT MERDEKA NYARIS MATI DALAM PENJARA DAN HIDUP NESTAPA 

Artikel

KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK SEBUAH KENISCAYAAN. LEBIH BAIK TERLAMBAT DARI PADA TIDAK SAMA SEKALI 

Agama

Tunda Dulu Umroh sampai Situasi Kondusif: Sekitar 60.000 Jamaah Tertahan di Arab Saudi

Artikel

BUAT OPUNG LBP JIKA DUIT PEMERINTAH BANYAK, KEMBALIKAN UANG KORBAN PENIPUAN INVESTASI BODONG 

Artikel

JAKSA TERKEJUT, MAS WAPRES ?

Artikel

Satgas TMMD Kebut Pemasangan Atap RTLH Warga Sungai Jernih 
Mengenal Anemia (Kurang Darah): Bukan Sekadar Lelah Biasa, Ini Gejala & Cara Mencegahnya

Artikel

Mengenal Anemia (Kurang Darah): Bukan Sekadar Lelah Biasa, Ini Gejala & Cara Mencegahnya

Artikel

Kiblat Pendidikan Indonesia, Kiblat Sendiri / Tak Berkiblat?