Home / Artikel / Fakta Unik / Sains

Senin, 12 Januari 2026 - 13:43 WIB

Pojok Sains: Kenapa Jari Bunyi ‘Kretek’ Saat Ditarik? Benarkah Bikin Tulang Keropos?

koransakti - Penulis

Suara

Suara "kretek" pada jari bukan berasal dari gesekan tulang, melainkan dari pecahnya gelembung gas nitrogen di dalam cairan pelumas sendi. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

koransakti.co.id“Jangan kretek-kretek jari terus, nanti tua tangannya gemetar dan kena rematik lho!”

Pernah diomeli orang tua seperti itu? Membunyikan jari tangan, leher, atau punggung memang memberikan sensasi “lega” yang bikin ketagihan. Tapi suara patahan tulang itu terdengar mengerikan bagi orang lain.

Sebenarnya, suara apa itu? Apakah tulang kita retak? Atau sendi kita bergesekan?

Di Pojok Sains malam ini, kita akan membuktikan bahwa suara itu sebenarnya adalah Ledakan Gas, bukan patah tulang.

Rahasia di Balik Cairan Sendi

Di setiap sambungan tulang jari (sendi), terdapat pelumas alami bernama Cairan Sinovial. Cairan ini berfungsi seperti oli motor, melicinkan pergerakan tulang agar tidak seret.

Di dalam cairan ini, terlarut berbagai jenis gas, seperti Oksigen, Nitrogen, dan Karbon Dioksida.

Baca juga :   Pojok Sains: Siap-siap Kalap Makan Besok Malam? Jangan Percaya Mitos "Detox Juice"! Tubuhmu Punya Mesin Pembersih Racun yang Lebih Canggih

Proses Terjadinya “Ledakan” (Kavitasi)

Saat Anda menarik atau menekuk jari:

  1. Ruang Melebar: Anda meregangkan kapsul sendi, sehingga ruang di antara tulang menjadi lebih luas.

  2. Tekanan Turun: Karena ruang melebar, tekanan di dalam cairan turun drastis (menjadi vakum).

  3. Gas Keluar: Perubahan tekanan ini membuat gas-gas tadi berubah wujud menjadi gelembung uap.

  4. DARR!: Gelembung-gelembung gas itu pecah dengan cepat.

Suara “KRETEK” itu adalah suara pecahnya gelembung gas tersebut. Jadi, tidak ada tulang yang beradu. Itu murni suara letupan udara.

Kenapa Harus Menunggu 20 Menit?

Setelah jari dibunyikan, Anda biasanya tidak bisa membunyikannya lagi secara instan. Anda harus menunggu sekitar 15-20 menit. Kenapa? Karena gas-gas tadi butuh waktu untuk larut kembali ke dalam cairan sinovial sebelum bisa diledakkan lagi.

Baca juga :   Bukan Sekadar Penghangat Badan! Ini 10 Manfaat Ajaib Jahe & Rahasia Zat Gingerol (C17H26O4) yang Jarang Orang Tahu

Mitos Rematik vs Fakta Medis

Seorang dokter bernama Donald Unger pernah melakukan eksperimen gila. Selama 60 tahun, ia membunyikan jari tangan kirinya setiap hari, tapi tidak pernah membunyikan jari tangan kanannya.

Hasilnya? Setelah 60 tahun, kedua tangannya sama-sama sehat. Tidak ada rematik atau radang sendi di tangan kiri. Berkat dedikasi anehnya ini, ia memenangkan Ig Nobel Prize (penghargaan sains humor).

Kesimpulan

Membunyikan jari itu AMAN dan tidak menyebabkan rematik. Namun, jangan dilakukan terlalu keras karena bisa melemahkan genggaman tangan (grip) atau membuat sendi bengkak jika salah urat. Lakukan sewajarnya saja untuk melepas pegal!

Baca juga: Pojok Sains: Kenapa Kita Mabuk Perjalanan Saat Main HP di Mobil? (Konflik Mata vs Telinga)

Berita ini 74 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

PENDIRI KERAJAAN MAJAPAHIT TERNYATA URANG SUNDA

Artikel

Daftar Lengkap Pemenang The Fact Music Awards (TMA) 2025: Stray Kids Borong 4 Piala Termasuk Daesang

Artikel

Game Horor Amenti Viral Usai Bikin iShowSpeed Teriak Kaget, Berani Coba?
Kenapa Telur Cair Jadi Padat & Muncul Lingkaran Hijau Saat Direbus? Kenalan dengan Denaturasi & Zat FeS!

Artikel

Kenapa Telur Cair Jadi Padat & Muncul Lingkaran Hijau Saat Direbus? Kenalan dengan Denaturasi & Zat FeS!

Artikel

ADA AA GYM DI SARITEM 
Kenapa Otot Terasa "Terbakar" Saat Lari Kencang? Kenalan dengan Asam Laktat (C3H6O3) dan Hutang Oksigen

Artikel

Kenapa Otot Terasa “Terbakar” Saat Lari Kencang? Kenalan dengan Asam Laktat (C3H6O3) dan Hutang Oksigen

Artikel

Manfaat Vitamin C untuk Ibu Hamil: Bantu Cegah Anemia hingga Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Artikel

Thorcon di Panggung Energi Nasional: Memahami Tahapan Legal dan Masa Depan Nuklir Indonesia