Home / Fakta Unik / Sains

Selasa, 6 Januari 2026 - 07:39 WIB

Pojok Sains: Kenapa Kita ‘Merinding’ (Goosebumps) Saat Dingin atau Dengar Lagu Enak?

koransakti - Penulis

Merinding atau Piloerection adalah refleks otot kecil di bawah kulit yang menarik akar rambut hingga berdiri tegak. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

Merinding atau Piloerection adalah refleks otot kecil di bawah kulit yang menarik akar rambut hingga berdiri tegak. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

koransakti.co.id – Pernahkah Anda berjalan di gang gelap lalu tiba-tiba bulu kuduk berdiri? Atau saat AC ruangan terlalu dingin, kulit tangan Anda berbintik-bintik seperti kulit ayam cabut bulu?

Bahkan, kadang saat mendengar penyanyi mencapai nada tinggi (high note) yang sempurna, Anda juga merinding.

Fenomena ini disebut Piloerection (Rambut Berdiri) atau Goosebumps. Di Pojok Sains penutup hari Selasa ini, mari kita cari tahu kenapa tubuh kita bereaksi seaneh ini.

Mekanisme Otot Arrector Pili

Di bawah setiap folikel rambut di tubuh kita, ada otot super kecil bernama Arrector Pili.

Saat otak menerima sinyal “Dingin” atau “Bahaya”, hormon adrenalin dilepaskan. Adrenalin ini memerintahkan otot Arrector Pili untuk berkontraksi (menegang). Hasilnya? Rambut ditarik tegak lurus, dan kulit di sekitarnya ikut tertarik naik, menciptakan tekstur bintik-bintik.

Baca juga :   Kenapa Potongan Apel Berubah Jadi Cokelat? Kenalan dengan Enzim PPO dan Reaksi "Karat" pada Buah!

Warisan Nenek Moyang (Evolusi)

Sebenarnya, fitur merinding ini sudah tidak berguna bagi manusia modern. Ini adalah warisan dari nenek moyang kita yang dulu berbulu lebat (mirip kera).

  1. Penghangat Tubuh: Bagi hewan berbulu tebal, mengembangkan bulu akan memerangkap lapisan udara hangat di dekat kulit (seperti memakai jaket tebal). Karena manusia sekarang bulunya tipis, efek penghangat ini sudah tidak terasa lagi.

  2. Mekanisme Pertahanan (Intimidasi): Pernah lihat kucing yang sedang marah? Bulunya berdiri semua agar terlihat lebih besar dan menakutkan di mata musuh. Dulu, nenek moyang kita menggunakan mekanisme ini untuk menakuti predator.

Merinding Karena Musik (Frisson)

Lalu, kenapa lagu enak bikin merinding? Ini disebut Frisson (Gemetar Estetis). Saat mendengar musik yang menyentuh emosi, otak melepaskan Dopamin (hormon bahagia) dalam jumlah besar secara tiba-tiba.

Baca juga :   Pojok Sains: Kenapa Kita Jadi Mudah Marah dan Galak Saat Sedang Lapar? (Kenalan dengan "Hangry")

Otak purba kita salah mengartikan “ledakan emosi” ini sebagai tanda bahaya atau kejutan, sehingga tanpa sengaja memicu refleks merinding tadi. Jadi, kalau Anda merinding saat dengar lagu, itu tandanya otak Anda sangat peka terhadap seni!

Kesimpulan

Merinding adalah bukti sejarah bahwa jutaan tahun lalu, manusia adalah makhluk berbulu lebat yang berusaha bertahan hidup dari cuaca dingin dan predator. Sekarang, refleks itu hanya tinggal kenangan yang muncul saat kita kedinginan di bioskop.

Baca juga: Pojok Sains: Fenomena Lucid Dream, Saat Kita Sadar & Bisa Mengatur Skenario Mimpi

Berita ini 58 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pojok Sains: Kenapa Kita Merinding Saat Dingin atau Ketakutan? (Warisan Purba yang Tertinggal)

Artikel

Pojok Sains: Kenapa Kita Merinding Saat Dingin atau Ketakutan? (Warisan Purba yang Tertinggal)
Pojok Sains: Kenapa Memberi Kado Terasa Lebih Nikmat daripada Menerima? Efek "Warm Glow" di Otak Anda

Fakta Unik

Pojok Sains: Kenapa Memberi Kado Terasa Lebih Nikmat daripada Menerima? Efek “Warm Glow” di Otak Anda

Fakta Unik

Rahasia di Balik Cahaya Langit: Mengapa Kilatan Petir Selalu Bergerak Zig-zag dan Tidak Pernah Lurus?

Internasional

WHO Siapkan Update Vaksin COVID-19, Minta Data Terkait Varian Baru LP.8.1
Pojok Sains: Kado Natal Udah Dibuka, Kok Kucing Malah Milih Kardusnya? Ini Alasan Ilmiahnya!

Fakta Unik

Pojok Sains: Kado Natal Udah Dibuka, Kok Kucing Malah Milih Kardusnya? Ini Alasan Ilmiahnya!

Sains

Rahasia Kimia di Balik Pisang Matang: Mengapa Rasanya Makin Manis dan Lezat?

Fakta Unik

Pesona Jay Punggung-Ungu: Sang Fotografer Hutan dari Pesisir Pasifik Meksiko

Fakta Unik

Mengenal Burung Paruh Kodok: Si Penyamar Ulung yang Sering Dikira Burung Hantu