Home / Artikel

Minggu, 27 Juli 2025 - 12:51 WIB

MEKKAH ITU IBARAT KAWAH CANDRADIMUKA 

koransakti - Penulis

Oleh: DEDI ASIKIN

Koran Sakti.co.id- Dalam cerita pewayangan dikenal adanya’ Kawah Candradimuka. Sebuah tempat di kahiangan untuk nenempa seseorang menjadi kuat secara mental dan fisik.

Setidaknya ada dua orang dalam cerita pewayangan yang disebut sebagai abituren atau alumni kawah Candradimuka.

Gatot kaca dan Wisanggeni. Gatotkaca waktu bayi disebut jabang Tutuka. Dia adalah putera Bima alias Werkudara.

Ketika bayi Gatot kaca, putra Bima alias Werkudara dan Arimbi yang disebut jabang Tutuka, dicemplungkan kedalam kawah. Tujuannya untuk membuat bayi itu kuat dan bersih dari kotoran serta sifat raksasa.

Panasnya kawah itu suatu hal yang pasti. Sangat mungkin lebih panas dari kawah gunung Galunggung atau Tangkuban Parahu yang aduh makk.

Ternyata keluar dari kawah Gatot menjadi lebih kuat dan perkasa. Malahan dia bisa terbang tanpa sayap. Disebutkan Gatotkaca itu berotot kawat bertulang besi.

Wisanggeni adalah putera Arjuna dari Destranala.

Ia dimasukkan kawah dengan maksud dibunuh. Tapi ternyata Wisanggeni bisa jekuardari

Ketika keluar (dari kawah itu) dengan selamat.

Peribahasa itu mungkin bisa dilarapkan kepada banyak jemaah haji Tempo Doeloe.

Banyak diantara mereka yang ibarat kata, sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui.

Ada tiga hal positif yang mereka peroleh dari sekali merengkuh dayung itu.

Pertama ibadah, sudah pasti. Kedua (banyak) yang sambil menuntut ilmu dan bermukim beberapa lama disana. Yang ketiga mematangkan rasa nasionalisme. Mereka disana juga membicarakan perjuangan untuk membangun sebuah negara merdeka bebas dari kolonialisme.

Para jemaah yang memiliki sifat kejuangan dari berbagai wilayah di tanah air bersepakat untuk berjuang bersama mencapai Indonesia merdeka.

Baca juga :   ORANG INDONESIA YANG PERTAMA NAIK HAJI SIAPA ?

Pada seputaran abad 17 dikenal ada nama Yusuf Al Makssari Al Bantani. Beliau itu ulama mashur dari Makassar.

Ada pula Aceh Singkil atau Abdurrauf dari Singkil Aceh.KH Aceh Singkil itu bermukin dan belajar di Yaman dan Haramain (Mekah dan Madinah). Di Indonesia/Aceh beliau dikenal sebagai penyebar tarekat Syattariyah.

Para jemaah haji itu berangkat dari daerah masing masing menuju Aceh dengan menggunakan perahu layar. Ada yang dari Maluku, Sulawesi atau Banten. Jusuf Al Makssari misalnya, berangkat dengan perahu layar dari Makassar.

Sempat mampir di Banten dan ikut berjuang dengan petani Banten menentang Belanda.

Syeikh Yusuf diketahui, juga ikut berjuang dengan rakyat Afrika Selatan menentang apharteid. Sampai sampai di sana beliau dianggap sebagai pahlawan.

Ada juga Hasyim Asy’ari, Ahmad Dahlan, Agus Salim, Zaenal Mustofa dll .

Mereka berkumpul dan berangkat bareng bareng dari Aceh dengan menggunakan kapal dagang/ barang. Kerena itulah Aceh dijuluki sebagai Serambi Mekkah.

Sejak berada di Aceh mereka sudah mulai bicara soal perjuangan untuk merdeka. Memiliki negara sendiri yang berdaulat bebas dari penjajahan.

