Menteri Datang dan Pergi: Sunatullah
Koransakti.co.id- Sejak dulu kala: sudah biasa menteri datang dan pergi usai menjalankan tugas dalam masa jabatan sesuai masa pemerintahan Perdana Menteri dan Presiden yang bersangkutan. Bahkan di luar negeri juga begitu: mantan Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra: muda dan jelita: tumbang seusai teleponan kontroversial dengan Pemimpin Kamboja Hun Sen Juni 2025: yang di anggap merendahkan martabat nasionalisme Thailand.
Jadi soal teleponan menjadi instrumen berhentinya Perdana Menteri dan Menteri, ya sudah biasa juga.
Yang penting bukan berapa lama menjabat dan bagaimana berhenti: tapi apa yang di kerjakan dan di perjuangkan selama rentang waktu menjadi menteri: apakah berhasil mengangkat masalah kecolongan sumber daya alam ribuan triliun selama bertahun-tahun sengaja di diamkan oleh rezim sebelumnya dan menjalankan disiplin fiskal dengan sesuai kaidah perundang-undangan yang berlaku. Atau menolak menjadi proksi kepentingan asing: dan lebih berpihak ke rakyat banyak tanpa mengumbar membuat utang dan menaikkan pajak? Itu sejarah yang akan mencatatnya.
Dalam Surat Ali Imran ayat 26 sangat jelas substansi kekuasaan di paparkan bahwa kekuasaan bisa datang dan pergi kapan saja: antara lain:
“Katakanlah (Muhammad), Wahai Allah SWT pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki.'”
Lagi pula semua yang kita alami di alam semesta ini sudah di tentukan dan di gariskan di Lauhulmahfuz: kita sebagai manusia hanya berikhtiar sesuai dengan kemampuan kita sesuai dengan tuntunan yang benar berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.
Semoga kita ikhlas memandang dan menghadapi semua kejadian di alam semesta. InsyaAllah.
Penulis: 















