Home / Artikel

Senin, 31 Maret 2025 - 03:52 WIB

LEBARAN, WUJUD KASIH SAYANG 

koransakti - Penulis

DEDI ASIKIN

Koran Sakti.co.id- Lebaran itu identik dengan kasih sayang.

Lebaran memang momentum menyambung silaturahmi.

Silaturahmi itu berasal dari bahasa Arab. Silah artinya hubungan, rahmi kasih sayang. Jadi artinya ,hubungan kasih sayang diantara sesama mukminin.

“Innamal mu’minuuna ikhwatun,fa aslihu baina akhawaikum wattaqullaaha la ‘allakum tur hamun”

(Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karenanya damaikanlah kedua orang saudaramu yang berselisih itu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat Rahmat).

Ada juga beberapa ayat lain yang berkaitan dengan perintah dan tuntunan menggalang silaturahmi itu.

Misalnya An Nissa ayat 1 dan ayat 36, An Nahl 90, Asy Syura 23, dan Muhammad 22,23.

Baca juga :   LAPOR WAPRES MEMBLUDAK, KETUA REMBUG EKSPONEN 66 SEMPAT PINGSAN

Juga ada beberapa hadits Rasul:

“Beribadahlah kepada Allah SWT dengan sempurna dan jangan syirik, dirikanlah sholat, tunaikan zakat dan jalinlah silaturahmi dengan orang tua dan saudara (HR Bukhari)

Tidak akan masuk surga, orang yang memutuskan (silaturahmi).

Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menyambung silaturahmi (HR Abu Hurairah).

“Inna rohmata la tanzilu alal qaumil fihim kotiu rohiimin”.

(Tidak turun rahmat Allah kepada kaum yang tidak menjalin silaturahmi).

Jika dikaitkan dengan budaya mudik atau pulkam, maka nilai silaturahmi itu semakin tinggi. Tak bisa dihitung dengan angka. Tak ada dalil matematisnya.

Baca juga :   Paparkan Visi Misi Pemkot Sungai Penuh ke Depan, Wako Alfin Pimpin Rapat Koordinasi Kepala SKPD 

Setiap tahun berjuta orang pulang mudik. Tak lain untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan sanak keluarga, terutama orang tua yang masih ada.

Semua itu bernilai kasih sayang. Tak peduli lelah, biar bekal habis jutaan. Bahkan ada yang berdarah darah.

Bagaimana budaya yang dipicu tuntunan Allah dan Rasul itu bisa dihilangkan kerena hitung hitungan materi ?

Rasa rasanya tak mungkinlah itu.

Biarlah lebaran itu tetap bermakna kasih sayang.

Selamat hari raya Idul Fitri 1446 H.***

Berita ini 95 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Siti Hajar : Teladan Wanita Tangguh dan Tawakal

Artikel

AIR ZAMZAM ANTARA BERKAH DAN OLAH

Artikel

KIYAI POLITIK, POLITIK KIYAI LAYU SEBELUM BERKEMBANG 

Artikel

Air Zamzam: Episentrum Spiritualitas dan Ekonomi Wisata Global

Artikel

Sahal Cuma Ingin Jadi Santri Malah Punya Pondok Pesantren 

Artikel

Fragmentasi Geoekonomi dan Krisis Energi Global: Kontribusi Keuangan Syariah

Artikel

Khasiat Daun Katuk: Daun Lokal dengan Segudang Manfaat untuk Kesehatan

Artikel

Ambil Cangkulmu Ambil Pangkulmu, Menanam Jagung di Kebun Kita