Home / Artikel

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:32 WIB

Malaka Menjelma Menjadi Sentra Berobat Orang Indonesia

koransakti - Penulis

Oleh:

Prof. Dr. Rizal Djalil Makmur, (Prof RDM), Politisi Senior, Eks Anggota Panitia Anggaran DPR RI (1999-2009) dan Pimpinan BPK RI (2009-2019)

Koransakti.co.id- Kota Malaka, berpenduduk hampir 1 juta orang, dapat di jangkau sekitar 1,5 jam dari Bandara Kuala Lumpur.

Di perjalanan menuju Malaka terdapat rest area Seremban yang rapi, bersih, dan tertata. Aneka jajanan dan buah-buahan tersedia dengan penjual yang ramah dalam Bahasa Melayu dan Inggris.

Malaka dulunya merupakan kerajaan yang berdiri pada tahun 1402. Sebagai kota pelabuhan strategis di Selat Malaka, wilayah ini menjadi rebutan kolonial Eropa.

Tahun 1511 Malaka jatuh ke tangan Portugal akibat kesultanan yang lemah, sementara Sultan Mahmud Syah melarikan diri ke Johor.

Setelah itu Malaka di kuasai bergantian oleh Portugal, Belanda, dan Inggris. Kini Malaka di pimpin oleh Yang di-Pertuan Negeri yang di angkat oleh Yang di-Pertuan Agung Malaysia, dengan pemerintahan harian di jalankan oleh Ketua Menteri.

Baca juga :   NYANTRI YES, NARKOBA NO !

Malaka kini dengan luas sekitar 1.650 km persegi berkembang menjadi kota modern: pusat wisata, industri, dan maritim, termasuk proyek Malaka Gateway.

Malaka juga di kenal sebagai destinasi kuliner. Pada 2025, sekitar 16 juta wisatawan berkunjung ke Malaka, lebih dari dua kali lipat wisatawan asing ke Bali yang hanya 7,05 juta. Untuk libur pasca Lebaran, Malaka menjadi pilihan menarik, terlebih kawasan Teluk seperti Dubai, Doha, dan Abu Dhabi belum kondusif akibat konflik AS-Israel dengan Iran.

Faktanya, sekitar 300.000 orang Indonesia datang ke Malaka pada 2025 untuk wisata medis, sekaligus check-up dan pengobatan lanjutan. Angka ini jauh melampaui target KEK Sanur Bali sebesar 123 ribu orang. Hingga kini, sejak diresmikan 25 Juni 2025, belum ada rilis resmi jumlah pasien KEK Sanur. Mayoritas pasien berasal dari Sumatera, namun banyak pula dari Jawa dan Sulawesi.

Baca juga :   366 Balita dan Ibu Hamil di Metro Terima Bantuan Program Makan Bergizi Gratis

Mengapa orang Indonesia lebih senang datang berwisata medis ke Malaka?

Pertama, biaya tiket pesawat yang relatif murah.

Kedua, pelayanan yang sangat bersahabat dan menyenangkan.

Ketiga, biaya pelayanan medis dan obat yang murah.

Keempat, penduduk setempat sangat ramah dan tidak rasialis terhadap pendatang.

Kelima, makanan dapat di terima dengan baik karena kepastian halal maupun cita rasa.

Baca juga: Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Turun Peringkat, Disalip Malaysia

 

 

Berita ini 10 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

TERKECOH CHRISTIAN SNOUCK HURGRONJE
Garena Free Fire FF

Artikel

Trik Rahasia 2026: Cara Bikin Nama FF Spasi Kosong (Invisible Name), Auto Tampil Beda dan Misterius!

Artikel

BUBAT, PERANG MEMBELA MARTABAT 

Artikel

THE GREAT ABAH

Artikel

Satgas TMMD Kebut Pemasangan Atap RTLH Warga Sungai Jernih 
Pojok Sains: Kenapa Jari Bunyi 'Kretek' Saat Ditarik? Benarkah Bikin Tulang Keropos?

Artikel

Pojok Sains: Kenapa Jari Bunyi ‘Kretek’ Saat Ditarik? Benarkah Bikin Tulang Keropos?

Artikel

HARI SAWIT INDONESIA YANG MENGGIGIT DAN YANG DIGIGIT
Jangan Sampai Kehabisan! Promo Valentine Alfamart & Indomaret 13-15 Februari 2026: Silverqueen & Cadbury "Beli 1 Gratis 1", Sikat Malam Ini Buat Kado Ayang!

Artikel

Ngedate Mewah Budget Pelajar! Daftar Promo Makanan Spesial Valentine 14 Februari 2026: Sikat “Buy 1 Get 1” Minuman & Paket Couple Malam Ini!