koransakti.co.id- Dalam kehidupan modern, surat kabar menjadi bagian penting dari peradaban manusia. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa perjalanan panjang media cetak dimulai dari seorang pria yang gagasannya mengubah cara manusia menyebarkan informasi. Ia adalah Johann Carolus, sosok yang tercatat sebagai pembuat surat kabar pertama di dunia.
Dari Tukang Salin Naskah menjadi Perintis Media
Johann Carolus lahir di Jerman pada tahun 1575. Sebelum mengukir sejarah, ia bekerja sebagai scribbler atau penyalin naskah informasi yang berasal dari kerajaan, pedagang, dan pelaut. Ia kemudian menyadari bahwa permintaan informasi terus meningkat, namun sistem penyebarannya masih sangat lambat.
Melihat kebutuhan itu, lahirlah ide besar: mencetak berita dalam bentuk lembaran berkala agar dapat di sebarkan lebih cepat dan lebih banyak.
“Relation”: Surat Kabar Pertama di Dunia
Pada tahun 1605, Carolus menerbitkan koran berjudul “Relation aller Fürnemmen und gedenckwürdigen Historien”, yang dalam bahasa modern berarti “Kumpulan Informasi Penting dan Bersejarah”. Terbit secara rutin di kota Strasbourg, koran ini memuat:
• Informasi politik Eropa
• Perdagangan internasional
• Perjalanan dan kabar dari berbagai kerajaan
• Peristiwa-peristiwa penting
Inilah yang kemudian diakui sebagai surat kabar pertama yang di cetak secara komersial di dunia.
Mengapa Surat Kabar Carolus Dianggap yang Pertama?
Sejarawan media menetapkan “Relation” sebagai surat kabar pertama karena memenuhi tiga unsur utama:
• Dicetak dengan mesin, bukan tulisan tangan
• Terbit berkala, bukan sekali-sekali
• Dijual untuk publik, bukan untuk kelompok terbatas
Dengan tiga kriteria itu, “Relation” menjadi cikal bakal seluruh industri pers modern.
Menyebar ke Eropa, Lalu ke Dunia
Setelah ide Carolus muncul, berbagai negara Eropa mulai mengikuti jejaknya. Diantaranya:
• Belanda, dengan Courante uyt Italien, Duytslandt &c (1618)
• Inggris, dengan The London Gazette (1665)
• Amerika, dengan Publick Occurrences (1690)
Dari sinilah, industri surat kabar berkembang pesat hingga akhirnya melahirkan ribuan media di seluruh dunia.
Menembus Abad Digital
Meski kini dunia telah memasuki era internet, konsep dasar yang di ciptakan Johann Carolus tetap hidup: memberikan informasi akurat dan teratur kepada publik.
Banyak surat kabar berusia ratusan tahun masih bertahan hingga hari ini, bertransformasi ke media online dan bersaing dalam ruang digital.
Johann Carolus bukan hanya pembuat surat kabar pertama, tetapi juga seorang revolusioner yang membuat informasi lebih demokratis dan terjangkau bagi masyarakat.
Dari lembaran kertas sederhana di tahun 1605, kini dunia mengenal ribuan portal berita termasuk media digital seperti koransakti.co.id yang terus melanjutkan semangat awal penyebaran informasi.**
Baca juga: Sejarah Tercipta! Negara Berpenduduk 550 Ribu Jiwa, Tanjung Verde, Lolos ke Piala Dunia 2026















