Home / Fakta Unik / Sains

Senin, 27 April 2026 - 06:32 WIB

Menyingkap Misteri Agartha: Peradaban Canggih yang Tersembunyi di Perut Bumi

koransakti - Penulis

koransakti.co.id- Legenda tentang dunia di bawah kaki kita selalu berhasil memicu imajinasi manusia. Salah satu kisah yang paling bertahan lama adalah Agartha, sebuah kerajaan legendaris yang konon terletak di inti bumi. Oleh karena itu jauh dari sekadar dongeng pengantar tidur, kisah Agartha melibatkan teori ilmiah kuno, catatan okultisme, hingga tafsiran kitab suci.

Mari kita bedah lebih dalam mengenai fakta dan misteri di balik peradaban Agartha yang kabarnya memiliki teknologi jauh melampaui manusia permukaan.

1. Warisan Pemikiran Alexandre Saint-Yves d’Alveydre

Nama Agartha mulai mencuat di dunia Barat melalui tulisan okultis asal Prancis, Alexandre Saint-Yves d’Alveydre. Dalam bukunya yang rilis pada 1886, Mission de l’Inde en Europe, ia mengaku mendapatkan informasi melalui kemampuan telepatis. Saint-Yves menggambarkan Agartha sebagai tempat bermukimnya bangsa dengan kecerdasan sempurna yang menguasai teknologi luar biasa.

2. Eksodus Besar di Tahun 3.200 SM

Menurut catatan Saint-Yves, penduduk Agartha sebenarnya berasal dari permukaan bumi. Namun, akibat pergeseran zaman atau konflik tertentu, mereka memilih pindah ke ruang hampa di bawah tanah sekitar tahun 3.200 Sebelum Masehi. Di sana, mereka membangun ekosistem yang menyerupai keindahan Pegunungan Himalaya, lengkap dengan tatanan sosial yang harmonis.

Baca juga :   Rahasia di Balik Menguap: Bukan Sekadar Kurang Oksigen, Tapi Cara Otak Tetap Dingin

3. Kaitan dengan Sosok Yakjuj Makjuj dan Gog Magog

Keberadaan Agartha sering kali di kaitkan dengan eskatologi (ajaran akhir zaman) dalam berbagai agama. Dalam tradisi Islam, spekulasi muncul bahwa tempat tersembunyi ini merupakan penjara bagi Yakjuj dan Makjuj. Hal serupa di temukan dalam tradisi Yahudi dan Kristen yang menyebutnya sebagai lokasi persembunyian Gog dan Magog, sosok yang akan muncul menjelang akhir dunia.

4. Perdebatan Teori “Bumi Kopong” (Hollow Earth)

Meskipun sains modern melalui ilmu geologi menegaskan bahwa bumi terdiri dari lapisan padat dan inti panas dengan radius $6.371$ km, teori Hollow Earth sempat populer di kalangan ilmuwan masa lalu.

  • Edmond Halley (1692): Berpendapat bumi memiliki cangkang-cangkang yang di pisahkan oleh ruang hampa.

  • John Cleves Symmes Jr: Meyakini adanya lubang besar di Kutub Utara dan Selatan sebagai gerbang masuk ke dunia bawah.

5. Kehidupan Manusia yang “Sempurna”

Penduduk Agartha di gambarkan sebagai manusia yang telah mencapai evolusi tertinggi. Mereka tidak hanya unggul secara intelejensia, tetapi juga memiliki kekayaan alam yang melimpah dan umur yang sangat panjang. Konon, mereka sengaja mengisolasi diri dari manusia permukaan untuk menjaga kedamaian dan menghindari kehancuran yang di sebabkan oleh sifat serakah manusia.

Baca juga :   Pojok Sains: Mengungkap "Petrichor", Alasan Ilmiah Mengapa Tanah Berbau Harum Saat Hujan

6. Tafsiran Tersembunyi dalam Surah Thaha

Sebagian orang mencoba mencari korelasi antara legenda ini dengan teks keagamaan, salah satunya Al-Qur’an Surah Thaha ayat 6-7. Ayat tersebut menyebutkan kekuasaan Tuhan atas apa yang ada di langit, bumi, di antara keduanya, dan “di bawah tanah”. Frasa “di bawah tanah” inilah yang memicu teori bahwa memang ada kehidupan atau rahasia besar yang belum terungkap di kedalaman bumi.

7. Akar Budaya Hindu dan Shambhala

Meskipun secara etimologi, nama Agartha di yakini berakar dari kultur Hindu, Aryavartha, yang merujuk pada tanah para leluhur yang mulia. Namun demikian dalam tradisi Buddha Tibet, tempat ini sering di samakan dengan Shambhala, sebuah kerajaan suci yang menjadi simbol kedamaian abadi.

Bagi para penganut spiritualitas, Agartha bukan sekadar lokasi fisik, melainkan dimensi bagi para “Dewa yang Hidup”. (asep)

Baca juga :Pojok Sains: Hutan Ternyata Punya “Internet” Bawah Tanah! Mengungkap Cara Pohon Berbicara dan Saling Menolong

Lebih dari Sekadar “Asap Pelarian”: 7 Fakta Unik Fungsi Tinta Cumi-Cumi

Berita ini 59 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pojok Sains: Mengenal Tardigrada, "Beruang Air" yang Tidak Bisa Dibunuh (Bahkan oleh Kiamat Sekalipun)

Bilogi

Pojok Sains: Mengenal Tardigrada, “Beruang Air” yang Tidak Bisa Dibunuh (Bahkan oleh Kiamat Sekalipun)
Kenapa Jagung Popcorn Bisa Meledak "Duar" Saat Dipanaskan? Ternyata Ada Bom Uap di Dalamnya!

Artikel

Kenapa Jagung Popcorn Bisa Meledak “Duar” Saat Dipanaskan? Ternyata Ada Bom Uap di Dalamnya!
Pojok Sains: Siap-siap Kalap Makan Besok Malam? Jangan Percaya Mitos "Detox Juice"! Tubuhmu Punya Mesin Pembersih Racun yang Lebih Canggih

Bilogi

Pojok Sains: Siap-siap Kalap Makan Besok Malam? Jangan Percaya Mitos “Detox Juice”! Tubuhmu Punya Mesin Pembersih Racun yang Lebih Canggih
Mengenal Sosok R.A. Kartini: Sejarah Singkat, Pemikiran Revolusioner, dan Fakta Unik yang Mendunia

Edukasi

Mengenal Sosok R.A. Kartini: Sejarah Singkat, Pemikiran Revolusioner, dan Fakta Unik yang Mendunia

Sains

Mungkinkah Manusia Membangun Peradaban Permanen di Bulan?
Pojok Sains: Fenomena Déjà Vu, Benarkah Kita Pernah Mengalaminya di Kehidupan Masa Lalu?

Fakta Unik

Pojok Sains: Fenomena Déjà Vu, Benarkah Kita Pernah Mengalaminya di Kehidupan Masa Lalu?
Pojok Sains: Kenapa Kita 'Merinding' (Goosebumps) Saat Dingin atau Dengar Lagu Enak?

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Kita ‘Merinding’ (Goosebumps) Saat Dingin atau Dengar Lagu Enak?
Pojok Sains: Pesta Udah Selesai, Kok Tiba-Tiba Merasa Sedih & Hampa? Hati-Hati Kena "Post-Holiday Blues", Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Fakta Unik

Pojok Sains: Pesta Udah Selesai, Kok Tiba-Tiba Merasa Sedih & Hampa? Hati-Hati Kena “Post-Holiday Blues”, Ini Penjelasan Ilmiahnya!