Oleh :DEDI ASIKIN
Koran Sakti.co.id- Banteng betina mulai ngamuk. Ketua Umum PDI-P itu mengeluarkan commander Call darurat dan mendadak. Melalui surat No.7294/IN/DPP/II.2025 diperintahkan semua Kepala Daerah yang berasal dari PDI-P tidak mengikuti acara retreat di Magelang (21-28 Februari).
Bagi yang sudah terlanjut diperjalanan agar berhenti ditempat dan tunggu commander Call berikutnya. Aktifkan terus alat komunikasi.
Tapi wakil menteri Dalam Negri Bima Arya agak sedikit keder.
Kats mantan wali kota Bogor itu, hari Sabtu (hari kedua) pagi, ada 53 kepala daerah yang tidak ikut retreat.
Jumlah seluruh kepala daerah dari PDI-P ada 53. Tapi sebelumnya sudah ada 6 orang yang lapor tidak bisa ikut kerena sakit dan alasan lain, tapi bukan dari PDI-P.
Jadi diduga ada (6) banteng yang keburu nyeruduk masuk gerbang Akademi Militer.
Nyeruduk atau cuma keburu masuk ? Wallahu alam, perlu sedikit waktu untuk menelisik.
Siapa dan kenapa, juga belum terungkap.
Commander Call itu memang terlambat. Surat No. 7294 itu ditanda tangani sore tanggal 20 Februari.
Persis sore hari setelah Sekjen Hasto Kristiyanto ditahan KPK. Lalu surat itu baru disiarkan tanggal 21 persis tanggal para peserta harus masuk gerbang Akademi Militer Magelang.
Motivasi surat itupun tak perlu ditebak tebak, wong sudah jelas tersurat, berkaitan dengan telah ditahannya Sekjen Partai (bapak Hasto Kristiyanto).
Jadi secara kasat fikir sudah jelas PDI-P dan atau ibu Megawati sedang marah, tersinggung dan bingung. Ibarat banteng ketaton yang ngamuk, seruduk sana seruduk sini.
Memang rada aneh suraneh, yang nahan Hasto KPK , yang diboikot program Presiden Prabowo.
Padahal juga, retreat itu cuma sunnat doang. Taruhlah sunnat muakad. Sunnat yang sangat dianjurkan. Tapi tetap bukan Fardu. Kalaupun wajib , cuma Fardu kifayah. Dengan Fardu kifayah itu , kewajiban seseorang menjadi hilang jika sudah ada orang yang melakukan.
Sama sekali bukan Fardu Ain, kewajiban yang melekat pada orang perorang.
Tapi teman teman saya di grup Diskusi Ngadu Bako menilai tanduk banteng kurang nyeruduk.
Kenapa tidak menolak pelantikan ?.
Nah kalau itu yang dilakukan baru namanya amuk banteng yang ketaton. Dan negara serta masyarakat akan terguncang.
Akibat cuma tak ikut retreat, paling paling cuma sedikit ketegangan dengan parlemen. Maklum ketua DPR kader PDI-P. Selain itu rencana pertemuan Megawati dengan Prabowo yang sedang dirancang pihak pihak, mungkin akan terganggu. Bahkan mungkin batal dilaksanakan.
PDI-P memang cuma sendirian di parlemen. Partai lain anblok semua ke KIM.
Tapi dengan 128 kursi yang dimiliki, PDI-P bisa mengguncang ruang sidang. Apalagi disana berkumpul banteng banteng ketaton.
Apapun adanya, teman teman di grup Diskusi Ngadu Bako tetap merasa peristiwa commander Call itu merupakan awal dari carut marut politik di negeri ini.
Kader kader PDI-P masih menunggu commander Call berikutnya.
Menanti titah ibu suri dari luar kandang.***















