Home / Artikel / Fakta Unik / Sains

Minggu, 11 Januari 2026 - 22:35 WIB

Pojok Sains: Kenapa Kita Mengalami Déjà Vu? Benarkah Kita Bisa Meramal Masa Depan?

koransakti - Penulis

Déjà Vu adalah fenomena psikologis umum di mana otak mengalami kesalahan pemrosesan memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

Déjà Vu adalah fenomena psikologis umum di mana otak mengalami kesalahan pemrosesan memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang. (Foto: Freepik/koransakti.co.id)

koransakti.co.id – Anda sedang mengobrol dengan teman di kafe baru. Tiba-tiba, deg! Anda merasa momen ini sudah pernah terjadi sebelumnya. Posisi duduknya, lagunya, bahkan kalimat teman Anda terasa sangat familiar.

Padahal, Anda yakin 100% baru pertama kali datang ke kafe itu.

Fenomena ini disebut Déjà Vu (bahasa Prancis untuk “Sudah Pernah Dilihat”). Sekitar 60-70% manusia pernah mengalaminya. Banyak yang mengira ini adalah pengalaman mistis atau sisa ingatan kehidupan masa lalu.

Namun, sains punya penjelasan yang lebih masuk akal. Ini hanyalah “Glitch” (Kerusakan Sesaat) di sistem penyimpanan file otak Anda.

Teori 1: Salah Masuk Kamar (Sirkuit Memori)

Otak kita punya dua jenis penyimpanan memori:

  1. Memori Jangka Pendek: Untuk kejadian yang sedang terjadi (Live).

  2. Memori Jangka Panjang: Untuk kejadian masa lalu (Arsip).

Baca juga :   REGENERASI PONDOK PESANTREN SEBUAH TANTANGAN 

Normalnya, kejadian saat ini masuk ke Jangka Pendek dulu, baru disimpan ke Jangka Panjang. Saat Déjà Vu terjadi, otak mengalami korslet. Informasi yang baru masuk tidak sengaja langsung “bocor” ke penyimpanan Jangka Panjang.

Akibatnya? Otak Anda bingung. Ia membaca kejadian itu sebagai “Arsip Masa Lalu”, padahal itu adalah kejadian “Live”. Makanya terasa seperti pengulangan.

Teori 2: Mata yang Telat (Split Perception)

Teori ini tak kalah menarik. Mata kiri dan mata kanan kita mengirim sinyal ke otak secara terpisah.

Terkadang, salah satu mata mengirim sinyal sedikit lebih lambat (hitungan milidetik) daripada mata satunya.

  1. Sinyal mata Kanan sampai duluan: Otak memprosesnya sebagai kejadian Sekarang.

  2. Sinyal mata Kiri sampai belakangan: Otak kaget, “Lho, kok ada data yang sama lagi?”

Baca juga :   Ambil Cangkulmu Ambil Pangkulmu, Menanam Jagung di Kebun Kita

Karena otak sudah menerima data pertama tadi, data kedua yang telat ini dianggap sebagai Memori Lama. Padahal, itu adalah kejadian yang sama persis.

Teori 3: Kemiripan Pola (Familiarity)

Mungkin Anda belum pernah ke kafe itu, tapi tata letak kursinya mirip dengan kantin sekolah Anda dulu. Otak mengenali pola tersebut (posisi kursi + bau kopi) dan memberi label “Familiar”, meskipun tempatnya berbeda.

Kesimpulan

Jadi, Déjà Vu bukanlah bukti bahwa Anda seorang peramal atau penjelajah waktu. Itu hanya tanda bahwa otak Anda yang super canggih itu kadang-kadang bisa error sedikit saat menyimpan data. Anggap saja itu bug sistem yang belum di-update!

Baca juga: Pojok Sains: Kenapa Nyamuk Suka Sekali Berdengung di Telinga Kita? (Bukan Mau Curhat!)

Berita ini 36 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Pojok Kimia: Mengbedah Jeruk, Kenalan dengan Senyawa $C_6H_8O_6$ alias Asam Askorbat (Vitamin C)

Artikel

Membedah Jeruk, Kenalan dengan Senyawa C6H8O6 alias Asam Askorbat (Vitamin C)

Artikel

Bapa Aing Mah Tegas, Jawa Barat No Sawit!
5 Cara Dapat Saldo Google Play Gratis 2025 (Resmi dari Google & Aplikasi Lain)

Artikel

Review Google Opinion Rewards 2026: Cara Paling Aman Dapat Saldo Google Play Gratis! Jawab Survei, Bisa Buat Top Up Game!

Artikel

YANG NAIK HAJI DILUAR LOGIKA 

Artikel

BARISAN ORANG SENGSARA SEPANJANG JAKARTA SURABAYA 
H-2 Valentine! Ide Bisnis "Sistem Kebut Semalam" Modal 20 Ribu: Jualan Buket Snack yang Laris Manis. Gamers Juga Bisa Ikutan Cuan!

Artikel

H-2 Valentine! Ide Bisnis “Sistem Kebut Semalam” Modal 20 Ribu: Jualan Buket Snack yang Laris Manis. Gamers Juga Bisa Ikutan Cuan!

Artikel

PARIWISATA HARUS JADI AKIBAT

Fakta Unik

Pesona Jay Punggung-Ungu: Sang Fotografer Hutan dari Pesisir Pasifik Meksiko