Home / Artikel / Kesehatan

Minggu, 5 Oktober 2025 - 17:13 WIB

Jangan Anggap Sepele, Kenali Gejala Kanker Pada Anak

koransakti - Penulis

koransakti.co.id, Jakarta- Kanker pada anak sering terdeteksi terlambat, membuat pengobatannya semakin sulit. Dokter spesialis anak RS Kanker Dharmais, dr Mururul Aisyi, SpA(K), mengingatkan pentingnya kewaspadaan orang tua terhadap gejala awal yang kerap dianggap sepele.
“Leukemia misalnya, bisa ditandai demam, pucat, dan perdarahan. Jangan langsung disangka infeksi biasa,” ujarnya dalam diskusi bersama YKAKI di Karawang, Jawa Barat.
Pada tahap lanjut, anak bisa mengalami pembesaran hati, limpa, kelenjar getah bening, bahkan testis. Gejala lain seperti pincang atau gangguan keseimbangan juga perlu diwaspadai.
Selain leukemia, limfoma dan retinoblastoma juga menjadi kanker yang sering menyerang anak. Retinoblastoma ditandai dengan pantulan putih pada pupil atau “mata kucing”, umumnya terjadi pada anak usia di bawah lima tahun.
“Semakin cepat gejala dikenali, semakin besar peluang sembuh. Orang tua, tenaga kesehatan, dan masyarakat harus peka terhadap tanda-tandanya,” tegas dr Aisyi.

Berita ini 30 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

PT Timah Dorong Kemandirian Disabilitas Lewat Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan

Artikel

PENERAPAN TEKNOLOGI PERTANIAN (MODERN) SEBUAH KENISCAYAAN NEGERI AGRO MARITIM KRISIS PANGAN MALU MALUIN 

Artikel

Thorcon di Panggung Energi Nasional: Memahami Tahapan Legal dan Masa Depan Nuklir Indonesia

Artikel

Darah Tinggi Jangan Disepelekan! Ini Makanan Alami Penurun Tensi
HALAL BIHALAL DARI PANGERAN SAMBER NYAWA SAMPAI TUKANG MARTABAK DARI INDIA

Artikel

HALAL BIHALAL DARI PANGERAN SAMBER NYAWA SAMPAI TUKANG MARTABAK DARI INDIA

Artikel

THE GREAT ABAH
Strategi Ampuh Kendalikan Pikiran Agar Hidup Lebih Rileks dan Damai

Kesehatan

Strategi Ampuh Kendalikan Pikiran Agar Hidup Lebih Rileks dan Damai
Pojok Sains: Membedah "Pembangkit Listrik" di Kepala Kita, Bagaimana Otak Menghasilkan Energi Setara Lampu LED?

Artikel

Pojok Sains: Membedah “Pembangkit Listrik” di Kepala Kita, Bagaimana Otak Menghasilkan Energi Setara Lampu LED?