Home / Fakta Unik / Sains

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:05 WIB

Pojok Sains: Kenapa Nyamuk Suka Sekali Berdengung di Telinga Kita? (Bukan Mau Curhat!)

koransakti - Penulis

Suara dengungan nyamuk berasal dari kepakan sayapnya yang super cepat saat mendeteksi jejak gas karbon dioksida dari nafas manusia. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

Suara dengungan nyamuk berasal dari kepakan sayapnya yang super cepat saat mendeteksi jejak gas karbon dioksida dari nafas manusia. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

koransakti.co.id – Tidak ada yang lebih merusak tidur nyenyak selain suara “Ngiiiiing…” bernada tinggi yang lewat tepat di sebelah telinga.

Kita sering berpikir, “Nyamuk ini ngeledek ya? Kenapa nggak gigit kaki aja diam-diam?”

Faktanya, nyamuk betina (hanya betina yang menggigit) tidak sengaja ingin mengganggu pendengaran Anda. Mereka hanya sedang mengikuti insting bertahan hidup yang kebetulan menuntun mereka ke area kepala Anda.

Di Pojok Sains penutup Jumat ini, mari kita cari tahu kenapa kepala manusia jadi magnet bagi nyamuk.

1. Mencari Jejak Karbon Dioksida (CO2)

Nyamuk memiliki sensor canggih yang bisa mendeteksi gas Karbon Dioksida (CO2) dari jarak jauh.

CO2 adalah gas yang kita keluarkan saat menghembuskan nafas. Dari mana kita bernafas? Hidung dan Mulut. Di mana letak hidung dan mulut? Di Kepala.

Baca juga :   Pojok Sains: Mengungkap Rahasia "Bom Waktu" di Langit! Bagaimana Kembang Api Bisa Membentuk Pola Wajah & Huruf Secara Presisi?

Jadi, saat nyamuk terbang mencari mangsa, mereka mengikuti “awan CO2” yang keluar dari wajah Anda. Itulah sebabnya mereka selalu berputar-putar di area kepala, bukan karena suka telinga Anda, tapi karena mereka sedang melacak sumber nafas Anda.

2. Asal Suara Dengungan

Suara “Nging” itu sebenarnya bukan suara mulut nyamuk. Itu adalah suara gesekan sayap nyamuk.

Sayap nyamuk mengepak sangat cepat, sekitar 300 hingga 600 kali per detik. Getaran super cepat inilah yang menghasilkan frekuensi nada tinggi yang mengganggu itu. Karena mereka terbang di dekat area CO2 (wajah), otomatis suara sayapnya terdengar sangat jelas di telinga.

3. Keringat & Panas Tubuh

Selain CO2, nyamuk juga tertarik pada panas dan bau keringat (oktenol). Saat kita tidur membungkus diri dengan selimut, biasanya hanya bagian kepala yang terbuka.

Baca juga :   Pojok Sains: Resolusi 2026 Mau Berubah Total? Jangan Percaya Mitos "21 Hari"! Riset Otak Buktikan Butuh Waktu Lebih Lama dari Itu

Kepala manusia juga merupakan salah satu bagian tubuh yang paling banyak memancarkan panas. Jadi bagi nyamuk, kepala Anda adalah “zona pendaratan” yang paling strategis dan hangat.

Tips Tidur Tenang

Cara terbaik mengusir mereka bukan dengan menepuk pipi sendiri, tapi dengan Kipas Angin.

Angin dari kipas akan:

  1. Membuyarkan jejak CO2 nafas Anda (membuat nyamuk bingung).

  2. Membuat nyamuk sulit terbang (karena bobot mereka sangat ringan).

Kesimpulan

Jadi, nyamuk tidak punya dendam pribadi pada Anda. Mereka hanya sedang berusaha mencari makan dengan mengikuti jejak nafas Anda. Nyalakan kipas angin, dan tidur Anda akan aman dari konser tunggal mereka!

Baca juga: Pojok Sains: Kenapa Mengiris Bawang Bikin Mata Perih & Menangis? (Ada Senjata Kimianya!)

Berita ini 89 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Bukan Hantu! Ini Alasan Ilmiah Kenapa Mata Kucing Bisa "Menyala" Seperti Laser di Malam Hari. Kenalan dengan Cermin Alami: Tapetum Lucidum!

Artikel

Bukan Hantu! Ini Alasan Ilmiah Kenapa Mata Kucing Bisa “Menyala” Seperti Laser di Malam Hari. Kenalan dengan Cermin Alami: Tapetum Lucidum!
Sering Salah Kaprah! Langit Berwarna Biru Bukan Karena Pantulan Air Laut, Tapi Karena Fenomena Fisika "Hamburan Rayleigh". Ini Penjelasannya!

Artikel

Sering Salah Kaprah! Langit Berwarna Biru Bukan Karena Pantulan Air Laut, Tapi Karena Fenomena Fisika “Hamburan Rayleigh”. Ini Penjelasannya!

Fakta Unik

Misteri Pohon Baobab: Dituduh Raksasa Berhantu, Ternyata Penyelamat Peradaban Gurun

Fakta Unik

Rahasia di Balik Cahaya Langit: Mengapa Kilatan Petir Selalu Bergerak Zig-zag dan Tidak Pernah Lurus?
Musim durian tiba! Meski enak, hati-hati "mabuk durian". Kandungan kalori dan gas sulfur (C2H6S) di dalamnya bisa bikin gula darah melonjak dan perut kembung.

Artikel

Musim Durian Tiba! Kenapa Buah Ini Baunya Minta Ampun & Bikin “Mabuk”? Kenalan dengan Senyawa Sulfur (C2H6S) & Bahayanya Jika Kalap!
Pojok Sains: Merasa Cemas di Minggu Terakhir 2025? Tenang, Itu Namanya "Sunday Scaries" dan Sangat Manusiawi!

Fakta Unik

Pojok Sains: Merasa Cemas di Minggu Terakhir 2025? Tenang, Itu Namanya “Sunday Scaries” dan Sangat Manusiawi!
Bukan Sekadar Penghangat Badan! Ini 10 Manfaat Ajaib Jahe & Rahasia Zat Gingerol (C17H26O4) yang Jarang Orang Tahu

Artikel

Bukan Sekadar Penghangat Badan! Ini 10 Manfaat Ajaib Jahe & Rahasia Zat Gingerol (C17H26O4) yang Jarang Orang Tahu
Benarkah Madu Tidak Bisa Basi? Makanan Firaun yang Masih Bisa Dimakan Setelah 3.000 Tahun

Fakta Unik

Pojok Sains: Benarkah Madu Tidak Bisa Basi? Makanan Firaun yang Masih Bisa Dimakan Setelah 3.000 Tahun