Home / Artikel / Budaya / Daerah / Kerinci

Jumat, 19 September 2025 - 15:00 WIB

Kenduri Sko: Pesta Rakyat dan Jati Diri Masyarakat Adat Kerinci

koransakti - Penulis

SUNGAI PENUH (KORANSAKTI) – Jauh di dataran tinggi Jambi, masyarakat adat Kerinci menjaga sebuah tradisi warisan leluhur yang luar biasa agung. Tradisi itu bernama Kenduri Sko, sebuah perhelatan akbar yang menjadi puncak dari seluruh ritual adat dan kehidupan sosial masyarakat Kerinci.

Kenduri Sko bukanlah sekadar pesta biasa. Ia adalah momen sakral untuk menelusuri kembali jejak leluhur, mengukuhkan kepemimpinan adat, dan mempererat ikatan persaudaraan antar warga. Ini adalah panggung di mana jati diri Suku Kerinci ditampilkan secara utuh.

 

Apa Sebenarnya Tujuan Kenduri Sko?

Secara harfiah, “Kenduri” berarti pesta atau perjamuan, dan “Sko” adalah pusaka adat. Jadi, Kenduri Sko adalah perjamuan besar yang diselenggarakan untuk membersihkan dan menghormati benda-benda pusaka warisan nenek moyang.

Namun, maknanya jauh lebih dalam dari itu. Kenduri Sko memiliki beberapa tujuan utama:

  • Pengukuhan Pemimpin Adat: Momen ini seringkali menjadi ajang untuk mengukuhkan gelar adat kepada para pemangku adat baru (Depati dan Nenek Mamak).
  • Menjaga Silsilah: Dalam ritual ini, silsilah atau tambo dari setiap kaum akan dibacakan kembali, memastikan generasi muda tidak lupa akan asal-usul mereka.
  • Mempererat Persaudaraan: Pelaksanaannya melibatkan seluruh lapisan masyarakat secara gotong royong, mulai dari persiapan hingga acara puncak, yang memperkuat rasa kebersamaan.
Baca juga :   Bupati Kerinci,Adirozal Dampingi Wagub Jambi Pada Acara Kenduri SKO Tanjung Tanah

 

Pusaka Leluhur yang Dikeluarkan dari Persembunyian

Puncak dari Kenduri Sko adalah saat benda-benda pusaka yang telah disimpan selama bertahun-tahun dikeluarkan untuk dibersihkan dan dipertontonkan kepada publik. Pusaka ini sangat beragam, mulai dari naskah kuno yang ditulis dengan Aksara Incung, keris, tombak, hingga keramik dari Dinasti Ming.

Benda-benda ini adalah bukti sejarah dan legitimasi bagi para pemangku adat. Prosesi pembersihan pusaka menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu, penuh dengan ritual dan doa.

Baca juga :   Asraf : Pemkab Kerinci Sudah Menganggarkan Pemekaran Kerinci Hilir.

 

Pesta Rakyat yang Meriah

Karena tidak diadakan setiap tahun—bahkan bisa puluhan tahun sekali—pelaksanaan Kenduri Sko selalu disambut dengan sangat meriah oleh seluruh masyarakat. Selama berhari-hari, desa akan dipenuhi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya.

Tarian-tarian sakral seperti Tari Rangguk dan Tari Asyeik akan ditampilkan. Suara musik tradisional seperti tale dan gong akan menggema tanpa henti. Acara ini menjadi sebuah pesta rakyat yang sesungguhnya, di mana semua orang ikut bergembira merayakan warisan budaya mereka.

Kenduri Sko adalah jendela untuk melihat kekayaan dan kearifan masyarakat adat Kerinci. Di tengah perubahan zaman, tradisi ini tetap berdiri kokoh sebagai pengingat akan pentingnya menjaga sejarah dan merawat kebersamaan.

Berita ini 171 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Artikel

Keberanian Kebijakan Prabowo Subianto Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

Artikel

Khasiat Daun Katuk: Daun Lokal dengan Segudang Manfaat untuk Kesehatan

Daerah

Hak yang Diterima PPPK Paruh Waktu 2025

Sungai Penuh

Wali Kota Alfin Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Ajak Warga Perkuat Persatuan

Advetorial

Wako Ahmadi Pantau Proses Perbaikan Jalan H. Bakri

Inspiratif

Walikota Alfin Tampung Aspirasi Tokoh Pondok Tinggi, Sejumlah Ruas Jalan Jadi Prioritas

Advetorial

Pandangan Umum Fraksi DPRD Kota Sungai Penuh Terhadap RANPERDA APBD-P Kota Sunga Penuh T.A 2024

Advetorial

Ketua DPRD H Fajran Hadiri Penyerahan Bantuan Tunai untuk PKLW