Home / Artikel

Kamis, 19 Maret 2026 - 08:40 WIB

“Jejak Kasus Korupsi di Kementerian Agama, Dari Masa ke Masa hingga Terbaru”

Dedi Asikin - Penulis

Koransakti.co.id- Hakim tunggal Jakarta Selatan Sulistyo Mohammad Dwi Putro, menolak gugatan praperadilan mantan menteri agama Yaqut Cholil Kaumas 11 Maret lalu.

Artinya penetapan tersangka oleh KPK sudah benar menurut hukum Kata hakim, KPK sudah memiliki dua alat bukti yang syah.

Dengan demikian Yaqut akan terus mendekam di ruang tahanan KPK menunggu jadwal persidangan.

Dua menteri agama sebelumnya adalah Said Agil Al Munawar yang masuk penjara dalam kasus Dana Abadi ummat tahun 2003 dan pembagian biaya operasional haji untuk menteri Ditjen dan pejabat lain tanpa dasar hukum yang jelas.

Dia menjabat menteri agama 2020-2004 era presiden Megawati tetapi kasusnya terbongkar tahun 2006. Di hukum penjara Lima tahun denda dan uang pengganti.

Di pengadilan dia berkilah bahwa yang di lakukan hanya meneruskan kebijakan menteri agama sebelumnya (Tolhah Hasan).

Menteri Agama yang ke-dua adalah Surya Dharma Ali ( kesohor dengan panggilan SDA). Dia menyalah gunakan jabatan selama menjadi Menteri agama (2010-2013) tetapi baru di jerat KPK tahun 2014.

Anehnya SDA sempat berlaga pilon  ia malah celangak celongok ketika di tetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Baca juga :   KIYAI POLITIK, POLITIK KIYAI LAYU SEBELUM BERKEMBANG 

Apa salah saya katanya di depan wartawan. Dia tidak tahu bahwa memberangkatkan puluhan anggota DPR naik haji gratis adalah pelanggaran.

Di pengadilan jaksa menjerat dia dengan pelanggaran dana operasional menteri (DOM).

Di pengadilan tingkat pertama SDA di vonis 6 tahun penjara. Tapi pengadilan tinggi DKI Jakarta malah menambah hukumnya menjadi 10 tahun dan harus mendekam di penjara Sukamiskin Bandung .

Dan yang terakhir yang membawa Kementerian agama ke pusaran korupsi adalah Yaqut Cholil Kaumas. Lambat tapi pasti KPK menjerat dedengkot Barisan Ansor Serba guna ( Banser) itu.

Upaya praperadilan atau demo ribuan Banser di gedung KPK tak bisa membuka rompi oranye dan borgol di tangan sang tersangka. Dia tetap masuk tahanan dengan tatapan mata yang sayu.

Yaqut (sementara) di tuduh menyalah gunakan quota haji. Ceritanya pada musim haji 2023; Pemerintah Arab Saudi memberi tambahan kuota kepada Indonesia sebanyak 20.000. Menurut UU haji (nomor 34/2014) pembagiannya 92% untuk jemaah reguler dan 8% untuk jema’ah khusus. Tapi yang di lakukan Yaqut, quota tambahan itu di bagi dua masing masing 50%

KPK menyebut angka Rp 622 milyar sampai Rp 1 trilyun kerugian yang timbul kerena ulah Yaqut Cholil Kaumas Itu

Adapun jika mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyebut tidak ada kerugian negara mungkin benar secara fisik. Tetapi KPK berkelit yang di rugikan adalah masyarakat calon jemaah haji.

Baca juga :   Al Maun minta KPK dan Kejaksaan Periksa OJK Terkait Perijinan Pinjaman Online

Ada 5 juta calon jemaah yang tertunda dan tidak menentu  berangkatannya. Mereka pasti merasa di rugikan.

Mereka itu secara hakiki adalah pemilik negeri ini. Jadi sama saja ada kerugian negara. Maaf maaf kata ya bro Mahfud MD***

Baca juga: BARU PIAWAI MENGHEMAT BELUM PINTAR MENDAPAT, AWAS MEMANGKAS ANGGARAN PENDIDIKAN MELANGGAR UUD 1945.

Berita ini 38 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Carnian Pluvial Event: Hujan Sejuta Tahun yang Melahirkan Zaman Dinosaurus

Artikel

DANA INVESTASI BODONG YANG RAIB BISA RATUSAN TRILYUN, THOMAS SITEPU BERUSAHA TEMUI PRESIDEN

Artikel

Apple Resmi Rilis iPhone 17 Pro Max: Tiga Kamera 48 MP, Chip A19 Pro, dan Memori 2TB

Artikel

MENGGUGAT MORATORIUM (DOB), DISKRESI YANG KEBABLASAN 

Artikel

KORUPSI MENGGURITA DARI KOTA SAMPAI DESA

Artikel

Minum Kopi Tanpa Gula, Ini Penjelasan dan Manfaatnya

Artikel

PUKUL DAN RANGKUL GAYA ALLAH MENGHADAPI BANI ISRAEL 

Artikel

PENDEKAR MUDA SEBAGAI GENERASI PENERUS BANGSA