Home / Fakta Unik / Sains

Selasa, 6 Januari 2026 - 06:26 WIB

Pojok Sains: Hati-Hati, Menguap Itu Menular! Kenapa Kita Ikutan ‘Ngangop’ Saat Lihat Orang Lain?

koransakti - Penulis

Fenomena menguap menular adalah respons alami otak yang berkaitan dengan kemampuan sosial dan empati seseorang. (Foyo: Freepik/koransakti.co.id)

Fenomena menguap menular adalah respons alami otak yang berkaitan dengan kemampuan sosial dan empati seseorang. (Foyo: Freepik/koransakti.co.id)

koransakti.co.id – Jujur saja, saat Anda membaca judul di atas atau melihat gambar orang menguap, apakah mulut Anda terasa gatal ingin terbuka? Apakah Anda baru saja menguap?

Jika ya, selamat! Itu tandanya otak Anda berfungsi normal dan Anda adalah orang yang punya rasa peduli.

Fenomena ini disebut Contagious Yawning (Menguap Menular). Uniknya, ini tidak hanya terjadi antar manusia, tapi juga pada hewan cerdas seperti simpanse dan anjing.

Di Pojok Sains sore ini, kita akan membongkar kenapa “wabah ngantuk” ini bisa menyebar secepat kilat.

Mitos vs Fakta

Dulu, guru biologi mungkin bilang kita menguap karena kekurangan oksigen di otak. Faktanya: Teori itu sudah dibantah. Menguap sebenarnya berfungsi untuk mendinginkan otak (seperti kipas angin pada CPU komputer) agar kita tetap waspada.

Baca juga :   Menguak Misteri "Pedas", Kenapa Capsaicin (C18H27NO3) Bikin Lidah Terbakar? (Dan Kenapa Air Es Gak Mempan!)

Lalu, kenapa bisa menular?

1. Saraf Cermin (Mirror Neurons)

Di dalam otak manusia, ada sel saraf khusus yang disebut Mirror Neurons. Tugasnya adalah meniru tindakan orang lain agar kita bisa belajar atau beradaptasi.

  • Saat melihat orang tersenyum, kita jadi ingin senyum.

  • Saat melihat orang menguap, Mirror Neurons aktif dan memerintahkan mulut kita untuk melakukan hal yang sama tanpa kita sadari.

2. Tanda Empati Tinggi

Penelitian dari University of Connecticut menemukan fakta mengejutkan: Semakin dekat hubungan emosional Anda dengan seseorang, semakin cepat Anda tertular uapannya.

  • Jika ibu Anda menguap, Anda pasti langsung ikutan.

  • Jika orang asing di bus menguap, mungkin Anda tidak terlalu terpengaruh.

Ini membuktikan bahwa menguap menular adalah bentuk Empati Sosial. Orang yang sulit tertular menguap (seperti pada kasus psikopat atau autisme berat) biasanya memiliki tingkat empati yang lebih rendah.

Baca juga :   Pojok Sains: Kado Natal Udah Dibuka, Kok Kucing Malah Milih Kardusnya? Ini Alasan Ilmiahnya!

3. Insting Kewaspadaan Purba

Teori evolusi mengatakan, saat satu anggota kelompok manusia purba menguap (tanda lelah/otak panas), anggota lain ikut menguap sebagai sinyal: “Eh, teman kita capek nih, ayo kita semua harus waspada gantiin dia jaga malam.”

Kesimpulan

Jadi, jika teman di sebelah Anda menguap, jangan dimarahi. Ikutlah menguap bersamanya. Itu adalah cara otak kalian berkata, “Bro, aku merasakan apa yang kamu rasakan.”

Sekarang, coba hitung, sudah berapa kali Anda menguap saat membaca artikel ini?

Baca juga: Pojok Sains: Misteri ‘Ketindihan’ (Sleep Paralysis), Benarkah Ulah Makhluk Halus?

Berita ini 50 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Sang Raja Lautan yang "Terkutuk": Kenapa Hiu Akan Mati Lemas Jika Berhenti Berenang Sedetik Saja? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Artikel

Sang Raja Lautan yang “Terkutuk”: Kenapa Hiu Akan Mati Lemas Jika Berhenti Berenang Sedetik Saja? Ini Penjelasan Ilmiahnya!
Pojok Kimia: Si Manis yang Mematikan, Bedah Rumus Kimia Gula Pasir (C12H22O11) dan Efek "Sugar Rush"

Artikel

Si Manis yang Mematikan, Bedah Rumus Kimia Gula Pasir (C12H22O11) dan Efek “Sugar Rush”

Fakta Unik

Ekuinoks Maret 2026: Matahari Tepat di Khatulistiwa, Ini Dampak yang Terasa di Indonesia
Benarkah Madu Tidak Bisa Basi? Makanan Firaun yang Masih Bisa Dimakan Setelah 3.000 Tahun

Fakta Unik

Pojok Sains: Benarkah Madu Tidak Bisa Basi? Makanan Firaun yang Masih Bisa Dimakan Setelah 3.000 Tahun
Pojok Sains: Membedah "Pembangkit Listrik" di Kepala Kita, Bagaimana Otak Menghasilkan Energi Setara Lampu LED?

Artikel

Pojok Sains: Membedah “Pembangkit Listrik” di Kepala Kita, Bagaimana Otak Menghasilkan Energi Setara Lampu LED?

Lingkungan

Kisah Anggrek Paling Langka di Dunia yang Hidup di Bawah Tanah dan Terancam Punah
Pojok Sains: Fenomena Déjà Vu, Benarkah Kita Pernah Mengalaminya di Kehidupan Masa Lalu?

Fakta Unik

Pojok Sains: Fenomena Déjà Vu, Benarkah Kita Pernah Mengalaminya di Kehidupan Masa Lalu?
Kenapa Jagung Popcorn Bisa Meledak "Duar" Saat Dipanaskan? Ternyata Ada Bom Uap di Dalamnya!

Artikel

Kenapa Jagung Popcorn Bisa Meledak “Duar” Saat Dipanaskan? Ternyata Ada Bom Uap di Dalamnya!