Home / Artikel / Fakta Unik / Sains

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:33 WIB

Pojok Sains: Kenapa Kita Tidak Bisa Menggelitik Diri Sendiri? (Padahal Kalau Orang Lain yang Lakukan Geli Banget!)

koransakti - Penulis

Otak kecil (cerebellum) memprediksi gerakan tubuh sendiri dan membatalkan sensasi geli agar kita tetap waspada terhadap sentuhan asing. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

Otak kecil (cerebellum) memprediksi gerakan tubuh sendiri dan membatalkan sensasi geli agar kita tetap waspada terhadap sentuhan asing. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

koransakti.co.id – Coba lakukan eksperimen kecil ini sekarang: Angkat tangan Anda, lalu coba gelitik ketiak atau pinggang Anda sendiri.

Apa yang Anda rasakan? Hanya sentuhan biasa, bukan? Tidak ada rasa geli yang meledak-ledak, apalagi sampai membuat Anda tertawa terbahak-bahak.

Padahal, jika teman di sebelah Anda melakukan hal yang sama persis, Anda mungkin sudah menjerit kegelian. Kenapa kulit kita pilih kasih? Di Pojok Sains malam ini, kita akan menyalahkan bagian otak bernama Cerebellum.

Otak Kecil si Peramal Ulung

Di bagian belakang kepala kita, ada organ bernama Cerebellum (Otak Kecil). Tugas utamanya adalah memantau gerakan tubuh.

Saat Anda berniat menggerakkan jari untuk menggelitik diri sendiri, Cerebellum sudah tahu duluan. Ia membuat prediksi super akurat:

  1. Kapan jari akan mendarat.

  2. Di mana lokasinya.

  3. Seberapa kuat tekanannya.

Baca juga :   Pojok Sains: Tahun 2025 Kamu Isinya Capek Melulu? Tenang, "Selamatkan" Memori Setahun Cuma dengan Bahagia Malam Ini! (Teori Peak-End Rule)

Karena sudah tahu spoiler-nya, otak menganggap sentuhan itu tidak penting dan tidak berbahaya. Maka, otak “meredam” sensasi geli tersebut (disebut Sensory Attenuation). Hasilnya? Garing.

Kenapa Orang Lain Bisa Bikin Geli?

Rasa geli (Ticklish) sebenarnya adalah bentuk Panik Ringan. Saat orang lain menyentuh area sensitif (leher, perut, ketiak), otak Anda tidak bisa memprediksi gerakan mereka.

  • “Jarinya mau ke mana?”

  • “Kapan dia berhenti?”

Ketidaktahuan ini membuat otak kaget dan waspada. Rasa geli dan tawa yang muncul sebenarnya adalah refleks pertahanan diri (tanda menyerah) agar orang itu berhenti “menyerang” area vital Anda.

Fungsi Evolusi: Waspada Serangga

Kenapa fitur ini ada? Bayangkan jika kita bisa menggelitik diri sendiri. Setiap kali tangan kita bergesekan dengan badan saat berjalan, kita akan tertawa geli. Kita tidak akan bisa beraktivitas dengan tenang.

Baca juga :   Pojok Sains: Kenapa Lidah Gatal & Perih Saat Makan Nanas? (Ternyata Nanas Sedang 'Memakan' Lidahmu!)

Fitur ini membuat kita mengabaikan sentuhan diri sendiri, supaya kita bisa Fokus pada Sentuhan Asing. Misalnya: Seekor laba-laba atau kelabang merayap di leher Anda. Karena gerakannya tidak terprediksi, Anda langsung merasa geli dan menepisnya. Itulah cara nenek moyang kita selamat dari gigitan serangga beracun.

Kesimpulan

Jadi, ketidakmampuan menggelitik diri sendiri adalah tanda bahwa otak Anda sehat dan berfungsi normal. Otak Anda terlalu pintar untuk ditipu oleh tuannya sendiri!

Baca juga: Pojok Sains: Kenapa Jari Bunyi ‘Kretek’ Saat Ditarik? Benarkah Bikin Tulang Keropos?

Berita ini 35 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Doa Kita untuk Korban Tabrakan Kereta di Bekasi
Review & Cara Dapat Uang dari Fizzo Novel 2025: Baca Cerita, Cair ke DANA (Terbukti Membayar)

Artikel

Review Fizzo Novel 2026: Kaum Rebahan Merapat! Baca Cerita Seru, Dibayar Saldo DANA Setiap Hari (Tanpa Deposit)

Artikel

MEKKAH ITU IBARAT KAWAH CANDRADIMUKA 
Pojok Sains: Kenapa Kita Mabuk Perjalanan Saat Main HP di Mobil? (Konflik Mata vs Telinga)

Artikel

Pojok Sains: Kenapa Kita Mabuk Perjalanan Saat Main HP di Mobil? (Konflik Mata vs Telinga)

Artikel

Nilai Perdagangan Indonesia-Rusia 2025: US$ 5 Miliar

Artikel

SELAMAT TINGGAL BBM FOSIL

Hiburan

Penjelasan Ending Film ‘Unknown Numbers’ Netflix: Peringatan atau Pelatihan?

Artikel

“Jalan Lurus” Pengelolaan Dana Pensiun