Pembicaraan lebih intens lagi dilakukan di sana. Di Mekkah atau Madinah. Mereka banyak yang mukim dan bareng bareng menimba ilmu pada beberapa guru agama di Mekah atau Madinah.

Ada banyak persamaan sikap dan kehendak.

Yang dari Banten menceritakan tentang gerakan petani Banten pada tahun 1888. Yang dari Lombok menceritakan tentang suku Sasak yang bertikai dengan suku Bali kerena diadu domba oleh Belanda.

Orang Padang bertutur tentang Belanda mengadu domba kaum Paderi dengan sesama muslim di sana.

Baca juga :   KEMBALI KE LAUT

Bibit persatuan lahir disana disertai kesepakatan akan terus berjuang sepulang ke tanah air.

Sesungguhnya disana itu ada pula guru guru yang berasal dari Nusantara.Diantaranya ada Nawawi al-Bantani, Ahmad khatib Minangkabau dan Mahfud Themas.

Kehadiran guru guru dari Nusantara itu, selain sebagai pewaris ilmu juga menjadi pelecut semangat nasionalisme.

Jadi apa yang dilaporkan para Intel Belanda tentang, kecurigaan kekhawatiran dan ketakutan terhadap gerakan haji Indonesia , itu bukan isapan jempol belaka.

Gejala itu nyata dan benar adanya. Banyak haji yang terlibat dalam politik kebangsaan. Berjuang untuk merebut kemerdekaan. Banyak yang ketika berada di tanah air menjadi pemimpin pondok pesantren dan berjuang menentang penjajah.

KH Hasyim Asy’ari menjadi pelecut perang melawan sekutu di Surabaya. Resolusi jihad yang menyebut perang melawan kolonial itu wajib hukumnya.telah menyebabkan perang raksasa yang menyebabkan tanggal 10 Nopember ditetapkan sebagai hari pahlawan. Perang penomenal yang disebut sebagai bambu runcing lawan mitraliur itu telah menyebabkan sekutu mundur setelah panglima perangnya Brigjen

Aubertin Walter Sothttern Malabi mati diujung senjata pejuang santri KH Mustofa mengobarkan perang melawan tentara Jepang di pondok pesantren Sukamanah Tasikmalaya.

Beliau menolak perintah menghormati kaisar Teno Heika dengan membungkukkan badan kearah matahari. Orang Jepang menganggap kaisar Teno Heika sebagai jelmaan dewa Matahari.

Tapi bagi KH Mustofa seikere atau ojigi itu , merupakan perbuatan musrik yang dalam Islam dosa yang tak terampunkan.

Kerena itu beliau melakukan perlawanan kepada tentara pendudukan Jepang.

Dengan cara dijebak beliau bersama 17 santrinya ditangkap dan dibunuh di Tanjung Priok Jakarta tanggal 25 Oktober 1944, setahun sebelum proklamasi kemerdekaan.***

Berita ini 60 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

REV Media Group dan Remix Berkolaborasi untuk Revolusi Pemasaran Afiliasi di Malaysia

Artikel

Ketenangan, Kemenangan yang Tidak Bersuara

Artikel

SELAMAT TINGGAL BBM FOSIL
Sang Raja Lautan yang "Terkutuk": Kenapa Hiu Akan Mati Lemas Jika Berhenti Berenang Sedetik Saja? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Artikel

Sang Raja Lautan yang “Terkutuk”: Kenapa Hiu Akan Mati Lemas Jika Berhenti Berenang Sedetik Saja? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Artikel

LEBARAN, KETUPAT DAN SUNAN KALIJAGA 

Artikel

Air Zamzam: Episentrum Spiritualitas dan Ekonomi Wisata Global
Benarkah Madu Tidak Bisa Basi? Makanan Firaun yang Masih Bisa Dimakan Setelah 3.000 Tahun

Artikel

Kenapa Madu Tidak Bisa Basi (Awet Selamanya)? Kenalan dengan H2O2, Zat Pengawet Buatan Lebah!

Artikel

PRABOWO DIMINTA USUT DANA INVESTASI BODONG DIBLOKIR NEGARA 22 TRILYUN MENGUAP