koransakti.co.id – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengakui bahwa sistem regulasi obat-obatan nasional Ethiopia telah mencapai Maturity Level 3 (ML3). Pencapaian penting ini menempatkan Otoritas Makanan dan Obat Ethiopia (EFDA) dalam kelompok elite yang terdiri dari hanya sembilan negara di benua Afrika yang berhasil mencapai status ini.
Pengakuan ini menandakan bahwa sistem regulasi di Ethiopia stabil, berfungsi dengan baik, dan terintegrasi, serta mampu memastikan bahwa obat-obatan dan vaksin yang beredar di negara tersebut memenuhi standar kualitas, keamanan, dan efikasi internasional.
Apa Artinya Mencapai Maturity Level 3?
Menurut WHO, status Maturity Level 3 menunjukkan bahwa sebuah negara memiliki kapasitas yang mumpuni untuk menjalankan fungsi-fungsi regulatori kunci. Hal ini mencakup kemampuan untuk:
- Mengesahkan produk medis.
- Melakukan pengawasan pasar (market surveillance).
- Memantau kejadian terkait keamanan obat secara efektif.
Pencapaian ini diraih setelah melalui proses penilaian yang komprehensif menggunakan Global Benchmarking Tool dari WHO, yang mengevaluasi lebih dari 250 indikator.
Tonggak Sejarah bagi Ethiopia dan Afrika
Direktur Regional WHO untuk Afrika, Dr. Mohamed Yakub Janabi, menyebut pencapaian ini sebagai “momen bersejarah tidak hanya untuk Ethiopia, tetapi juga untuk Afrika secara keseluruhan.”
“Sistem regulasi yang kuat berarti pasien dapat percaya bahwa obat yang mereka konsumsi aman, efektif, dan terjamin kualitasnya. Ini adalah fondasi untuk cakupan kesehatan universal dan masa depan yang lebih sehat,” ujar Dr. Janabi.
Dengan status ini, Ethiopia kini sejajar dengan negara-negara Afrika lainnya seperti Mesir, Ghana, Nigeria, Afrika Selatan, dan Rwanda yang telah lebih dulu mencapai ML3.
Regulasi yang Efektif Menyelamatkan Nyawa
Asisten Direktur Jenderal WHO, Dr. Yukiko Nakatani, menambahkan bahwa regulasi yang efektif dapat menyelamatkan nyawa. “Dengan mencapai Maturity Level 3, Ethiopia telah menunjukkan kepemimpinan dan komitmen untuk melindungi populasinya, memperkuat sistem kesehatannya, dan berkontribusi pada upaya global untuk meningkatkan akses terhadap produk medis yang terjamin mutunya,” katanya.
Keberhasilan Ethiopia ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi negara-nano lain di kawasan tersebut untuk terus memperkuat sistem regulasi kesehatan mereka demi menjamin akses terhadap produk medis yang aman dan berkualitas bagi setiap komunitas.














